Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
ROMANTIS SEKALI


__ADS_3

Dilema kini hadir. Keresahan mulai membalut hati. Ketakutan akan sebuah rahasia akan terbongkar. Sampai kapan bisa terungkap. Hati sangat takut dan was-was. Karena hati masih terpikir oleh ikatan suci. Tidak ingin melenceng dari garis lurus. Sedangkan angin sudah mulai berhaluan arah. Melawan arus dari yang semestinya. Sementara sang waktu berjalan diluar garis. Roda - Roda berputar mengelilingi noda - noda yang telah diperbuat. Dalam dunia khayalan dan nyata. Dalam Maya dan wujud.


" Mas!" panggil Andini pelan.


" Iya sayang!" sahut Erlangga sambil menarik batang rokok yang sudah menyala.


" Eh kopi nya mau tambah lagi gak?" tawar Andini.


" Cukup! Nanti tidak bisa tidur." sahut Erlangga sambil mengusap kepala Andini pelan.


Andini tersenyum. Betapa berharganya dirinya di mata Erlangga menjadi istrinya yang paling bahagia dan beruntung. Andini menatap lekat wajah laki-laki yang sudah menjadi suami nya selama kurang lebih tiga tahun itu. Selama itu pun, Andini belum juga ada tanda-tanda untuk kehamilan nya. Mungkin rencana Tuhan berkata lain. Andini sekarang sudah mulai melenceng dari garis lurus sebagai seorang istri. Berselingkuh dan bermain api dengan laki-laki lain. Ini sangat tidak adil bagi Erlangga yang memiliki karakter setia dan penuh tanggung jawab terhadap istri dan juga keluarga besarnya.


" Eh melamun lagi yah sayang?" kaget Erlangga membuyarkan tatapan kosong Andini.


" Eh tidak! Aku hanya mengagumi ketampanan suami aku. Aku baru sadar, kalau suamiku super ganteng." ucap Andini.


" Oh kasihan sekali aku. Kamu baru menyadari itu kah,sayang?" sahut Erlangga sambil merengkuh Andini.


" Hehe!" Andini tertawa kecil.


" Kamu menginginkan apa? Gelagat kamu sungguh - sungguh tidak bisa dibohongi loh, sayang." kata Erlangga menggoda.

__ADS_1


" Eh iya! Aku butuh sopir mas! Jadi kalau aku pergi, mas tidak perlu khawatir lagi." kata Andini.


" Apakah aku tidak cukup untuk menjadi sopir kamu, sayang?" tanya Erlangga sambil tersenyum.


" Mas kan terkadang pergi keluar kota, jadi kita melakukan perjalanan itu bisa dengan sopir pribadi." kata Andini.


" Dan mas tidak perlu capek-capek bukan?" tambah Andini.


" Demi kamu sebenarnya aku rela melakukan apa saja, sayang." ucap Erlangga.


" Mulai merayu lagi nih!" sahut Andini.


" Tidak salah dong! Aku merayu istri aku sendiri loh, sayang! Bukan gadis atau wanita lain." ujar Erlangga.


" Mirna Wati? Yang mana?" tanya Erlangga.


" Mirna Wati bagian resepsionis." jawab Andini sambil tersenyum.


" Oh itu toh! Cantikan juga istri ku loh!" sahut Erlangga.


" Eh? Mulai gombalan maut nya." ucap Andini sambil mencubit pipi Erlangga.

__ADS_1


" Yuk masuk kamar!" ajak Erlangga.


" Ngapain mas?" tanya Andini.


" Memangnya mau ngapain kalau di dalam kamar? Kamu kan istri aku." jawab Erlangga.


" Ih nakal sekali loh mas ini." teriak Andini.


" Hehehe! Ayo istirahat dulu! Besok bangun pagi. Ada jadwal dengan klien-klien perusahaan. Atau kamu ingin buat anak dulu?" ucap Erlangga sambil mengedipkan matanya.


" Hahaha! Mulai deh!" sahut Andini.


" Biarin saja! Kamu kan istri aku loh. Kenapa kamu masih juga malu - malu dengan aku?" kata Erlangga.


" Lebih tepat nya malu - malu in mas!" sahut Andini tersenyum.


" Jadi? Sepakat nih untuk buat adik bayi?" tanya Erlangga dengan senyumnya yang mengembang.


" Mas lagi kepingin banget yah?" tanya Andini.


" Hem! Kalau dikasih mau dan tidak menolak, say." jawab Erlangga genit.

__ADS_1


" Ais!" sahut Andini sambil berlari kecil masuk ke kamar utama mereka.


__ADS_2