Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu

Maafkan Aku Suamiku, Aku Mengkhianatimu
HALAL


__ADS_3

Satu bulan kemudian. Pernikahan Andini dengan Putra akhirnya terlaksana juga dengan meriah. Mereka saat ini sudah benar-benar resmi menjadi pasangan suami istri dimata hukum dan agama. Putra akhirnya memboyong Andini ke rumah pribadinya.


Andika memohon dan merayu bundanya untuk ikut pindah ke rumah Putra bersama dirinya. Namun bunda Andini tetap bersikeras tinggal d rumah yang sederhana itu. Dengan berat hati Andini dan Putra tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Bunda.


" Saya disini saja, nak! Bunda masih sabar menunggu ayah kalian menjemput bunda di rumah ini. Rumah ini menjadi kenangan kami sewaktu Andini masih kecil." jelas Bunda Andini saat Andini dan Putra berpamitan hendak kembali pulang ke rumahnya yang baru.


Dan saat ini mereka berdua sedang menikmati kebersamaan dan kemesraan itu. Setelah hampir tiga hari ini Pradana menunggu untuk membuka segelnya Andini serta menunda malam pertama mereka. Karena acara pernikahan mereka yang begitu megah dan menguras energi yang lebih. Banyak saudara- saudara dari keluarga Andini dan juga Pradana yang dari jauh pun ikut menghadiri acara pernikahan mereka. Sehingga Andini dan Pradana masih selalu beramah tamah terhadap mereka saudara- saudara nya yang sudah lama tidak berjumpa karena kesibukan dan jarak itu sendiri.

__ADS_1


Putra mulai memeluk Andini. Senyum Putra saat ini begitu manis membuat Andini tidak kuasa melihat nya. Tatapan mata Putra makin tajam menatap manik mata Andini. Sinar mata itu seolah bikin lemes jantung Andini.


" Kamu sudah siap kan, yank?" bisik Putra nakal.


" Siap apa sih?" tanya Andini pura-pura tidak tahu.


" Putra!" keluh Andini sambil memejamkan matanya ketika Putra mulai mendekati bibir nya setelah membalikkan tubuh Andini hingga mereka saling berhadapan.

__ADS_1


Ciuman yang panas itu terjadi. Andini mulai menyambut dan membalasnya. Mereka saling memainkan lidah dan bertukar saliva nya. Putra menuntun Andini ke peraduan nya. Membaringkan tubuh Andini dan mulai pelan- pelan membuka semua yang masih melekat di tubuh Andini. Setelahnya baru Putra melepas semua pakaian nya.


Putra kembali memberikan sensasi yang bikin ber getar dan ber goncang tubuh Andini. Dengan sangat pelan dan hati- hati Putra bermain - main dengan setiap inci bagian-bagian tubuh lekukan milik Andini. Putra tidak ingin membiarkan bagian terlewatkan. Andini hanya pasrah menerima perlakuan dari Putra yang begitu lembut memperlakukan dirinya. Walaupun ini bukanlah membuka segel yang pertama kalinya untuk Andini. Namun ini adalah kegiatan yang sudah lama tidak Andini lakukan pada siapapun apalagi dnegan Putra. Putra selalu menjaga dan menghargai Andini selama ini. Dan inilah awal untuk Putra melakukannya bersama dengan Andini.


Putra masih bermain- main di ujung pangkal paha milik Andini. Putra mulai bermain di daerah itu sampai putra akan melihat kalau Andini sudah siap akan serangan selanjutnya. Namun, dengan permainannya Putra yang cukup mumpuni, Andini mulai menegang hingga tubuhnya bergetar sangat hebatnya. Andini semakin menekankan Kepala Putra yang masih di bawahnya. Andini kemudian terkulai setelah mengeluarkan cairan yang hangat dalam miliknya.


" Mas!" panggil Andini pelan. Putra tersenyum penuh kemenangan karena melihat Andini sudah mencapai puncak itu padahal dirinya belum juga memberikan serangannya.

__ADS_1


Putra mulai menghujani senjatanya hingga pertempuran itu kembali memanas sampai bom yang terakhir itu meletus dan terlempar cepat ke dalam milik Andini. Semoga di sana akan terbentuk nyawa baru dari benih yang ditanam Putra di sana.


__ADS_2