Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
DUA TAHUN TELAH MERUBAH SEMUANYA


__ADS_3


Hari-hari akan berkabut. Langit mendung duka dan akan jatuh. Jatuhnya air terkumpul dalam bejana itu. Namun tidak semua mampu bergabung dalam kesedihan itu. Sebelum semua itu terjadi, bantu aku bangkit dalam semangat baru. Semangat supaya tidak lagi terjatuh dalam gelap mendung bercampur kelam.


*******


" Nah, kamu akan menjadi orang lain dengan wujud yang baru." kata wanita yang selalu rajin membentuk wajah Andini dan merubah segalanya menjadi lebih sempurna kembali.


Di tempat yang jauh dari negeri. Di tanah yang bukan lah kelahiran dari Andini. Putra telah membawa Andini jauh ke negeri seberang hanya untuk merubah segala penampilan, wajah nya yang telah rusak, menyulap nya menjadi wanita lain, bukan seperti Andini dulu. Andini dulu wajahnya yang polos, tampak lugu namun tersimpan sikap pemberontak.


Pelan- pelan Putra mendekati Andini yang masih bersama wanita yang menyulap Andini dalam wujud lain itu. Senyum puas keluar dari bibir Putra. Ucapan terimakasih itu belum sempat Putra bilang. Wanita itu sudah cukup senang melihat ekspresi senang dan kepuasan dari Putra.


" Bagaimana?" tanya wanita itu kepada Putra.


" Luar biasa! Aku sungguh tidak menyangka, kerja mu sungguh membuat aku kagum. Aku cukup puas dengan semua hasilnya. Jangan khawatir, aku akan membayar lebih dari kesepakatan yang telah kita buat. " kata Putra sambil menatap dan meneliti setiap inci wajah Andini yang nyaris sempurna tidak ada cacat lagi.

__ADS_1


" Tidak perlu! Aku cukup senang jika melihat kamu pun bahagia dengan hasil kerja keras ku ini. Semua juga lantaran Andini tidak banyak protes terhadap semuanya. Andini seolah pasrah aku buat apa saja." kata wanita itu sambil melihat Andini yang hanya menyimak percakapan diantara wanita itu dengan Putra dengan bahasa luar.


Putra kini mengambil kan kaca kecil dan diberikannya kepada Andini. Andini mulai melihat pantulan bayangan dirinya itu. Betapa Andini mulai tertegun dengan bayangan itu. Andini tidak akan percaya jika dirinya bisa kembali cantik seperti sedia kala. Bahkan ini lebih cantik dan nyaris sempurna.


" Putra! Apakah ini wajah aku sekarang?" tanya Andini dengan masih tidak percaya.


" Iya! Bagaimana menurut kamu?" jawab Putra sambil tersenyum.


" Aku seperti orang lain." sahut Andini sambil mengusap kedua pipinya dengan kelembutan tangannya.


" Jadilah wanitaku, yang penurut Andini." kata Putra pelan. Matanya masih tajam melihat mata Andini.


" Wanita mu?" tanya Andini pelan masih menatap ke arah Putra.


Putra terdiam dan hanya diam. Hanya mendekati ke wajah Andini yang sekarang kembali halus, mulus dan sempurna. Nafas hangat itupun sampai dirasakan diantara keduanya. Bau aroma tembakau di nafas Putra terhirup oleh Andini. Bau itu seperti sudah menjadi ciri khas dari Putra yang seorang candu rokok. Kedua hidung mereka yang mancung sudah mulai menyentuh. Hingga wanita yang sejak tadi berada di sana mengagetkan keduanya.

__ADS_1


Putra tersenyum dengan wanita itu. Diberikan nya kartu berwarna hitam itu kepada wanita itu dari dompetnya.


" Ambillah! Itu cukup bagimu karena kerja kerasmu menjadikan wanitaku ini lebih sempurna." kata Putra lalu merengkuh Andini dalam pelukan nya. Andini diam seolah sudah menjadi boneka manis milik Putra.


"Baik lah! Aku permisi. Tugas aku sudah selesai bukan?" kata wanita itu dengan bahasa luar dan hanya Putra saja yang memahami nya sedangkan Andini tidak tahu akan hal apa yang mereka bicarakan.


" Oke! Pergilah! Aku akan menikmati waktu ku bersama wanita ku ini." sahut Putra.


" Oke, selamat bersenang-senang!" kata wanita itu seraya pergi meninggalkan ruangan itu.


" Apa yang harus aku lakukan untuk membayar semua ini, Putra?" kata Andini dengan mata teduh.


" Lakukan apa saja, agar aku bisa senang." jawab Putra.


Andini dan Putra kini sudah bertunangan. Mereka menjalin hubungan yang manis sejak dua bulan terakhir itu. Putra yang begitu manis, romantis, penyayang dan penuh perhatian membuat Andini seperti bak putri yang selalu dipuja oleh pria yang tinggi dan berbadan atletis itu.

__ADS_1


__ADS_2