Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
JANJI TIDAK AKAN MENGULANGI


__ADS_3

Hujan deras turun ke bumi. Membasahi kering nya hati dalam dahaga kasih. Jiwa resah karena penyesalan. Akan ulah dan perbuatan yang sudah di lewati. Aku jatuh dan tersungkur dalam kehinaan ini. Bersama mu bergelimang lautan dosa. Sudahi lah semua dan kembali ke jalan tepi. Berusaha merenungi yang telah terjadi. Tidak ingin berlarut dalam dunia ini. Dunia yang menuruti kemauannya hati dan rasa yang tak terkontrol kini.


" Malik!" kata Andini pelan dalam dekapan hangat tangan kokoh Malik.


" Hem? Iya sayang? Ada apa?" sahut Malik dengan lembut.


" Apakah kamu sangat menyayangi aku?" tanya Andini dengan suara parau.


" Pertanyaan macam apa itu?" kata Malik sambil membelai rambut Andini pelan.


" Aku ingin meminta satu hal padamu." ucap Andini.


" Apa itu?" sahut Malik masih dengan tangannya yang kokoh memeluk hangat Andini.


" Aku ingin, ini yang terakhir kalinya kita melakukan hubungan fisik. Aku ingin kita kembali mengesampingkan segala keinginan dan segala nafsu syahwat yang ada. Aku ingin segala nya kembali berjalan seperti dahulu." kata Andini dengan lancar.


" Malik! Kamu mau bukan?" tambah Andini.


" Iya! Aku akan berusaha menahan gejolak itu." jawan Malik tegas.

__ADS_1


" Terimakasih Malik!" sahut Andini.


" Tapi bukan berarti aku bisa dengan mudah mengubur perasaan ku padamu Andini." ujar Malik.


" Iya! Aku tahu. Aku pun tidak akan mudah memusnahkan segala rasa ini padamu. Hanya saja, hubungan ini sudah terlalu jauh. Aku tidak ingin kita terperangkap dalam cinta yang penuh dengan noda."


ucap Andini.


" Iya! Kamu benar. Tidak seharusnya kita melakukan ini. Tapi rasa ini biarlah mengalir dan terpatri dalam hati ini, Andini. Sampai waktu kembali berpihak kembali kepada kita." ucap Malik dengan bijak.


" Maafkan aku Andini. Aku lah yang menyebabkan kamu menjadi wanita yang tidak setia dengan pasangan hidup kamu." Tambah Malik.


" Aku tahu. Tapi bolehkah aku masih boleh menyayangi kamu Andini. Merindukan kamu adalah suatu kebahagiaan bagi aku." ujar Malik.


" Kita sama-sama memiliki rasa dan memendam rasa yang sama. Menggenggam segala kerinduan ketika kita saling berjauhan. Perasaan yang tiba-tiba datang dan hadir tanpa kita rencanakan. Semua harus kita kendalikan. Rasa ini biarlah ada. Tetapi yang terpenting, kita jangan sampai melewati batasan ini lagi. Kamu harus tetap menghargai aku sebagai istri Erlangga. Cukup sampai disini, hubungan fisik seperti ini. Walaupun kita dalam penderitaan dan siksaan batin. Benteng dan pertahanan ini harus kembali kuat seperti dahulu. Kamu sanggup bukan?" ucap Andini.


" Lalu Untuk apa aku datang di kota mu. Jika aku harus berusaha menepis semua ini? Ini sungguh siksaan bagi aku Andini." sahut Malik.


" Siksaan bagimu? Apakah tidak bagiku juga?" kata Andini.

__ADS_1


Malik membelalakkan matanya. Dia tidak akan mengira, jika nasib perjalanan cinta nya jadi serumit ini.


" Jadi gimana? Kamu bisa kembali lagi ke Semarang kalau tidak sanggup." kata Andini.


" Huh! Sudahlah! Aku akan coba jalani semua ini dahulu. Demi melihat kamu setiap hari, kurasa sudah sangat cukup bagi aku, Andini." ucap Malik sambil membelai rambut Andini.


" Malik! Segitu besarnya kah sayangmu ke aku?" tanya Andini.


" Kenyataannya seperti itu. Saat ini aku masih tergila-gila pada kamu. Entah esok hari nanti." ujar Malik.


" Oh ho! Baiklah! Aku berdoa, semoga kamu bisa menemukan wanita yang lebih baik dari aku." sahut Andini.


" Hehehe! Terus begitu loh! Kamu tidak sedang marah kan?" tanya Malik.


" Tidak! Aku sungguh- sungguh mendoakan kamu seperti itu. Agar aku pun tidak terjerat oleh cinta mu itu. Bagiku ini adalah siksaan batin aku, Malik. Jadi bukan hanya kamu, tapi aku pun demikian halnya. Karena aku tidak bisa mengambil keputusan tegas untuk meninggalkan Erlangga, padahal nyata - nyata pikiranku masih tertuju pada kamu." cerita Andini.


" Benarkah? Berarti, aku sudah memenuhi ruang hati dan pikiran kamu, Andini?" tanya Malik.


Andini hanya mengangguk pelan. Senyuman nya mengembang. Hari ini atau esok nanti mungkin saja mereka tidak akan saling menyapa lagi. Mereka akan kembali fokus ke dunia nyata dan tidak terpaku dalam angan-angan kosong dalam imajinasi cinta yang mereka ciptakan sendiri. Aku dan kamu adalah punya rasa yang sama. Dan akan berusaha menekan itu semuanya. Agar semua berjalan dan kembali seperti sedia kala. Terlalu naif bukan?? Apakah mungkin bisa berjalan dan dilalui sesuai niat dan rencana? Sedang kan mereka kini sudah saling berdekatan.

__ADS_1


__ADS_2