Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
KONTRAK


__ADS_3

Masih di kamar hotel.


" Siapa wanita yang ada di kamar bersama aku, Jon?" tanya Erlangga kepada asisten nya yang bernama Jonta.


" Oh itu, wanita biasa. Dia tukang bersih- bersih di tempat ini. Aku menemukan dia sedang membersihkan toilet di gedung ini. Jadi, aku perintahkan dia menemani tuan muda dan...." cerita Jonta yang tidak ia lanjutkan.


" Dan apa, Jon?" tanya Erlangga.


" Hehe.. maaf tuan muda. Saya suruh mengelap badan dan mengganti pakaian Anda, tuan muda." jawab Jonta.


" Jadi? Dia melicuti semua pakaian aku?" tanya Erlangga sambil melotot.


" Iya, tuan muda. Maaf! Pakaian Anda kotor semua karena anda mabok berat." sahut Jonta sambil garuk- garuk kepalanya yang tidak gatal.


Erlangga terdiam untuk beberapa saat.


" Siapa nama wanita itu? Cari dia, dan bawa dihadapan aku." perintah Erlangga.


" Baik, tuan muda! Apakah sekarang juga?" tanya Jonta.


" Nanti malam, disini! Aku ada pertemuan dengan klien hari ini." jawab Erlangga lalu bersiap meninggalkan kamar itu.


*******


Malam hari tiba, di kamar yang sama dan Hotel yang sama. Erlangga sudah duduk di sofa yang panjang sambil menenggak minumannya. Minuman yang bagi dirinya saat ini sebagai teman, sahabat untuk melupakan segala kesepian jiwa nya.


Selang berapa lama, Jonta datang bersama wanita muda yang ditunggu nya.


" Tuan muda!" panggil Jonta kepada Erlangga.


" Oke, kamu boleh pergi!" sahut Erlangga kepada Jonta.

__ADS_1


" Baik tuan muda!" ucap Jonta sambil melirik ke arah wanita muda belia tersebut.


Sesaat Erlangga mengamati, meneliti, menelusuri seluruh tubuh wanita muda yang masih sangat beliau itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.


" Hem, siapa nama kamu?" tanya Erlangga seolah melihat wanita muda itu sangat murahan.


" Zenna!" jawab wanita itu singkat.


" Zenna? Nama yang aneh!" ucap Erlangga sambil meminum minuman yang beralkohol itu.


Cukup lama masih diam tanpa ada kata yang keluar diantara mereka.


" Baiklah! Aku ada kerjaan untuk kamu." kata Erlangga akhirnya.


" Tapi saya sudah bekerja, tuan." sahut Zenna.


" Berapa gaji kamu, hah?" Tanya Erlangga sedikit keras suaranya.


" Kurang lebih dua juta, tuan." jawab Zenna.


"Tinggalkan pekerjaan kamu dan ikutlah aku." ujar Erlangga.


" Berapa gaji yang akan tuan berikan ke saya?" tanya Zenna.


" 500 juta! Cukup besar bukan? Dan aku akan memberikan satu Milyar saat ini juga kepada kamu, jika kamu bisa memenuhi syaratnya." kata Erlangga.


Zenna mulai berpikir, jaman sekarang mana ada dengan mudah nya mendapatkan gaji sebesar itu tanpa pengalaman kerja dan basic pendidikan yang tinggi. Zenna mulai bepikir dengan uang itu, dia akan kembali hidup lebih layak bersama ibu nya. Memiliki tempat tinggal yang memadai, kebutuhan makan, minum, obat- obatan juga pakaian akan terjamin.


" Baiklah tuan. saya Terima dengan senang hati." kata Zenna akhirnya.


Untuk sesaat Erlangga terdiam lalu tersenyum kepada Zenna.

__ADS_1


" Apakah kamu tidak bertanya, pekerjaan apa yang akan kamu lakukan?" tanya Erlangga.


Zenna terdiam lalu akhirnya mengkerut kan dahinya tanda ingin penjelasan dari Erlangga perihal pekerjaan apa yang akan ia lakukan.


" Pekerjaan kamu cukup enak. Kamu hanya menjadi istri kontrak aku." terang Erlangga.


" Apa?" ucap Zenna seketika membulat.


Erlangga hanya tersenyum melihat reaksi dari Zenna.


" Kenapa? Apakah kamu sudah memiliki seorang kekasih?" tanya Erlangga.


" Tidak! Tidak! Aku belum punya kekasih maupun pacar. Aku masih jomblo." sahut Zenna.


" Bagus! Itu lebih baik! Karena aku tidak menyukai jika wanitaku nanti akhirnya mengkhianati aku. Jika itu terjadi, peluru di dalam pistol ini, akan meluncur dan bersarang di jantung kamu." ucap Erlangga.


" Pikirkan ini baik- baik, Zenna. Kehidupan yang layak dan mewah akan kamu dapatkan. Rumah tinggal bersamaku dan juga gaji yang cukup besar. Apalagi?" terang Erlangga.


" Baik! Baik! Aku mau?" sahut Zenna.


" Hahaha. Bagus!" kata Erlangga dengan suara keras.


" Lalu, satu milyar itu? Apa yang akan aku lakukan?" tanya Zenna.


" Tentu saja, malam ini kalau kamu bisa membuat aku puas dan senang, akan ku beri uang dengan sejumlah itu. Dan syarat nya adalah kamu belum pernah disentuh laki-laki manapun alias hutan itu masih alami tidak pernah terjamah oleh tangan- tangan usil manusia." kata Erlangga.


Zenna terdiam cukup lama. Pandangan mata Zenna ada tanya yang besar terhadap Erlangga. Laki-laki sekeren dan sekaya dia kenapa bisa tidak bermoral seperti itu. Apa yang menyebabkan laki-laki di hadapannya itu bisa merendahkan wanita dengan caranya.


" Kenapa kamu terdiam? Apakah kamu pernah melakukan hubungan dengan lawan jenis itu, sehingga kamu sudah tidak suci lagi?" tanya Erlangga.


" Tidak! Aku.. aku masih perawan. Kamu... kamu bisa membuktikan itu." kata Zenna pelan sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Hahaha. Jadi kamu mau? Dan menyetujui kontrak dengan aku, gadis?" ucap Erlangga sambil mengangkat dagu Zenna lalu mendekati bibirnya yang merah merekah siap untuk di telan.


"


__ADS_2