Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
MENIKAHIMU


__ADS_3

" Mas Putra! Aku tidak janji bisa memberikan kamu anak setelah menikah. Dulu bertahun-tahun, aku bersama Erlangga suami aku tidak mempunyai anak. Aku takut, jika mengecewakan kamu, mas. Aku takut jika aku ternyata bukan wanita yang sempurna." kata Andini sambil melihat ke samping ke arah Putra.


" Ya Tuhan! Maaf sayang! Kamu jadi sedih dan ingat ini yah! Oke, kita jangan membahas hal ini dulu yah. Oke! Cup.. cup.. ayo kita cepat pulang biar bisa makan plencing kangkung." sahut Putra berusaha mengalihkan pembicaraan dan mengembalikan keceriaan Andini.


" Mas!" panggil Andini.


" Hemm?" sahut Putra.


" Terimakasih untuk semua nya." kata Andini.


" Oke! Terima kasihnya nanti saja. Tapi aku mau yang lain yah!?" goda Putra seketika Andini mencubit pinggang Putra.


" Oww, mamas mu lagi nyetir sayang!" sahut Putra sambil terkekeh.


*******


Di rumah bunda Andini. Andini begitu lahap memakan plencing kangkung buatan bundanya. Putra sampai melongo dan tersenyum melihat Andini yang begitu semangat menghabiskan sayuran dengan sambel itu. Bundanya Andini pun tidak kalah terkekeh-kekeh melihat Andini yang makan sayuran itu seperti tidak peduli dengan orang di dekatnya. Andini tidak sungkan dan malu dengan Putra yang sedari tadi menatapnya penuh tawa.


" Pelan- pelan sayang! Pakai nasi gak, biar kenyang?" kata Putra sambil menyodorkan air mineral ke Andini supaya tidak tersedak. Andini mengambilkan sedikit sayuran dengan sambel itu ke mulut Putra. Putra menolaknya karena memang selama ini Putra tidak menyukai sayuran-sayuran. Namun karena Andini memaksanya akhirnya Putra membuka mulutnya dan mencoba memakannya.


" Enakan?" tanya Andini yang melihat Putra mulai menguyah dan menelan sayuran dengan bumbu pedas itu.


" Enak yah!" kata Putra akhirnya lalu mengambil sayuran dengan sambel itu ke piringnya. Putra mulai memakannya dengan lauk iga bakar yang mereka beli ketika di jalan menuju rumah Andini.


" Pakai nasi, mas! Biar kenyang." goda Andini yang membuat Putra jadi cekikikan.


" Eh, kalian makan jangan sambil bercanda yah! Nanti tersedak loh!" tegur bunda Andini.

__ADS_1


Putra dan Andini diam sambil tersenyum. Diambilnya iga itu dari piringnya lalu diberikannya ke mulut Andini. Andini membuka mulutnya dengan lebarnya. Membuat Putra malah menahan tawanya karena Andini sangat lucu dengan ekspresi seperti itu.


" Enak yah, iga bakarnya?" sahut Andini lalu mengambil iga bakar yang masih banyak di atas piring itu. Dengan sangat rakus, Andini memakannya.


" Bunda tidak nyobain iga bakar ini?" tanya Putra sambil memberikan suapan ke mulut Andini.


" Bunda sudah kenyang! Ini sudah makan roti yang bawa kalian tadi." jawab Bunda Andini.


" Bunda! Rencananya mas Putra mau segera nikahin Andini bulan depan, bun!" kata Andini ceplas-ceplos tanpa memikirkan Putra dan Bundanya terkejut jika dirinya menyampaikan kabar itu kepada Bundanya.


Bunda Andini melihat ke Putra. Putra tersenyum lalu membenarkan.


" Iya bunda! Boleh kan bun, kami secepatnya meresmikan hubungan kita ini supaya kita halal." kata Putra sambil tersenyum.


" Halal??? Makanan dan minuman?" sahut Andini sambil nyengir.


" Minggu depan, mama dan papa serta kami sekeluarga akan silaturahmi lagi ke mari, bun! Kita nanti akan membicarakan tentang acara pernikahan dan segala proses nya. Andini, sih maunya dibuat sederhana acaranya. Namun, keluarga saya mana ada jika tidak dibuat semeriah mungkin." jelas Putra.


"Mana baiknya saja, nak Putra! Kami dari keluarga Andini tidak bisa berbuat banyak karena kami dari dulu hidup sederhana berbeda dengan keluarga nak Putra." ucap Bunda Andini.


" Bunda! Saya sangat senang di keluarga ini." kata Putra sambil mengusap dibawah bibir Andini dengan tisu karena ada sambel yang menempel di pipi bawahnya. Bunda Andini tersenyum melihat begitu perhatian nya Putra terhadap Andini.


" Bunda ikut senang jika kalian bahagia. Dan Terima kasih nak Putra bisa menyayangi Andini yang penuh kekurangan." kata Bunda Andini dengan menatap Andini.


" Terimakasih Mas Putra!" sahut Andini sambil merapikan meja makan itu.


Setelah membereskan semuanya, Andini dan putra pamit keluar. Putra minta ijin kembali pada bunda Andini untuk mengajaknya pergi.

__ADS_1


*******


" Kamu yakin, mau menikah dengan aku mas?" tanya Andini. Putra menatap tajam ke bola mata Andini.


" Kenapa kamu mulai ragu lagi?" sahut Putra.


" Bukan begitu! Sekian banyak gadis- gadis yang masih perawan di luar sana. Kenapa memilih aku untuk menjadi istri kamu yang sudah second dan dibuka segelnya." ucap Andini yang membuat Putra menjadi tersenyum dan terkekeh- kekeh.


Putra mendekati Andini begitu dekat dan sangat dekat sampai nafas mereka saling beradu. Nafas Putra terasa menghangat dan deru jantungnya mulai tidak beraturan. Putra meraih dagu Andini, Andini sesaat tidak berani bernafas. Hal itu malah membuat Putra terkekeh apalagi mata Andini seketika terpejam ketika Putra seperti hendak menciumnya.


Andini menjadi tersipu malu ketika Putra terkekeh dan tidak sesuai dengan pikiran Andini yang menganggap dirinya hendak dicium oleh Putra.


Andini diam untuk beberapa saat. Namun dengan cepat Putra meraih tubuh Andini lalu mendekapnya erat.


" Menikah lah dengan aku, sayang! Jadi istri dan ibu dari anak-anak ku. Mendampingi dan menemani aku sampai kita menua bersama. Menjaga ikatan suci dalam noktah pernikahan kita. Menyatukan dua keluarga yang berbeda ini menjadi satu yang saling melengkapi.


Andini diam merasakan damai dan tentram dalam dekapan hangat Putra. Andini membalikan tubuhnya hingga saat ini mereka saling berhadap-hadapan. Andini mengusap dan memegang kedua pipi Putra lalu mendekatkan ke wajahnya. Andini yang memulainya. Andini mengecup bibir tebal milik Putra. Putra seketika melotot matanya karena Andini nekat dan berani memulainya duluan. Andini tersenyum menatap Putra yang seperti perjaka yang tidak pernah merasakan bersentuhan.


Putra tidak mau tinggal diam ketika lampu hijau itu sudah menyala. Putra ingin menuntut yang lebih dari itu dan tidak hanya sebuah kecupan saja. Putra mulai meraup bibir mungil nan tipis milik Andini. Andini memejamkan matanya menikmati perlakuan lembut dan penuh kasih sayang dari Putra.


" I love you, Andini sayang!" ucap Putra pelan.


" I love you to, mas!" sahut Andini sambil berusaha mengatur detak jantungnya yang mulai menderu.


Putra mulai menelusuri bibir Andini sampai lama. Andini ikut membalasnya dengan penuh kelembutan dan gejolak. Putra mulai tidak kuasa akan ciuman nya. Tangan Putra mulai nekat menelusuri lekukan tubuh milik Andini. Putra mulai membaringkan tubuh Andini pelan- pelan. Andini pasrah karena laki-laki inilah yang sudah merubah kehidupan dan keluarga nya menjadi lebih baik dan bersemangat.


Namun tidak sampai lama, Putra menyudahi tindakan nya. Putra tidak ingin melakukan itu sebelum menikahi Andini.

__ADS_1


" Maaf, sayang!" ucap Putra lalu merapikan pakaian nya dan mulai duduk dengan posisi yang benar. Andini pun merapikan pakaian nya. Dengan malu- malu mulai bersembunyi dibalik ketiaknya.


__ADS_2