Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
TAK BISA LEPAS


__ADS_3

Di penginapan yang tidak jauh dari rumah Andini. Malik mulai membersihkan dirinya. Andini masih duduk santai sambil memainkan ponselnya duduk di kursi sudut kamar penginapan itu. Malik mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kecilnya. Badan nya yang kekar masih bertelanjang dada belum berbalut kaos atau kemeja yang sering digunakan. Malik menatap ke arah Andini yang masih fokus dengan ponselnya. Pelan - pelan kakinya melangkah mendekati wanita yang berambut panjang itu. Tangan nya yang Kokok mengusap lengan Andini sehingga membuyarkan lamunan Andini.


" Eh kaget aku!" sontak Andini dengan logat Jawa.


" Hahaha! Memang nya kamu lagi menghubungi siapa?" tanya Malik main tebak saja.


" Tidak ada! Aku hanya main sosmed saja." jawab Andini.


" Oh ya?" sahut Malik yang tidak perlu ada jawaban dari Andini.


" Kamu suka tidak, aku datang ke Medan?" tanya Malik sambil membelai rambut panjang Andini.


" Aku sangat jantungan karena kamu secepat ini datang kemari." jawab Andini.


" Itu bukan jawaban yang aku inginkan Andini." ucap Malik sambil mencium ujung kepala Andini dengan lembut.


Tangan Malik mulai menyingkapkan rambut panjang Andini yang menutupi pipi dan leher jenjangnya sebelah kanan. Dengan lembut, Malik mengecup leher jenjang itu hingga membuat Andini terkejut dan merinding dibuatnya. Seketika aliran hangat menjalar di seluruh tubuh Andini. Perlakuan Malik membuat dirinya terpancing untuk membalas lebih pada Malik. Malik tersenyum melihat reaksi Andini.

__ADS_1


" Kamu menyukainya, sayang? Aku selalu bisa romantis jika sudah di samping kamu." ujar Malik.


Andini mulai berdiri berhadapan dengan Malik yang sedari tadi ada di belakangnya. Mata keduanya sudah saling berpandangan. Seutas senyum mulai muncul dari bibir Andini. Ke dua tangan Andini mulai memeluk pinggang Malik yang masih bertelanjang dada itu. Bentuk badan yang membangkitkan gairah. Andini di buat terpana dengan keseksian Malik. Kepalanya mulai di benamkan di dada bidang itu. Andini ingin merasakan kehangatan dalam dekapan Malik kali ini. Malik mengusap lembut kepala Andini. Hari ini semua serasa mimpi itu kembali hadir. Mereka menyatu dalam pelukan hangat yang sudah beberapa bulan tidak bertemu.


" Kamu kangen, Andini?" tanya Malik.


Tidak ada jawaban dari Andini. Andini hanya mengusap dada bidang milik Malik. Tangannya yang lentik memainkan nya dengan penuh kelembutan.


" Malik!" panggil pelan Andini.


" Iya sayang!" sahut Malik dengan hangat.


" Menjauh dari kamu itu aku tidak akan sanggup. Dan meninggalkan Erlangga, aku pun tidak punya kekuatan dan alasan. Menyudahi hubungan ini, itu sungguh sangat sulit dan membuat aku tersiksa." kata Andini.


" Kita jalani saja dulu. Kita nikmati kebersamaan kita kali ini. Biarkan waktu yang akan memutuskan semua nya." ucap Malik yang sudah tidak kuasa jika harus berpisah dengan Andini. Ataupun mengakhiri hubungan yang terlarang ini.


" Andini!" panggil Malik sambil meraih kepala Andini yang sedari tadi dibenamkan di dada bidangnya.

__ADS_1


Kedua tangannya mulai memegang pipi kanan dan kiri Andini. Pelan - pelan di kecup nya dengan lembut dahi milik Andini.


" Aku bahagia, Andini. Bisa selalu dekat dengan kamu di kota ini. Bagiku ini tidak lagi membuat siksaan rindu lagi ketika aku di kota ku. Kamu tahu? Rindu itu sangat menyakitkan hati ku." cerita Malik.


" Apakah sebesar itu rasa cintamu padaku, Malik?" tanya Andini.


" Tentu saja! Aku tidak akan nekad datang ke Medan untuk menjumpai kamu dan rela bekerja di perusahaan milik keluarga suami kamu untuk menjadi sopir pribadi nya. Semua demi siapa, Andini?" kata Malik.


" Aku sudah memiliki segalanya sekarang. Hanya tinggal seorang wanita yang akan mendampingi aku saja. Dan wanita itu hanya kamu. Hanya kamu, Andini." tambah Malik.


" Aku sungguh - sungguh sudah tergila-gila dengan kamu. Apakah kamu sudah membuat aku tenggelam dengan cinta mu, Andini. Kamu bikin aku tidak bisa lepas dari kamu." kata Malik.


" Apaan sih? Malik, bukankah di Semarang atau Solo masih banyak wanita yang lebih cantik, lebih menarik dan single. Kenapa kamu harus memilih aku?" ucap Andini.


" Kalau begitu aku pun bisa bertanya padamu. Kenapa kamu juga mencintai aku. Kenapa tidak kamu pupuk saja rasa cintamu terhadap Erlangga saja. Kenapa kamu malah menjerat aku dengan cinta ini?" kata Malik sambil tersenyum.


Malik hanya bisa terdiam. Segala nya sudah terjadi. Bukan mereka yang menghendaki rasa itu muncul dalam diri mereka. Rasa cinta itu tiba - tiba datang seiring dengan berjalannya sistem otak dan hati. Hehe. siapa yang dipersalahkan dengan adanya kasus ini.

__ADS_1


Tetapi semua adalah pilihan. Manusia bisa memutuskan tindakan dan perbuatan yang akan dilakukan. Salah dan benar adalah kuasa Nya. Masyarakat hanya menghukum sesuai norma - Noma susila yang sudah berlaku. Akal pikiran manusia lah yang harus digunakan untuk membuat keseimbangan hidup lebih tertata.


__ADS_2