
Di dunia ini kata - kata manis dan indah banyak kita dengar dan ketahui di kamus bahasa baik bahasa nasional maupun bahasa yang ada di seluruh dunia. Kamu tidak perlu mengucapkan dan melontarkan kata-kata yang bikin sakit hati dan penuh emosi. Apakah kamu tidak bisa? Hanya sekedar memilih kata- kata yang tepat untuk aku walaupun itu semua hanya kepalsuan dan tipu muslihat saja. Tapi aku menyukai nya. Aku bisa terbang dan melayang jika kamu bisa melontarkan kata-kata itu. Setidaknya itu akan meruntuhkan tembok kekakuan dan kebekuan hati kamu. Jika kamu tidak bisa, aku bisa mengajari kamu dengan kata-kata romantis yang penuh kegilaan. Kamu tidak perlu memilih kata- kata kasar yang bikin orang ter pasung dalam dendam jika mengingat ucapan mu.
Aku akan mengajari kamu. Bagaimana bentuk kata-kata kasih itu. Rangkaian kata yang menyejukkan hati. Membawa jiwa kedalam keteguhan hati. Sebenarnya kamu cukup tahu akan hal itu, tapi kamu tidak mau tahu karena sifat angkuh kamu. Keras kepalanya kamu yang menjadikan kamu masuk dalam pribadi yang dingin dan beku. Beku seperti es batu. Dan kamu tahu, aku tidak suka es batu.
*******
Di dalam kantor Andini duduk tidak jauh dari Erlangga. Erlangga masih di sibukkan dengan aktivitas kerjaan nya.
" Mas! Mau di bikinkan kopi tidak?" tanya Andini kepada Erlangga.
" Enggak usah sayang! Nanti biar tugas OB yang bikin." jawab Erlangga.
" Oh.. gitu yah?" kata Andini pelan.
" Kamu santai saja. Kamu bisa nulis novel sesuai hobby kamu, sayang." ucap Erlangga.
" Eh?? Kok kamu tahu sih?" tanya Andini.
" Bukankah kamu dari dulu suka nulis? Sudah berapa novel kamu tulis kan? Lanjutkan lagi novel yang masih belum selesai itu." kata Erlangga akhirnya.
" Mas? Kok kamu tahu sih? Kamu ngikuti aku, eh maksudnya ngikutin cerita novel aku di platform itu yah?" tanya Andini penuh selidik.
" Hehehe. Kamu kan istri aku, sayang! Apa sih yang tidak aku ketahui dari kamu, sayang?" ujar Erlangga.
Deg. Jantung Andini seketika berhenti. Dia tidak menyangka kalau Erlangga begitu peduli atas hobby nya ini. Lagi pula, Erlangga yang super sibuk masih bisa menyempatkan waktunya untuk membaca tulisan- tulisan novel nya. Ada beberapa novel yang sudah Andini tulis di platform tersebut. Rata- rata sudah masuk rating dan sudah kontrak eksklusif dengan platform tersebut.
" Bikin kan aku satu novel cerita romansa modern, say. Aku ingin menawarkan pada penerbit dan mencetaknya." kata Erlangga.
" Eh? Tapi Mas! Nama aku belum di kenal banyak orang loh." sahut Andini.
" Saat nya orang mengenal kamu, sayang. Andini istri Erlangga, novelist romansa modern." kata Erlangga.
" Amin! Amin! Terimakasih banyak atas doa dan dukungan nya, Mas." ucap Andini sambil duduk mendekati Erlangga lalu dengan tiba- tiba menyerobot pipi kanan milik Erlangga.
Erlangga yang melihat reaksi Andini hanya tersenyum.
" Kamu, berusahalah menggoda aku, sayang?" ucap Erlangga dengan senyuman nakal nya.
" Eh?? Enggak kok!" sahut Andini.
__ADS_1
" Iya juga gak papa loh! Bentar yah! Aku periksa dulu laporan keuangan ini." kata Erlangga.
" Eh?? Aku mau buat kopi dulu mas!" ujar Andini akhirnya.
" Hehehe. Kamu mau menghindar yah?" goda Erlangga dengan senyum nakalnya.
" Eh enggaaaakk! Katanya di suruh bikin novel. Jadi aku perlu kopi mas." kata Andini dengan alasan nya.
" Oke! Tapi jangan merokok lagi yah sayang!" ucap Erlangga.
" Eh???" Andini mulai melotot melihat wajah Erlangga.
" Bukankah aku suami kamu, Andini? Apa yang tidak aku ketahui dari kamu sayang?" sahut Erlangga.
" Eh?? Pada akhirnya aku akan perlu itu juga mas." ujar Andini beralasan.
" Kamu bisa kok, minum kopi tanpa rokok. Kamu bisa nulis juga kan, mencari dan mendapatkan inspirasi tanpa merokok?" tanya Erlangga.
" Eh??? Iya mas!" Sahut Andini lalu bergegas keluar dari ruangan Erlangga, suaminya.
Andini mulai berjalan ke dapur kantor. Ketika menuju dapur itu, Andini melewati Malik yang sedang duduk bersama seorang sekuriti kantor. Senyuman tersungging jelas dalam ekspresi Andini. Memang terasa kaku ketika mendadak melihat Malik. Jantung Andini bukannya tidak berdetak secara tidak beraturan. Malik adalah kekasih bayangan nya ya g masih saja menghantui pikiran dan hati nya.
Dengan langkah yang dibuat tenang dan setenang mungkin, Andini ke dapur dan mulai menyeduh kopi sesuai selera nya.
" Oh tidak apa-apa kok! Saya juga ingin buatkan Pak Erlangga." kata Andini tersenyum ramah.
" Tidak suka manis yah, Nona?" tanya OB itu sambil melihat takaran Andini yang memberikan sedikit gula ke dalam cangkir satu nya.
" Iya! Kalau Pak Erlangga dia suka pakai Krim." sahut Andini.
" Oh iya! Lain kali biar saya buatkan Nona. Saya sudah tahu takarannya sesuai selera Nona dan Pak Erlangga." kata OB tersebut.
" Baiklah! Terimakasih banyak yah!" sahut Andini Ramah sambil pergi meninggalkan OB tersebut.
Kembali Andini bertemu lagi dengan Malik. Malik tersenyum ramah sekali dengan Andini.
" Mau kopi?" tanya Andini lalu menyodorkan satu cangkir kopi buatan nya.
" Kopi untuk Erlangga yah?" bisik Malik dekat dengan Andini.
" Eh? Ini ada kok, selera kamu." sahut Andini lalu menyodorkan Kopi hitam miliknya.
__ADS_1
Malik mengambil kopi itu lalu meminumnya sedikit dan menyerahkan kembali ke Andini.
" Sudah ku minum dikit. Dan ini berarti kita secara tidak langsung sudah saling berciuman kan?" bisik Malik.
" Eh? Aku mau nulis dulu." kata Andini sambil berlalu dari Erlangga.
Malik hanya menatap Andini dengan penuh kelembutan. Rasa kangen nya begitu kuat walaupun dekat tapi tidak mampu dia jangkau.
Tolonglah aku! Derita rindu ini apakah obatnya. Ketika paras mu semakin menggetarkan jiwa. Ketika gaya mu membuat pesona kuat dalam Sukma. Bantu aku sejuk kan raga ini karena dahaga rindu yang bergelayut di hati.
" Andini! Aku kangen kamu!" tulis Malik dalam ponselnya ke nomer Andini.
" Hah? Bukankah tadi kita baru saja berjumpa?" tanya Andini dalam balasan chat nya.
" Aku tunggu di dalam mobil yah!" tulis Malik.
" Gila! Aku gak mau!" tulis Andini.
" Aku lagi asyik nulis novel nih!" tambah Andini.
" Andini! I Miss you." tulis Malik.
" I Miss you to." tulis Andini.
" Terimakasih sayang." tulis Malik akhirnya.
Jika cinta ini menjadi gila. Itu cinta ku karena aku cinta kamu. Cinta ini membutakan aku. Menjadikan akal sehat ku tidak berfungsi normal. Aku terlalu menuruti kemauan akan hasrat ini. Kau ingin selalu mendekati kamu. Melihat kamu setiap waktu. Selalu melihat sosok gemulai dan anggun kamu. Kamu adalah pribadi yang membuat aku semakin terpesona akan hal itu. Dalam gerakan dan gerak gerik itu, kamu adalah my queen.
T
H
E
E
N
D
THE END
__ADS_1
TAPI BOHONG