Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
JADI SOPIR?


__ADS_3

Apa yang kamu inginkan dari hubungan ini? Jika kamu hanya bermain-main dengan hati kamu. Di samping kamu ada pria yang jelas-jelas menyayangi kamu segenap jiwa dan raga. Perhatian fokus dan tertuju pada kamu. Oh Andini! Apa lagi yang kau cari? Apakah kurang dari sosok Erlangga,suami tercinta kamu itu? Tidakkah kamu bersyukur terhadap apa yang sudah kamu miliki? Kamu bermain - main dalam lembah hitam yang seharusnya tidak kamu jalani.


Kamu tidak akan pernah paham. Kamu tidak akan bisa berkata - kata seperti itu. Jika kamu mengalami dan merasakan derita perasaan ku ini. Sudah sekian lama aku mencoba menghapus rasa. Rasa yang tiba-tiba muncul dan hadir menggetarkan hati dan jiwa. Aku tidak mampu menepisnya. Menolak pun aku tiada kuasa. Rasa ini begitu hebat. Seperti hebatnya kuasa Semesta memporak-porandakan alam beserta isinya. Aku hanyalah manusia lemah dan hina. Tiada mampu menahan rasa dan keinginan. Hasrat ini begitu kuat. Sampai aku tidak kuasa bernafas. Sampai aku tidak berani memejamkan mata. Ketika memejamkan mata. Bayangan nya selalu jelas di pikiran dan pelupuk mata. Aku tidak sanggup untuk menjauh dan menghapus nya. Sedangkan hatiku sudah terpaut dengan namanya. Derita ini sudah sejak lama aku rasakan. Akhirnya semua meletus juga dalam hubungan indah yang nyata-nyata. Antara tubuhku dan tubuhnya sudah menyatu dan melekat dalam asmara. Hubungan yang seharusnya aku tolak. Belum waktunya untuk ter tumpahkan.


Aku tidak bisa berkata-kata. Ketika mata kami saling pandang. Ketika bibir kami bersentuhan. Ketika kami berpelukan. Bau tubuhnya masih jelas di penciuman. Aku bisa apa?


" Andini!" panggil Malik di seberang sana melalui sambungan ponselnya.


" Eh iya! Kenapa Malik?" sahut Andini.


" Kamu baik - baik saja bukan?" tanya Malik akhirnya.


" Iya aku baik - baik saja!" sahut Andini melalui sambungan ponselnya.


" Baiklah! Sabtu ini aku akan datang ke kota mu." kata Malik akhirnya.

__ADS_1


" Hah? Apakah tidak terlalu cepat, Malik?" sahut Andini mulai panik.


" Tidak! Aku sungguh - sungguh kangen kamu, Andini. Aku sungguh jadi gila karena jauh dari kamu. Kamu seperti menghipnotis hidupku. Aku jadi tidak bisa fokus dengan aktivitas aku disini." cerita Malik dengan suara parau karena sesak dadanya.


" Apa? Aku sekarang sudah kembali kerja di perusahaan milik keluarga Erlangga." ungkap Andini masih dengan sambungan ponselnya.


" Apakah ada lowongan, Andini? Aku rela kerja dan pindah ke Medan asal bisa berdekatan dengan kamu, Andini." ucap Malik bersemangat.


" Malik! Kenapa seperti itu? Sungguh ini membuat aku jadi sedih." kata Andini.


" Aku tidak perduli!" ujar Malik di seberang sana.


" Aku bisa saja mencari dan menyerahkan orang untuk mengurus nya." ucap Malik.


" Malik! Jangan lakukan itu, sayang!" kata Andini seperti khawatir dengan segala tekad dan nekat nya Malik.

__ADS_1


" Kenapa? Apakah kamu tidak senang, jika aku dekat dengan kamu?" tanya Malik.


" Aku...aku..aku sangat senang jika kamu di dekat aku. Ta..tapi aku takut, Malik!" ujar Andini.


" Kamu takut, jika Erlangga tahu akan hubungan dan perselingkuhan kita? Apa yang kamu takutkan? Aku bisa membahagiakan kamu. Aku juga tidak kalah kaya nya dengan Erlangga." ucap Malik berapi - api.


" Malik! Jangan sekarang! Aku belum siap." kata Andini.


" Andini sayang! Lakukan sesuatu padaku. Agar aku bisa dekat dan bisa berdampingan dengan kamu setiap hari." kata Malik.


" Malik!" sahut Andini pelan.


" Andini! Tolonglah! Aku sudah tergila-gila pada kamu. Aku tidak bisa jauh dari kamu, sayang." ungkap Malik tanpa gengsi lagi.


" Oke..oke. Baiklah. Kamu bisa buat lamaran ke perusahaan menjadi sopir pribadi." ucap Andini akhirnya.

__ADS_1


" Baiklah! Demi kamu aku rela melakukan apa saja, sayang." kata Malik akhirnya.


" Malik! Kamu membuat aku jadi sedih." ucap Andini akhirnya dan menutup panggilan masuk dari ponselnya.


__ADS_2