
Di sebuah rumah yang serupa dengan istana kecil, berdiri seorang laki-laki yang fokus dengan coretan-coretan di atas kanvasnya. Pikirannya masih pada sosok wanita yang masih merongrong hati dan pikirannya. Bahkan saat ini pun lukisannya masih dengan wajahnya. Wajah cantik seorang wanita yang kini sudah berbeda rupanya karena operasi yang sudah dijalani di luar negeri. Sama halnya dengan laki-laki itu yang merubah wajahnya dengan rupa yang baru. Senyuman nya terukir indah ketika masa- masa indah telah dilaluinya bersama wanita itu. Tatkala itu wanita yang benar-benar menggoda keteguhan imannya telah dalam posisi status istri orang. Dan akhir dari kisah mereka tragis dan sangat memilukan. Bertahun-tahun ini akhirnya terpisah dan tak ada hubungan. Mungkin harapan dan doa terucap wanita nya bahagia walaupun tanpa dengan nya.
Laki-laki itu bernama Malik. Saat ini dia selalu disibukkan dengan hobi nya melukis. Selain tetap menjalani kehidupan nyata sebagai Pebisnis muda melanjutkan dan mengembangkan usaha keluarganya. Bersama mama tercintanya lah, Malik meluapkan segala kesedihan, kerinduan, kegelisahan nya ketika sosok Andini masih mengganggu dalam benak pikirannya.
" Tuan muda!" sapa Pak Naga yang datang membawa secangkir kopi panas lalu diletakkan di dekat meja.
" Terimakasih pak Naga! Apa ada kabar baik dari wanita itu?" tanya Malik sambil tetap fokus dengan lukisannya.
" Wanita itu sudah menikah dengan putra mahkota keluarga Buwono. Wanita itu setelah menjalani operasi plastik di wajahnya, mereka bertunangan dan tidak lama kemudian mereka menikah."cerita Pak Naga pelan- pelan takut tuan mudanya kembali bergejolak emosinya.
" Apakah wanita itu bahagia?" tanya Malik lalu menatap Pak Naga.
" Saya rasa wanita itu sudah sangat bahagia, tuan muda. Suaminya lah yang selalu membangkitkan semangat nya untuk melanjutkan kehidupan barunya." sahut Pak Naga.
" Walaupun tidak dengan aku, aku pikir seiring berjalannya waktu rasa cinta itu akan memupus dan hilang. Tapi kenapa tidak untuk aku. Aku setiap hari semakin merasakan kerinduan itu pada Andini." ucap Malik sambil memandangi wajah Andini dalam lukisannya.
" Saya sarankan, semua yang berhubungan dengan wanita itu dan semua gambar dan lukisan yang tuan muda simpan, mulai sekarang disimpan atau bila perlu dimusnahkan. Jangan lagi mengingat- ingat kenangan yang sudah usang dan tidak pernah akan kembali indah." kata Pak Naga panjang lebar.
" Tapi aku masih belum ikhlas kalau aku harus menyingkirkan namanya di sini." sahut Malik sambil menunjukkan letak jantung nya dengan telunjuk nya.
Lalu sampai kapan tuan muda menikmati rasa sakit karena menahan kerinduan pada wanita itu? Diam- di selalu mencari kabar tentang wanita itu dan mencari jejak langkahnya." kata Pak Naga.
__ADS_1
" Paling tidak aku cukup senang ketika wanita itu sudah hidup tenang dan bahagia. Dia mendapatkan laki-laki yang mampu merubah kehidupan nya yang lebih baik. Mengobati trauma nya ketika menjalin hubungan dengan aku dan juga Erlangga, mantan suaminya." kata Malik kini duduk dekat Pak Naga.
" Tapi saya yakin, tuan muda bisa bangkit kembali. Tuan muda bisa menemukan wanita yang lebih baik dari wanita itu." sahut Pak Naga.
" Tetap semuanya tidak sama." ucap Malik lalu menyalakan rokoknya dan mulai menyeruput kopi buatan Pak Naga untuk nya.
" Bagaimana dengan pria itu?" tanya Malik.
" Pria itu? Pak Erlangga? Diapun sudah kembali menikah dengan wanita desa yang wajahnya serupa dengan Andini namun walaupun serupa namun tetap berbeda." jelas Pak Naga.
" Sampai saat ini pun dia juga masih terbayang- bayang dengan sosok wanita yang dicintainya. Namun dia tanpa sadar selalu membuat sakit hati pada istrinya itu. Trauma yang mungkin tidak mudah bisa sembuh." ucap Malik.
" Tapi dengan Pak Putra, non Andini pasti bisa bahagia, tuan muda!" nilai Pak Naga.
" Lalu bagaimana dengan tuan muda?" tanya Pak Naga..
" Aku? Entahlah! Saya ikut apa kata bunda ku saja." jawab Malik.
" Saya pikir, nyonya tidak akan memaksakan pilihan nya untuk tuan muda." sahut Pak Naga.
Kedua laki-laki itu menikmati segala tarikan tembakau nya di sore itu. Mata nya sama-sama menerawang jauh akan rencana- rencana dan harapan nya yang sering berbeda dengan rencanaNya. Mungkin saja Sang Pencipta paling paham dan mengerti akan semua yang kita butuhkan bukan semua yang kita inginkan. Walaupun semua itu luput dari angan-angan indah kita. Namun rencana IndahNya karena DIA menyayangi umatnya.
__ADS_1
*******
CERITA NOVEL INI
T
A
M
A
T
KUNJUNGI NOVEL BARU SAYA.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA NOVEL PENDEK SAYA.. MOHON MAAF LAHIR BATIN JIKA CERITANYA TIDAK SESUAI EKSPEKTASI. INGIN PANJANG TAPI MASALAH DAN PENYELESAIAN MASALAH SUDAH SAYA URAIKAN. LAGIPULA INI CERITA SUDAH TERLALU LAMA KURANG SAYA PERHATIKAN. SEMUA KARENA APRESIASI DAN TIDAK SESUAI HARAPAN. HANYA PUAS DIRI SAJA MEMILIKI BANYAK KOLEKSI KARYA-KARYA NOVEL SEPERTI INI.
__ADS_1
I LOVE YOU ALL