
Rindu nya senja. Selamat pagi senja. Apa kabarmu sore ini? Masihkah sama hatimu bagai lalu? Masihkah kau merindukan rembulan yang jelas - jelas tak akan mungkin bertemu? Sudahlah, lupakan saja rembulan itu! Dia jelas bukan untuk mu. Takdirnya untuk dimiliki malam. Bukan untuk dirimu wahai senja! Rindumu tak bisa di paksa. Takdirmu tak bersamanya.
Sedangkan malam bergelayut dengan bulan. Sedangkan bulan merindukan bertebaran bintang yang indah. Sedangkan angin malam bertiup mencari celah-celah kecil jendela. Mengintip sang putri yang tertidur pulas.
Mungkin hari ini aku bisa menikmati rasa ini karena kamu begitu dekat. Mungkin kali ini aku lah orang terbahagia karena bisa menguasai kamu dalam pelukan hangat. Mungkin kali ini aku menjadi sosok yang nakal karena berani menyentuh bibirmu yang selalu tersenyum merekah. Mungkin aku akan menjadikan permaisuri ku walau untuk sesaat. Paling tidak! Aku bisa dan sempat meraih tubuh mu dalam detak jantungmu yang tidak beraturan. Paling tidak! Aku bisa merasakan hangatnya hembusan nafas mu yang bergelora.
Walau sesaat! Bagiku ini adalah syurga ku. Bagiku ini adalah hadiah dari Maha Semesta yang langsung dikirimkan untuk ku. Karena kamu sangat lah berharga. Karena kamu begitu indah. Karena kamu begitu sempurna. Menjatuhkan hatiku dalam pilihan ke jantung mu.
Bahagiakan lah aku kali ini. Walaupun kamu hanya berpura - pura tersenyum tulus. Walaupun kamu bersandiwara untuk membuat aku tenggelam. Walaupun penuh kepalsuan. Aku ingin menikmati itu semua. Bersamamu wahai wanita. Sosok yang tiada cela. Dimataku engkau sungguh membuatku terpesona.
" Hai Malik! Apa yang kamu lihat?" ucap Andini membuat kaget Malik yang sedari tadi memandangi Andini yang sedang melahap makanan nya.
" Oh ho! Andini! Kamu membuat aku kaget loh!" sahut Malik.
" Habis lihatnya sampai melotot tidak berkedip seperti itu sih." ujar Andini masih dengan mengunyah makanan nya.
__ADS_1
" Habis kamu selalu cantik dan menawan." kata Malik sambil tersenyum dan mengambil juz mangga kesukaan nya.
" Kamu tidak makan, Malik?" tanya Andini sambil memaksa menyuapi Malik dengan satu tusuk sate kambing itu.
Malik membuka mulutnya sambil tersenyum masih terus menatap Andini.
" Malik! Sudah dong! Kamu ini seperti tidak pernah melihat aku saja loh! Kamu makan lontong nya yah." kata Andini sambil memberikan suapan lontong yang sudah di lumuri sambel kacang ke mulut Malik. Malik pun membuka mulutnya.
" Aku sangat bahagia, Andini. Rasa nya kenyang jika sudah melihat kamu makan." sahut Malik.
" Ais! Jangan seperti ABG dong! Makan lah kamu, Malik!" ucap Andini sambil menyuapi lontong sate itu.
" Malik! Terimakasih banyak ya." sahut Andini.
" Andini! I love you!" ucap Malik pelan sambil menyentuh pipi Andini.
Andini mengambil tangan Malik yang menyentuh pipinya. Tangan itu di raihnya dan di kecup nya perlahan.
__ADS_1
" Aku sangat bahagia, berjumpa dengan kamu. Rasanya aku seperti tidak takut dosa kalau sudah bersama kamu." cerita Andini sambil tertawa kecil.
" Kalau aku masih takut, Andini. Bagiku, kamu adalah dunia dan syurga ku. Aku akan menjaga kamu. Walaupun akhirnya sangat ingin memiliki kamu sepenuhnya malam ini." cerita Malik.
" Malik!" panggil Andini pelan.
" Jangan kwatir! Aku tidak akan berbuat macam-macam dengan kamu, Andini." ujar Malik lagi. Kata - kata ini sudah berapa kali keluar dari mulut Malik.
" Kalau aku menginginkan kamu malam ini, apakah kamu akan menolaknya?" tanya Andini seperti menguji ketahanan Malik.
" Aku...aku...aku tidak berani menolak itu semua, jika kamu menginginkan nya." jawab Malik dengan gugup dan rona wajah memerah.
" Ha-ha-ha!" Andini terkekeh melihat reaksi Malik.
" Andini! Kamu jahat!" sahut Malik sambil memeluk Andini dengan erat.
" Malik! Aku masih makan!" kata Andini.
__ADS_1
" Oh iya! Maaf sayang!" ucap Malik akhirnya sambil melepaskan pelukannya.