Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
MAMA ERLANGGA


__ADS_3

Berdiri terpaku dalam pandang jauh. Meratapi nasibnya kepergian mu. Bukan menjauhi aku tapi ini karena rindu yang tiada mungkin terpadu. Dalam detak rasa yang menggugah jiwa. Terjaga dalam bayangan indah mu. Mungkin salah tapi aku tiada kuasa menghapus rasa. Pengecap lidah kini menelan ludah sendiri. Karena putus asa keinginan yang tak berujung realitas. Amarah dan emosi memuncak. Tatkala goda dari permainan hati. Kini dendam mu makin menggunung,tiada mampu menghapus damai langkahmu. Lalu?



Dengan apa kau akan mematikan ini? Membunuh rasamu dan rasaku dengan belati. Menggores luka menganga yang perih. Semakin kau taburi garam kecemburuan kini. Sadarkah kau? Apa arti dendam ini? Mematikan jiwa kerdil mu, membekukan jantungmu. Semakin besar ingin melukai aku,semakin kau rasakan kepiluan itu. Apakah aku harus musnah dari semesta ini? Agar kau kembali bisa tersenyum menapaki kehidupan ini. Senjata mu sudah tepat menusuk jantung. Menggerogoti tubuh hingga kering kerontang kini. Mau lari? Tak kan ku kejar lagi.


*******


Di depan Erlangga seorang wanita dengan guratan dan kerutan banyak di wajahnya. Wanita itu masih dengan senyuman nya. Jiwa keibuan nya masih terlihat jelas tatkala tangannya mengusap lembut kepala Erlangga dengan pelan. Kerinduan itu terlihat jelas. Sudah berapa lama rupanya, Erlangga tidak mengunjungi mama nya.


" Kalau aku melihat kamu, mama seperti melihat pantulan dari wajah papa kamu, Langga! Di saat di ujung usia ini, dulu harapan mama ingin selalu bersama dengan papa mu. Duduk bersantai di taman,sambil menuang teh manis hangat bersama. Bercanda, mengobrol tentang masa lalu yang masih penuh gejolak. Masa remaja,masa muda masa- masa yang masih penuh ambisi dan ingin." cerita pelan mama Erlangga.


" Tapi, Papa kamu sudah cukup lelah di sini. Menemani mama sehingga papa mu berangkat pun tidak membawa serta mama." tambah Mama Erlangga penuh kesedihan.


" Mama! Jangan bicara begitu. Tuhan telah menggariskan usia manusia. Dan Papa harus lebih dahulu menerima panggilan dari Tuhan. Mama jangan berpikiran seperti itu. Kuasa Tuhan untuk memisahkan dua insan yang saling berpasangan." kata Erlangga pelan.


" Hah? Kamu sudah cukup dewasa mengenai kehidupan, Erlangga. Oh iya? Kenapa tidak kau ajak Andini, istri kamu?" ujar Mama Erlangga masih membelai rambut lurus milik Erlangga.


" Andini? Tidak Ma! Aku ingin bermanja-manja dan berdua dengan mama terlebih dulu. Sudah cukup lama aku tidak kemari. Maaf ma, semua karena kesibukan ku. Sehingga jadi mengesampingkan mama disini." ucap Erlangga.

__ADS_1


" Tidak apa-apa! Mama baik- baik saja. Ada adik kamu, Rosita yang selalu menemani mama." ucap Mama Erlangga.


" Rosita? Bagaimana kabar dia sekarang? Kapan dia mau menikah setelah kepergian kekasihnya dulu? Apakah Rosita sudah menemukan laki- laki yang pas untuk dirinya ma?" tanya Erlangga.


" Setelah Naga meninggal dunia, Rosita masih belum membuka hatinya pada laki-laki lain. Beberapa kawan, sahabat laki-laki nya berusaha mendekati Rosita tapi mama lihat belum ada yang bisa menaklukkan hati Rosita. Mungkin saja hati dan pikirannya masih tertuju pada Naga. Setelah kecelakaan itu, dab Naga meninggal dunia, bagi Rosita ini adalah pukulan yang menyakitkan dalam hidupnya. Yah mau bagaimana lagi, rencana sebulan mau menikah akhir nya pupus juga dan takdir berkata lain tentang hubungan mereka." cerita Mama Erlangga.


" Erlangga! Kamu dan Andini baik- baik saja bukan? Lima tahun ini, kalian pun belum juga dikaruniai anak. Jangan sampai hal ini menjadi pemicu hubungan kalian yang retak dan menjadi permasalahan jurang diantara kalian." nasihat Mama Erlangga.


" Tetapi ma! Seperti nya aku dan Andini tidak akan bertahan lama. Aku rasa kami tidak akan berjodoh sampai kakek dan nenek." ucap Erlangga mengaduh.


Mama Erlangga pelan membelai rambut Erlangga. Tangan lembutnya mulai mengusap pipi milik Erlangga. Erlangga bangkit dari pangkuan mamanya dan menatap wajah mama nya dengan kasih.


" Jika masalah itu bisa di bicarakan dan dimaafkan,kenapa tidak hubungan itu tetap dipertahankan Erlangga. Janji suci yang kau ucap sewaktu pernikahan dulu bukan sekadar mainan dan ucapan syarat saja. Tapi itu adalah pertanggungjawaban kamu dengan keluarga dan Tuhan. Kamu adalah pemimpin keluarga yang akan membawa istri mu kelak ke syurga Nya. Kandas nya kamu, istrimu pun juga kandas." ucap Mama Erlangga.


" Mama, jika ladang yang biasa aku cocok tanam kini di jarah dan di jamah orang apakah aku membiarkan begitu saja. Sedangkan hati nya pun kini sudah terbagi dengan petani tersebut." cerita Erlangga.


" Anak ku. Apakah ini hanya dugaan kamu saja ataukah kamu sudah memiliki bukti nya? Tidak baik jika kamu berprasangka buruk dengan istri kamu sendiri. Tapi seandainya hati kamu dan istri kamu masih bisa di satukan kembali,maafkan segala kesalahannya. Ikhlaskan semua dan kembali membenahi cinta kalian dari awal." nasihat Mama Erlangga.


" Tidak mama! Aku sebenarnya masih mencintai Andini tapi jika aku mengingat ketika Andini sudah mengkhianati aku, aku sudah tidak bisa menerima nya. Sudah dua Minggu ini aku tidak lagi menyentuh nya dengan alasan keluar kota. Dan memang masalah ini belum saya ungkapkan dengan Andini. Tapi mama, aku sungguh tidak bisa memaafkan walaupun aku masih mencintainya. Ini adalah pengkhianatan yang menyakiti aku, Ma!" cerita Erlangga.

__ADS_1


" Lalu kamu pun mulai berkhianat dengan Andini? Apa bedanya dengan Andini kalau begitu?" tanya Mama Erlangga sangat menyudutkan Erlangga.


" Iya! Maaf kan aku ma! Tapi wanita yang sekarang dekat dengan aku,setidaknya tidak pernah bermain dengan laki-laki lain. Aku bisa menjamin itu. Dia sungguh- sungguh menyukai aku walaupun aku selalu menyakiti nya. Dan walaupun aku belum mencintainya. Tapi aku sangat menghargai kalau dia tetap menyayangi aku." cerita Erlangga.


" Kamu terlalu naif, Erlangga! Kamu terlalu cepat menilai orang dari satu kesalahan nya dan menilai seseorang dari satu sisi kebaikan nya." sanggah Mama Erlangga.


" Tapi selama ini, mama menilai Andini adalah wanita yang penuh pendirian. Apakah kamu tidak mencoba mawas diri? Apakah kamu sebagai suami tidak mencoba bertanya dengan Andini,kenapa hal ini bisa terjadi. Sehingga Andini cepat dengan mudah berpaling dari kamu. Mungkin saja, kamu kurang perhatian atau memang selalu pergi menjauhi nya." kata Mama Erlangga.


" Hah? Memang selama ini aku sering tidak pulang ke rumah dengan alasan dinas ke luar kota ma. Dan aku mulai berkhianat dengan Andini. Tapi bukan berarti, Andini harus membalas ini semua dengan aku?" ungkap Erlangga.


" Erlangga? Kamu sudah memulai membakar api itu. Dan kamu sendiri yang memunculkan masalah keluarga diantara kalian. Walaupun Andini sudah kamu beri segala nya, fasilitas dan kebutuhan hidup yang lebih dari cukup tapi bukan berarti dia tidak akan mengeluh dengan kesepian nya ketika kamu sering pergi meninggalkan nya. Lalu apa kau bilang tidak menyukai wanita ke dua selain Andini itu? Kamu terlalu naif,nak! Kamu bersenang-senang dengan wanita lain selain Andini? Tidak memakai hati dan perasaan kamu. Kamu bohong dan membohongi hati kecil kamu. Jika kamu mencintai Andini,tidak akan melakukan itu diluar sana, Erlangga. Astagfirullah Anakku!" ujar Mama Erlangga panjang lebar.


" Mama! Aku...aku hanya menyukai Andini. Diana? Aku tidak menyukai nya." sahut Erlangga.


" Oh nama wanita itu, Diana? Siapa Diana itu?" tanya Mama Erlangga sambil melotot.


" Mama, mama maafkan aku ma. Diana, adalah sahabat Andini." jawab Erlangga.


" Astagfirullah Anakku. Ini akan lebih menyakitkan sekali,nak." sahut Mama Erlangga sambil mengusap dada nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2