Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
RENCANA ERLANGGA


__ADS_3

Laki-laki tinggi besar menghadap Erlangga. Beberapa lembar foto diserahkan ke Erlangga. Erlangga masih duduk dengan tenang di meja kerjanya. Matanya mengamati foto itu. Iya, foto yang berfokus pada kegiatan istrinya. Aktivitasnya ketika tidak bisa dijangkau oleh nya.


Dua Minggu ini, Erlangga sengaja pamit dengan Andini pergi keluar kota. Sebenarnya Erlangga sendiri masih di kota yang sama. Belum ada kejanggalan yang ditemukan dari foto Andini. Andini masih bersama sopirnya yaitu Malik. Mobil yang sudah dibelikan nya sebagai hadiah ulang tahun jarang dipakai Andini. Andini keluar rumah masih bersama sopir pribadi nya.


" Kalian kerja tidak ada yang benar! Sudah dua Minggu ini kenapa belum kalian temukan orang dekat istri aku?" bentak Erlangga.


" Saya rasa,sopir pribadi anda perlu dicurigai tuan! Dalam hal ini kemungkinan besar seseorang yang sering bersama istri, tuan adalah sopir anda tuan!" kata laki-laki yang dibayar untuk menyelidiki Andini.


"Saya bisa menyakinkan anda dengan menyadap nomer WA istri dan sopir anda." bela laki- laki tinggi besar itu.


" Baiklah! Lakukan lah. Aku tidak mau tahu. Jika terbukti, segera tangkap laki- laki itu dan aku ingin menghajar nya sendiri." ujar Erlangga ketus.


" Baik tuan!" sahut Laki- laki itu bersemangat.

__ADS_1


" Sial! Jika ternyata benar sopir itu laki- laki idaman Andini selama ini, ini tidak bisa dibiarkan. Berani benar masuk dalam sarang Serigala." kata Erlangga penuh dengan amarah.


" Benar tuan! Akan saya selidiki siapa sebenarnya laki-laki itu, tuan." ucap laki- laki itu akhirnya.


" Kalau begitu saya permisi tuan!" kata laki- laki itu lalu pergi meninggalkan Erlangga.


Erlangga melihat foto- foto Andini hasil jepretan orang suruhannya. Ada satu foto ketika Andini bersama Malik berjalan beriringan. Mereka seperti sudah sangat dekat dan saling mengenal lama.


" Benar juga. Andini tidak mungkin sedekat ini dengan laki-laki yang baru dia kenalnya. Malik? Sebenarnya siapa kamu? Apakah kamu cukup kuat untuk menghadapi aku?" gumam Erlangga sambil menatap foto kebersamaan Andini dengan Malik di pusat pembelanjaan.


" Argh!!!! Sial!" teriak Erlangga sambil melempar cangkir kopi yang ada didepan.


Seketika seorang laki-laki separuh baya datang dengan berlari dan menghampiri Erlangga.

__ADS_1


" Maaf Tuan! Ada apa tuan!" tanya laki- laki itu sambil menatap Erlangga.


" Tidak apa-apa Pak Parjo! Aku hanya marah dengan diriku sendiri." jawab Erlangga.


" Kenapa Tuan?" tanya Pak Parjo sambil melihat serpihan cangkir kopi yang berserakan dilantai.


" Apa perlu saya buatkan kopi tuan?" tanya Pak Parjo.


" Tidak! Tidak perlu Pak Parjo. Tolong bersihkan ruangan saya Pak Parjo. Saya mau pergi ke tempat mama saya." ucap Erlangga kemudian berlalu dari ruangan nya.


" Baik Tuan!" sahut Pak Parjo patuh.


Dunia seperti apa yang kau cari wahai manusia? Dunia yang gemerlap dan penuh hura- Hura? Ataukah dunia yang bisa memberikan kamu kasih sayang yang tulus? Apakah kamu sudah memberikan banyak manfaat pada sekitar kamu? Apakah harta,kedudukan kamu sudah kamu manfaatkan untuk kepentingan banyak orang? Apa yang kau cari dari harta,tahta dan wanita? Apakah untuk kepuasan dan kepentingan pribadi saja?

__ADS_1


Harta dan kedudukan ini bisa diberikan pada orang baik maupun orang tidak baik. Kesenangan ini hanya sementara halnya. Berkah Nya akan diberikan pada orang tertentu. Orang tertentu itu pasti kamu sangat tahu bukan?


__ADS_2