Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
MALIK OH MALIK


__ADS_3

Jika bersamamu hatiku tenang. Dekat dengan mu jiwa ku tak lagi resah. Ketenangan telah aku dapat ketika berada di sisimu. Apakah aku sanggup jika berjauhan kembali denganmu. Hatiku sudah terpaut namamu. Ketentraman telah aku peroleh dengan mu. Ada apa dengan aku sekarang? Apa yang aku inginkan darimu. Sedangkan aku sudah menjadi milik orang. Bukan kamu laki - laki yang memiliki ku. Apakah ini benar? Apa yang akan aku putuskan sekarang?


Jika kamu dalam keraguan. Jangan kamu paksakan melangkah. Jika kamu dalam ketidakpastian. Berdirilah diam sampai hatimu menyuarakan langkah selanjutnya. Baik benar dan salah hanyalah kamu yang bisa menentukannya. Orang di sekitar mu hanyalah menilai dari yang dilihat. Mereka tidak merasakan apa yang kamu rasakan. Siksaan beban rasa cinta yang menghimpit dada. Rasanya sungguh menyesakkan dan menyiksa raga.


Aku tidak akan menodai rasa sayang ini. Aku akan menjaga mu seperti fajar yang setia menunggu mentari terbit. Kamu adalah cahaya mentari itu. Kamu mampu menyinari terangnya hatiku ketika kerinduan membuat gelap mataku. Ketika kangen menyelimuti kalbu. Ketika rindu dendam seperti membunuhku. Ketika kangen membuat aku melayang ketika memijakkan kakiku di muka bumi ini. Nyawaku seperti separuh pergi. Dan kamulah yang mencuri dan membawa nya pergi. Jangan lagi jauh dan menjauhiku lagi. Bersamaku selalu di sini. Temani lah hatiku dalam hembusan nafas mu yang hangat. Menghantarkan tidurku dalam tertutup mata ini. Damai lah bersamaku di tempat ini.


" Malik!" panggil Andini yang terbaring di kasur empuk penginapan tidak jauh dari tempat wisata air terjun itu.


Malik berbaring di sofa yang letaknya tidak jauh dari Springbed empuk yang ditiduri Andini.


" Iya! Ada apa Andini? Kamu belum tidur?" tanya Malik yang mulai mendudukkan pantatnya setelah panggilan lembut Andini.


" Kamu bisa tidur di sampingku, kalau mau." ucap Andini.


" Tidak! Aku disini saja." sahut Malik dengan senyum khas nya.

__ADS_1


" Kemari lah Malik! Dekat aku disini!" ajak Andini pelan.


Malik mulai naik di peraduan itu. Di dekatinya bidadari cantik bagi Malik itu. Tangannya mulai mengusap lembut rambut panjang milik Andini. Belaian itu membuat Andini semakin terkesima akan kasih sayang Malik terhadap dirinya.


" Malik!" panggil Andini sambil meraih tangan Malik yang sibuk membelai rambutnya.


" Iya Andini!" sahut Malik pelan nyaris berbisik.


" Aku kangen!" kata Andini dengan bola mata yang mulai berkaca.


" Aku boleh mencium bibir kamu, Malik?" kata Andini dengan bola mata yang memohon.


Malik hanya menatap wajah Andini. Malik tidak percaya Andini seperti memohon padanya.


" Kamu mau apa? Lakukan saja. Aku akan diam." ujar Malik.

__ADS_1


Andini mulai menyentuh kedua pipi Malik dan mendekatkan wajah itu. Bibirnya mulai di dekatkan di bibir milik Malik. Malik hanya menatap Andini dalam berusaha mengecupnya. Mata nya yang indah milik Andini kini di pejamkan nya. Seperti anak remaja yang masih takut - takut untuk memulai berciuman.


Andini mulai menyentuh bibir milik Malik. Perasaan hangat mulai dirasakannya. Malik hanya menatap tajam semua yang dilakukan Andini terhadap dirinya tanpa ada reaksi dan balasan. Baginya ini adalah siksaan terbesar baginya. Malik harus menahan diri dari gejolak rasa nya. Bukanlah mudah untuk menahan itu semua. Ini adalah derita bagi kaum laki - laki yang dengan sekuat tenaga menahan diri.


" Malik! Kamu tidak membalasnya?" kata Andini.


Malik hanya tersenyum melihat Andini.


Matanya yang mulai meredup dan jantungnya mulai berdetak kencang menjadikan senyum Malik sedikit dipaksakan.


" Lakukan apa yang ingin kamu lakukan padaku. Aku rela sekarang." ucap Andini dengan mata sedikit berkaca.


" Tidak Andini! Sudah larut malam. Tidurlah! Aku menemanimu disini." kata Malik dengan berbisik.


Suara Malik agak parau karena menahan detak jantung yang tidak beraturan. Ini sungguh siksaan baginya. Tapi semua ia lakukan karena sangat menghargai Andini. Andini yang sangat di sayangi nya. Walaupun hati kecilnya sangat menginginkan Andini menjadi miliknya malam ini. Tapi tidak! Malik tetap tidak ingin merusak semua nya. Semua itu akan menjadi siksaan besar nanti nya ketika berjauhan. Rasa ketergantungan dengan Andini dan ketika rindu itu datang akan menjadi siksaan yang semakin besar.

__ADS_1


__ADS_2