Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
PERJALANAN DEMI RINDU


__ADS_3

Keheningan malam.



Malam berselimutkan kabut sepi. Tanpa suara gaduh mu buatku emosi. Terguncang karena amarah sementara waktu. Tak mampu meredam getaran rasa bom waktu rindu. Keheningan mampu memecah lamunan dan khayalan. Meraih jari - jari mu lentik nan indah. Wahai bayangan yang mampu mengacaukan alam bawah sadar ku! Menjadikan mati suri jiwaku. Dalam kerinduan tak bertepi. Kata - kata mu seperti anak panah menusuk hati. Mampu merobek ketenangan aliran darah ini. Berdebar keras memekakkan naluri. Amarah mu bak belati. Menghunus jantungku mengalir darah jiwa mudaku. Lalu kau taburi garam hingga pedih perih ngilu batin ini. Tapi aku tidak juga jera oleh kesakitan keheningan malam. Semakin larut dan tenggelam dalam bayangan semu menyesatkan arah. Aku lelah dan pasrah. Mengaku kalah karena hasrat tersimpan dalam peti. Dalam rasa diam dihati ingin meledak tercurahkan. Hanya padamu. Wahai bayangan yang menyesatkan jiwa raga.


Andini mulai mengemasi pakaian nya dan masukkan nya ke dalam koper. Tekadnya sudah bulat untuk menjumpai Malik di kota Semarang. Di raihnya ponsel yang di letakkan di atas meja. Andini mulai menghubungi Malik. Akhirnya tersambung dengan orang yang dimaksud.


" Malik! Hari ini aku ke Semarang." kata Andini melalui panggilan keluarnya dengan ponsel nya.


" Benarkah?" sahut Malik dengan semangat melalui sambungan teleponnya.

__ADS_1


" Apakah kamu senang, Malik? Jika aku ke Semarang sekarang?" tanya Andini melalui sambungan jarak jauh itu.


" Tentu saja sayang! Aku sangat menginginkan kamu datang menjumpai aku." ucap Malik girang di seberang sana.


" Jadi, kemarin kamu marah dengan aku?" tanya Andini.


" Tentu saja! Kamu selalu menunjukkan kemesraan antara suami kamu di sosmed. Apakah kamu tidak memikirkan perasaan ku?" ucap Malik di seberang sana.


" Tentu Andini sayang! Aku sangat - sangat merindukan kamu! Aku tunggu kedatangan kamu sayang!" ucap Malik.


" Oh iya, akan aku persiapkan semua nya sekarang." tambah Malik di seberang sana dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


" Malik! Terimakasih untuk semua nya!" ucap Andini lalu mengakhiri panggilan keluar nya ke Malik.


Andini tersenyum manis. Bayangan akan perjumpaan nya dengan Malik sudah menari - nari di pelupuk matanya. Hati nya sangat gembira. Malik menyambutnya dengan penuh semangat. Inilah jatuh cinta yang dirasakan oleh Andini. Setiap hari yang dirasakan nya adalah kegelisahan, kegalauan, kerinduannya bahkan khawatir terhadap Malik. Saling salah paham, saling marah karena rindu dendam yang terpendam.


Andini mulai berangkat menuju kota Semarang. Kota kelahiran sekaligus kota dimana banyak kenangan manis dan indah sewaktu sekolah. Perkenalan dengan Malik sangatlah singkat. Tetapi rasa itu melekat dan tidak bisa terhapus kan.


" Malik! Aku akan datang ke kota mu. Kota yang memberikan banyak kenangan manis dan terindah ketika masa - masa remaja kita. Tetapi kenapa harus sekarang rasa ini ada. Kenapa tidak dari dulu, ketika kita masih sama - sama duduk di bangku sekolah. Apakah kita tidak berjodoh di masa itu. Lalu kenapa harus sekarang, kita di berikan rasa ini?" pikir Andini dalam perjalanan menuju bandara.


" Erlangga! Maafkan aku. Aku sudah mengkhianati kamu, walaupun aku masih selalu bermain - main dengan hatiku. Walaupun hubungan aku dengan Malik masih belum jauh. Tetapi ini bisa menjadi jembatan bagi kami untuk melakukan perselingkuhan besar di pernikahan kita." pikir Andini mulai gelisah dan ragu - ragu.


" Tetapi aku tidak bisa menolak perasaan ini, Erlangga. Aku harus bagaimana? Kalau kamu mengetahui, akan kenakalan aku. Apa reaksi dari kamu, Erlangga? Apakah kamu akan menceraikan aku? Sedangkan aku pun sudah sangat tergantung dengan kamu. Kamu tidak ada celah keburukan dari sisi kamu. Kamu adalah suami sempurna di mata aku. Tetapi kenapa aku sangat tega, melakukan pengkhianatan ini?" pikir Andini dalam lamunan nya.

__ADS_1


Andini kembali beralih dengan bayangan Malik. Senyum bahagia kembali tersungging di bibirnya. Rasa kerinduan yang hebat menyelimuti diri Andini. Andini sudah tidak mampu menahan rasa rindu itu terhadap Malik. Hanya Malik lah yang sudah menguasai alam pikirannya saat ini. Dalam perjalanan panjang menuju kota Semarang yang memberi bayangan dan harapan indah ketika berjumpa dengan Malik. Sosok yang di dambakan dalam angan-angan nya.


__ADS_2