Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
MASIH DENGAN MAMA


__ADS_3

Kamu tidak perlu membunuhku dengan belati ataupun pisau tajam. Kau cukup dan mampu menghabisi aku dengan cintamu yang memanah tepat di jantungku. Lalu? Sebelum kau pelan- pelan menyakiti aku,kau harus memberi rasa rindu,rasa kangen, dan banyak perhatian terhadapku. Lalu setelah kian menggunung cinta itu dalam hatiku. Setelah bayangan kamu selalu bergelayut dan mengganggu fokus ku,kau langsung pergi menjauh lah. Tidak ada lagi perhatian itu, seolah bumi akan kehilangan peredaran nya. Rotasi nya akan terhenti sejenak. Dengan itu, kamu sudah membunuh pelan- pelan dan itu sungguh menyakitkan lebih dari serangan seribu belati di dada ku.



Jika kau tahu dan paham akan perasaan ini. Kamu tidak akan menghancurkan jantung ini dengan sikap dan perbuatan mu yang membuat kecewa aku. Hasil semua itu akan menjadi dendam yang akan menaburkan kan perang diantara kita. Jangan salahkan aku,ketika itu semua akan terjadi. Kekejaman itu akan terbukti.


" Erlangga! kamu dimana?" tanya Diana melalui sambungan ponselnya.


" Sejak kapan kau mulai kepo perihal kehidupan ku,Diana? Aku ke mana saja bukanlah urusan kamu." jawab Erlangga ketus.


" Aidah! Andini demam tinggi nih. Aku ada di rumah kamu nih. Tadi Andini telephon aku. Kamu memblokir nomer Andini?" tanya Diana makin kepo.


" Mana mungkin aku memblokir nomer istri kesayangan ku, Diana. Kamu terlalu mengada-ada." jawab Erlangga.


" Ya sudah, gak ada habis nya kalau aku bicara dengan kamu. Kamu kapan pulangnya? Andini demam tinggi." cerita Diana.


" Sebentar lagi dokter keluarga akan datang ke rumah. Tunggu saja! Malik ke mana dia?" tanya Erlangga.


" Malik? Ada nih di rumah juga." jawab Diana.


" Ya sudahlah! Aku akan segera pulang." kata Erlangga akhirnya.


Mama Erlangga menatap tajam kearah Erlangga. Erlangga yang melihat mama nya penuh amarah dan tanda tanya itu, Erlangga mulai menciut.


" Erlangga! Kamu masih juga bermain api dengan Diana? Fokuslah pada Andini. Seorang wanita akan lebih setia daripada pria, nak. Jika kamu kasih perhatian yang lebih, Andini tidak akan mudah berpaling dari laki- laki lain.


" Mama! Iya ma! Jangan khawatir mama sayang. Aku masih selalu menyayangi dan mencintai Andini. Cuma aku masih belum bisa terima jika dia berkhianat dengan aku." ungkap Erlangga.


" Lalu? Apa yang akan kamu lakukan dengan Andini? Apakah kamu akan menghukumnya dengan cara kamu? Mama tidak akan terima jika, kamu melakukan perbuatan yang konyol pada Andini. Atau kekasih nya itu." kata Mama Erlangga.


" Mama! Aku hanya sedikit memberikan pelajaran saja, mama. Supaya jera saja." sahut Erlangga.


" Jangan, Erlangga! Itu akan menjauhkan kamu dengan Andini. Itu sama artinya kamu akan menyudahi status perkawinan kalian, Erlangga." ucap Mama Erlangga.


" Mama! Aku pasti kangen dengan mama." kata Erlangga sambil memeluk mama nya.

__ADS_1


" Kamu mau pulang yah. Salam buat Andini, Erlangga. Dan titip kue buatan mama ini yah." sahut Mama Erlangga sambil memberikan paper bag yang berisi beberapa kue kering.


" Mama memang mertua Andini yang penuh perhatian." kata Erlangga sambil menerima tas paper bag dari mama nya.


" Pesan mama untuk kamu, Erlangga. Jangan pernah kamu berpisah dengan Andini, ya sayang." ucap Mama Erlangga sambil memeluk tubuh Erlangga dan mengusap kepalanya.


" Tapi, aku tidak ingin berjanji ma!" jawab Erlangga akhirnya.


" Demi mama sayang! Mama tidak rela jika kamu harus menikahi Diana, akhirnya." sahut Mama Erlangga.


" Diana? Tidak akan!" ucap Erlangga datar.


" Mama pegang janji kamu, nak! Jadikan pernikahan kamu sekali untuk seumur hidup kamu. Mama sudah sangat cocok dengan Andini." kata Mama Erlangga.


" Iya mama sayang,pilihan mama adalah wanita yang terbaik." sahut Erlangga.


" Pilihan mama? Bukankah Andini kamulah yang mengenalkan ke mama?" ujar Mama Erlangga.


" Iya! Kalau mama menilainya buruk, tidak akan aku teruskan hubungan itu ma!" sahut Erlangga.


" Tidak ma! Andini lagi merindukan laki- laki idaman lain itu dan bukan aku." sahut Erlangga.


" Sejak kapan kepercayaan diri anakku ini hilang yah?" ujar Mama Erlangga.


" Mama!" sahut Erlangga.


" Percayalah dengan mama! Andini hanya terbawa arus sepi saat kamu selalu meninggalkan nya. Hatinya masih ada kamu, nak!" kata Mama Erlangga.


" Benarkah ma?" tanya Erlangga penuh keraguan.


" Percaya dengan mama. Sekarang beri kasih sayang yang full untuk Andini." nasihat Mama Erlangga.


" Baik ma!" kata Erlangga lalu masuk kedalam mobilnya dan mulai menjalankan mobil itu secara perlahan.


Perjalanan yang ditempuh dari rumah mamanya ke rumah sekitar satu jam an. Jalanan tidak terlalu macet. Pikiran Erlangga masih berkecamuk tapi disisi lain ada kerinduan yang terpendam. Pasalnya sudah hampir berminggu-minggu, tidak menjumpai Andini. Hatinya merindukan Andini, tapi ego nya menolak dan berusaha melawan itu semua.

__ADS_1


Erlangga masih teringat kata-kata mamanya.


" Benarkah, Andini juga masih merindukan aku?" tanya Erlangga dalam dirinya sendiri.


" Aku sangat mencintaimu Andini. Aku masih sangat merindukan kamu, tapi aku sangat kecewa jika kamu memang benar-benar terbukti mengkhianati aku. Akan aku patahkan tulang- tulang laki-laki itu jika terbukti membuat hati kamu mengisinya dengan nama laki-laki itu." kata Erlangga geram.


Tidak berapa lama, Erlangga telah sampai di depan rumahnya. Satpam penjaga rumah itupun dengan cepat membuka gerbang masuk rumah itu. Mobil milik Erlangga segera masuk kedalam pekarangan dan terus masuk sampai di garasi mobil rumah mewah yang sudah diatas namakan kepemilikan nya untuk Andini. Kenapa demikian? Erlangga memang sangat mencintai Andini dan tidak ingin berbuat yang bisa menyakiti istrinya suatu hari sehingga Erlangga membelikan rumah itu atas nama Andini supaya dirinya tidak akan menyia-nyiakan Andini dan berkhianat dengan nya. Jika pun berkhianat, Andini tidak akan dirugikan oleh Erlangga.


Hati kecil Erlangga memang benar-benar sangat mencintai Andini tapi gejolak mudanya kadang menginginkan yang lain sehingga ada cinta - cinta yang bisa menggoyahkan iman nya.


" Kamu sudah datang, Erlangga?" tanya Diana yang duduk di sofa melihat Erlangga masuk ke ruangan.


" Kamu kenapa belum pulang juga, Diana?" tanya Erlangga datar.


" Eh astaga! Aku menunggu kamu, Erlangga!" jawab Diana.


" Dimana Andini sekarang?" Tanya Erlangga sambil melangkah masuk ke kamar utamanya.


Diana hanya diam saja melihat, Erlangga masuk ke kamar utamanya. Pintu kamar itu telah dibukanya.


" Malik! Apa yang kamu lakukan terhadap istri aku?" tanya Erlangga dengan suara keras ketika melihat Malik sedang mencium kening Andini yang sedang tertidur.


Spontan saja, Diana berdiri dari duduknya karena mendengar teriakkan Erlangga yang memenuhi ruangan.


" Aku..aku hanya..." ucap Malik yang tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena kepergok Erlangga mencium kening Andini.


Andini yang terbaring dan sedang sakit itu akhirnya terbangun dari tidurnya.


" Mas Erlangga? Malik! Ada apa?" ucap Andini pelan.


" Keluar kamu! Kau keluar sekarang!" teriak Erlangga penuh dengan emosi.


" Pak Erlangga! Aku bisa jelaskan pak!" kata Malik akhirnya.


" Kau ingin menjelaskan apa lagi hah?" ujar Erlangga dan spontan dan cepat memukul sampai berkali-kali wajah Malik.

__ADS_1


Diana hanya bisa berdiri menyaksikan adegan action itu. Andini mulai berdiri dan menahan tangan Erlangga yang sudah membabi buta memukuli Malik sampai mulutnya berdarah. Tidak ada perlawanan dari Malik. Malik hanya pasrah menerima serangan itu.


__ADS_2