Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
BAYANGAN NYA


__ADS_3

" Andini!" panggil Erlangga membuyarkan lamunan Andini yang duduk sendirian di taman rumah belakang.


Andini terkejut dan mencari arah suara yang memanggil namanya. Erlangga pulang dengan membawa buah tangan.


" Eh?? Kamu sudah pulang Mas?" sahut Andini sambil bangkit dari tempat duduknya dan meraih tangan Erlangga dan mencium tangan nya.


Erlangga meraih tubuh Andini dan memeluknya erat. Mencium pipi kanan dan kiri nya dengan penuh kehangatan.


" Aku kangen kamu Andini!" kata Erlangga menggoda.


" Memangnya sudah berapa hari, kita tidak berjumpa Mas? Kita baru beberapa jam tidak bersama karena mas masuk kantor." ujar Andini sambil tersenyum dan mencubit pipi Erlangga dengan gemas.


" Tapi aku benar - benar kangen banget loh! Masak gak boleh sih?" sahut Erlangga cemberut.


" Hehehe! Apakah kamu bener - benar merindukan aku Mas?" tanya Andini sambil mendekatkan hidungnya hingga menempel ke hidung Erlangga.

__ADS_1


Erlangga dengan pelan menyentuh bibir Andini dengan hati - hati.


" I Miss you Andini!" ucap Erlangga pelan.


" I Miss you to, Mas!" jawab Andini dengan menahan nafas nya karena kecupan lembut Erlangga yang membuat Andini bergairah.


Andini serasa di kecup oleh Malik. Bayangan Malik begitu kuat. Hingga hasratnya sangat meronta ingin tertumpah kan. Perjumpaan kemarin masih tertahankan dan tidak terlampiaskan. Kerinduan yang menggelora dua insan itu belum punya nyali dan kekuatan untuk menerobos benteng pertahanan suci Andini dalam ikatannya.


Andini mulai mengusap lembut pipi Erlangga. Seolah dihadapannya adalah sosok Malik yang menguasai hati dan pikirannya. Di mainkan bibir tebal Erlangga. Tangan lentiknya bermain dan menari - nari di bibir Erlangga. Erlangga menatap wajah Andini dengan gemas dan kerinduan yang terbalas.


Andini tersenyum dan mengangguk pelan. Tangan Andini mulai ditarik masuk masuk ke dalam rumah sampai di kamar utama mereka. Andini mengikuti ajakan Erlangga yang bersemangat untuk melakukan apa saja yang akan di inginkan nya. Kewajiban nya sebagai seorang istri akan di lakukan nya. Haknya sebagai suami untuk menuntut pelayanan terbaik dari wanita terkasihnya.


" Andini!" panggil pelan Erlangga setelah mereka masuk ke dalam kamar utama nya.


" Iya! Aku akan melayani kamu!" sahut Andini sambil membuka kancing kemeja kerja Erlangga satu demi satu sampai celana panjang nya.

__ADS_1


" Apakah aku harus mandi terlebih dahulu, sayang?" kata Erlangga.


" Kamu masih wangi kok! Ciri khas bau badan dan keringat kamu sangat menggoda ku, Mas!" ujar Andini.


Erlangga tersenyum pasrah dengan pelayanan Andini terhadapnya. Erlangga perlahan merapatkan badannya mendekati Andini. Satu persatu yang melekat di badan Andini di lepaskan oleh Erlangga.


" Mas!" ucap lirih Andini ketika Erlangga mengecup leher belakang telinga Andini pelan.


Andini mulai merasakan aliran hangat yang mengalir serasa di ujung ubun - ubun nya. Andini memejamkan matanya. Bayangan Malik masih menguasai pikiran dan mata nya.


" Aku bisa gila! Kenapa dengan melakukan hubungan dengan suami ku pun, harus ada bayanganmu, Malik! Apakah yang kau lakukan terhadap aku? Apakah kau sudah menghipnotis pikiranku? Apakah kamu sudah mengguna - guna aku? Ya Tuhan ampunilah aku!" batin Andini.


Andini masih terpejam matanya. Merasakan dan menikmati segala sentuhan Erlangga.


" Aku ingin punya anak, Andini!" ucap pelan Erlangga.

__ADS_1


" Aku juga sayang!" sahut Andini pasrah dengan perlakuan hangat Erlangga.


__ADS_2