
Luka ini lebih sakit di banding luka yang berdarah. Sakit nya tidak terlihat tapi sangat menusuk tepat di jantung. Kamu tidak perlu ikut merasakan kesakitan ini, biarkan aku saja yang menanggung rasa sakit ini. Aku tidak akan rela jika mengalami kepedihan yang ku rasa. Biarlah kan ku telan lara ini. Seiring waktu akan ku terbiasa dengan beban derita ini.
Semua sudah terungkap. Kemarahan tidak bisa ditepis kan. Mungkin saja, aku dan kamu akan sulit merasakan indahnya pertemuan. Rasa ini dan rasa itu biarlah menjadi cerita masa lalu. Dan masa depan tidak akan lagi kita ungkap lagi. Kecuali jika Tuhan mentakdirkan kita kembali bersatu. Akan aku rengkuh lagi kehangatan itu. Agar aku bisa merasakan betapa damainya cinta itu bersama kamu. Tapi aku tidak sanggup, jika harus menatap sedih mu. Tapi jika Tuhan menghendaki lain untuk kita saling melepaskan rindu.
*******
Di bangsal rumah sakit, Malik masih berbaring. Di sampingnya ada seorang wanita setengah baya yang begitu perhatian menemaninya. Pandangan wanita itu, penuh dengan kesedihan. Betapa tidak, anak laki-laki satu-satunya kini dalam kondisi yang memprihatinkan. Luka bakar di sekujur tubuhnya membuat tangis dan air mata wanita itu mengalir tak terbendung. Tangan nya mengusap dengan kasar air mata yang jatuh di pipinya.
__ADS_1
" Malik!" panggil wanita itu tidak lain adalah mama dari Malik.
" Mama! Maafkan Malik ma! Malik tidak mendengar nasihat dari mama." kata Malik pelan sambil menahan sakit dari lukanya. Banyak perban hampir merata di seluruh tubuh nya.
" Malik! Sudahlah! Yang telah terjadi biarlah berlalu. Kamu sekarang harus semangat, supaya kamu bisa cepat pulih. Setelah ini, kita akan lakukan operasi supaya kamu bisa seperti dahulu. Berapa pun biaya nya, mama tidak perduli." ucap Mama Malik memberi semangat.
" Siapa pun orangnya yang membuat kamu seperti ini, suatu hari nanti pasti akan mendapatkan balasan nya. Mama sungguh tidak rela. Anak kesayangan mama, sampai dibuat cacat seperti ini." tambah Mama Malik dengan suara bergetar.
" Anakku sayang! Kamu harus semangat. Kamu akan kembali pulih seperti sedia kala. Bila perlu kita akan menjalani operasi wajah, di luar negri." kata Mama Malik memberi semangat.
__ADS_1
" Mama! Hidupku serasa tidak ada artinya jika tanpa Andini, ma!" kata Malik pelan.
" Malik! Jangan sebut wanita itu lagi, nak. Di dunia ini, bukan dia wanita satu- satu nya yang cantik. Kamu bisa mendapatkan satu, dua, atau tiga sekaligus kalau mau. Kamu jangan terpaku dengan dia, sayang." sahut Mama Malik geram.
" Mama! Memang benar apa yang dikatakan mama. Tetapi untuk memiliki rasa cinta yang sebesar ini, mana aku bisa mudah untuk mendapatkan dari wanita lain, ma. Mungkin ini terlalu bucin tapi kenyataannya memang aku sangat sulit menepis nya." keluh Malik.
" Kamu pasti bisa melupakan nya, sayang. Lambat laun, kamu akan mampu melawan perasaan itu semua. Karena dia wanita yang sudah bersuami. Kamu salah! Dan sangat salah, sayang!" ucap Mama Malik.
" Iya mama! Cinta ini sungguh membuat aku buta, mama. Maaf kan aku, ma! Aku selalu tidak mendengar nasihat Mama. Tapi rasa cinta ini membuatku gila, ma." kata Malik dengan butiran air mata yang keluar karena kesedihan nya.
__ADS_1
" Kamu harus kuat! Kamu harus kembali berdiri tegar, sayang. Tanpa dia yang selalu membayangi langkah kamu. Kecuali jika dia akan berjodoh dengan kamu, di kemudian hari." kata Mama Malik dengan lembut sambil mengusap butiran air mata di pipi Malik.