Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
TERJADILAH SUDAH


__ADS_3

" Malik!" panggil Andini pelan.


" Hem?" sahut Malik sambil menatap wajah Andini.


" Aku pergi sekarang yah?" ucap Andini.


Malik hanya diam terpaku berusaha mengikhlaskan Andini yang sudah menuju ke pesawat yang akan di tumpangi nya. Tatapan nanar dan masih belum ikhlas terlihat jelas dalam ekspresi Malik.


" Malik?" panggil Andini lagi.


" Iya sayang!" sahut Malik sambil meraih tangan Andini lalu menggenggam nya erat.


" Aku pasti merindukan kamu, Malik." ucap Andini menyakinkan Malik.


" Iya, aku tahu itu." sahut Malik lalu mencium punggung tangan Andini dengan lembut.


" Aku pergi yah?" ujar Andini.


" Sebentar lagi. Aku masih belum sanggup,jika kamu pergi sekarang." kata Malik.


" Erlangga, malam ini sudah perjalanan pulang. Dan aku harus tiba, sebelum dia sampai di rumah." cerita Andini.


" Erlangga.. Erlangga! Tidaklah kamu bisa tidak menyebut namanya di depan aku." kata Malik yang dengan cepat berjalan meninggalkan Andini.


" Eh? Malik!" teriak Andini dengan mengejar Malik.

__ADS_1


Malik berjalan cepat menuju parkiran mobilnya. Di susul Andini di belakang nya. Malik dengan cepat masuk ke dalam mobilnya. Andini pun akhirnya meninggalkan bandara mengikuti Malik yang sudah didalam mobilnya.


" Malik!" panggil Andini pelan.


Malik hanya diam dan menyalakan mobilnya dan akhirnya mobil itu melesat meninggalkan bandara. Keberangkatan pesawat jam 10.00 wib. Dan pesawat sudah akan segera diberangkatkan. Andini hanya diam dan terpaku. Apakah tiket pesawat nya akan hangus kali ini. Hanya karena Malik tiba - tiba merajuk karena cemburu buta nya?


Mobil itu melaju kencang menuju kediaman Malik. Pak Didik menatap sepasang laki - laki dan perempuan yang masuk dalam rumah yang mewah dengan dekorasi yang modern. Taman - taman yang ditata rapi oleh tangan terampil Pak Didik menambah kesejukan dan kedamaian rumah milik Malik itu.


Malik segera masuk ke dalam kamar utamanya. Dibantingnya pintu kamarnya keras - keras. Andini sontak terkejut dengan sikap Malik yang kasar.


" Malik!" panggil Andini yang berlari kecil mengejar Malik dan masuk dalam kamar utama milik Malik.


Malik melepas jaket jeans nya. Kaos oblong nya yang berwarna hitam membuat kesan seksi tubuhnya.


Pelukan Andini mulai meredam emosi yang tiba - tiba muncul dari Malik. Tapi Malik masih diam mematung tidak ada balasan pelukan Andini. Andini mulai nakal. Dilepasnya koas oblong yang melekat di badan atletis milik Malik. Kini tangannya beralih ke celana panjang jeans milik Malik. Malik hanya diam mematung. Kini giliran Andini, satu persatu yang melekat di badannya di lepasnya. Tangannya yang nakal mulai bereaksi membangunkan urat - urat sensitif milik Malik. Malik di dorongnya ke pembaringannya. Masih diam dan tidak ada pergerakan.


Andini mulai merayap dan membuat gerakan - gerakan yang membangkitkan syahwat Malik. Bukan tidak berpengalaman oleh seorang Andini. Karena dia wanita yang sudah beristri yang sering melakukan hubungan badan dengan suaminya. Memuaskan pasangan nya adalah pekerjaan yang mudah baginya.


Andini mulai menyentuh bibir seksi Malik dan turun ke bawah. Membuat getaran hebat Malik. Malik masih diam menerima perlakuan khusus Andini. Malik pasrah dan menikmati semuanya. Dalam mata yang terpejam menerima segala sentuhan dari Andini.


" Malik!" kata Andini pelan.


" Ini yang kamu mau bukan?" tambah Andini.


Malik masih memejamkan matanya. Andini masih dengan posisi nya. Menimpa tubuh Malik dan menguasai nya. Malik laki - laki normal. Tentu saja dirinya bangkit dengan segala hasratnya.

__ADS_1


Andini menguasai Malik. Akhirnya Andini melalui semua serangannya terhadap Malik.


" Andini!" teriak Malik akhirnya setelah Andini mulai menguasai dirinya.


" Tidak apa-apa! Aku sudah ikhlas." sahut Andini pelan dan tersenyum menatap Malik yang mulai respon dengan segala rangsangan yang diberikan oleh nya.


Akhirnya pasangan itu melakukan pertempuran sengit selayaknya suami istri. Dan semua sudah terjadi. Perzinahan itu terjadi sudah. Benteng kokoh dari seorang Malik akhirnya tembus juga oleh godaan seorang Andini. Demikian juga Andini. Andini tidak bisa mempertahankan kesetiaan nya sebagai seorang wanita yang setia terhadap suaminya.


" I love you, Andini!" ucap Malik pelan.


" I love you to!" sahut Andini.


Tidak sadar satu butiran bening ada diujung mata Andini. Tangis yang penuh penyesalan. Tapi semua adalah keinginan nya. Ia ingin memberikan kebahagiaan itu pada Malik. Demikian juga Malik. Ia ingin membuat kedamaian hati Andini.


"Aku akan mengejar kamu, sampai ke ujung langit pun akan aku kejar. Aku tidak akan peduli lagi, bahwasanya kamu adalah milik orang." ucap Malik mulai bertekad.


" Malik!" sahut Andini sambil membenamkan kepalanya di atas dada bidang milik Malik. Malik mengecup pelan dahi Andini. Dan tangannya yang kekar membelai rambut panjang milik Andini.


" Kamu menyesal, Andini?" tanya Malik.


Andini hanya menggeleng kan kepalanya pelan. Hanya butiran air mata yang jatuh di dada bidangnya Malik.


" Jangan kwatir! Aku akan selalu bertanggung jawab atas semuanya. Karena aku sungguh mencintai kamu sepenuh hati seperti aku mencintai hidupku sendiri." ujar Malik.


" Iya! Aku tahu itu!" sahut Andini.

__ADS_1


__ADS_2