Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
ADA KESEMPATAN


__ADS_3

Mungkin saja ini adalah jalan takdirku. Mengagumi sosok mu tanpa cinta darimu. Tetapi asal kan kamu bahagia, tidak menjadi masalah dalam hidupku. Rasa ini telah lama terpendam dan perasaan ini sungguh - sungguh menyiksa batin aku. Aku selalu menunggu hatimu menyambut diriku dalam rasaku yang sudah meledak - ledak seperti bom waktu. Sekali lagi, tidak masalah bagiku. Aku menderita karena rasa cintaku karena aku sudah tergila-gila pada mu.


" Andini!" panggil pelan Erlangga yang membuyarkan lamunannya.


" Eh mas! Sudah mau berangkat kantor?" ujar Andini sambil bangkit dari duduknya dan berdiri merapikan Krah kemeja yang dikenakan Erlangga.


" Andini! Maaf! Hari ini ada dinas luar kota. Semalam aku lupa memberitahu ke kamu. Selama tiga hari ini aku tidak bisa menemani kamu di rumah." kata Erlangga dengan wajah sedih dan bersalah.


" Mas!" sahut Andini pelan.


" Aku telepon Nadia, adikku yah supaya kemari dan menemani kamu di rumah." usul Erlangga akhirnya.


" Tidak perlu mas! Em..aku boleh minta ijin keluar kota juga gak mas?" kata Andini pelan dan ragu - ragu.


Erlangga mulai mengerutkan dahinya. Ada pertanyaan yang seketika muncul di benaknya.


" Kemana sayang?" tanya Erlangga sambil mengusap lembut pipi Andini.

__ADS_1


" Ke Semarang mas!" jawab Andini mulai semangat.


" Ada reuni SMA Minggu ini juga mas." tambah Andini dalam kebohongan nya.


" Oh ya? Kenapa kamu pun tidak cerita tentang hal ini, sayang!" ucap Erlangga.


" Aku ragu - ragu juga mas! Kamu akan mengijinkan aku untuk pergi ke acara reunian itu. Lagi pula acara nya di kota Kelahiran aku mas." alasan Andini.


" Oh sayangku! Aku tentu tidak kolot sayang. Kamu pasti juga kangen bukan, masa - masa sekolah dan kawan - kawan lama kamu." kata Erlangga sambil meraih tubuh mungil Andini.


" Mas! Terimakasih banyak atas kepercayaan nya. Jadi? Mas mengijinkan aku pergi ke Semarang?" ucap Andini dengan mata berbinar senang.


" I love you, Andini!" kata Erlangga di akhir mencium kening dahi Andini dengan rasa kwatir jika berjauhan dan meninggalkan Andini.


" I love you to Mas!" jawab Andini sambil tersenyum manis.


"Andini. Apakah yang kamu pikirkan? Apakah yang akan kamu cari. Jika Erlangga sudah memiliki semuanya. Keromantisan, perhatian, kasih sayang yang tulus, kebahagiaan lahir dan batin yang sangat cukup." batin Andini dengan perasaan yang bersalahnya karena hatinya tidak sepenuhnya lagi terisi nama Erlangga melainkan ada nama pria lain yaitu Malik.

__ADS_1


" Hai Andini! Melamun lagi yah! Ya sudah. Mas berangkat dulu. Dan kamu bersiap - siap lah kalau mau ke Semarang." ucap Erlangga.


" Jangan lupa nanti singgah lah ke rumah kakak kamu yang di Semarang. Jika memungkinkan, kamu tidak perlu menginap di hotel." usul Erlangga.


Andini mengernyitkan dahi nya. Tanda kurang setuju dengan pendapat Erlangga, suaminya.


" Eh...itu kalau memungkinkan loh, sayang. Kalau kamu tidak ingin merepotkan mereka, menginap di hotel lebih baik, sayang. Tapi kabari aku selalu." kata Erlangga seolah bisa membaca pikiran Andini dari ekspresi yang muncul barusan.


" Iya mas!" sahut Andini dengan senyum yang mengembang.


" Eh satu lagi!" sambung Erlangga.


" Apa itu mas?" tanya Andini dengan gemas.


" Jangan CLBK yah!" ucap Erlangga sambil terkekeh.


Andini dengan cepat mencubit pinggang Erlangga lalu dengan semangat memeluk kembali suaminya itu. Seolah pelukan terimakasih karena Erlangga mengijinkan pergi ke Semarang.

__ADS_1


" Andini! Aku pasti merindukan kamu, sayang!" kata Erlangga pelan.


" Aku juga mas!" sahut Andini.


__ADS_2