MAMPUKAH AKU MELEPASMU?

MAMPUKAH AKU MELEPASMU?
Bertemu Alice


__ADS_3

"Pengusaha J sosok pria yang romantis dan royal sepanjang kami bersama."


Alleta kembali memenuhi undangan podcast di media sosial milik Brigitta Adams, keesokan pagi. Mereka merasa kalau pihak Jarvis belum merasa terusik dengan pemberitaan yang ada sehingga perlu melancarkan tayangan langsung.


Brigitta Adams rela media sosial digunakan untuk mewawancarai Alleta dengan alasan membantu pihak Alleta mendapatkan keadilan untuk putri semata wayangnya yang sedang menderita penyakit kronis.


"Apakah pengusaha J telah mengakui anak dari Nona Alleta?"


"Belum. Dengan hasil DNA Paternal, dia tidak akan bisa mengelak."


Brigitta Adams mengangguk setuju. Kemudian ia mengajukan pertanyaan yang menyasar pada Floretta.


"Apakah istrinya terima dengan kehadiran Nona Alleta saat itu?"


Alleta tertawa seolah-olah merendahkan sosok yang disebut Brigitta.


"Apa boleh buat, kondisinya pengusaha J tidak mencintai istrinya. Mereka menikah karena terpaksa. Suka tidak suka istrinya harus menerima."


Brigitta tampak tertarik dengan apa yang diungkap Alleta.


"Pengusaha J yang mengatakan hal ini?"


"Ya, siapa lagi?" tegas Alleta.


"Saya ingin menebus kesalahan masa lalu, saya tidak berniat merusak pernikahan pengusaha J bersama istrinya. Namun, mereka seharusnya menanggung hal yang sama... saya menderita dengan anak saya terkena penyakit kronis yang membutuhkan biaya besar, sementara mereka bahagia dengan anak-anak mereka. Rasanya tidak adil."


Alleta berusaha memainkan emosi siapa saja yang menonton kisahnya. Dengan cara demikian, Alleta menggalang suara warga internet untuk menyerang pengusaha J, bukan hanya dirinya saja.


Alleta tidak takut dengan ancaman yang pernah dilayangkan oleh Jarvis. Dirinya terlindungi dengan pengakuannya tentang sosok pengusaha J. Artinya, bila sesuatu yang buruk terjadi padanya, maka yang patut diduga pelakunya adalah pengusaha J.


Hal itu telah diperbincangkan oleh Alleta bersama sosok pria misterius beberapa waktu lalu. Alleta diyakinkan untuk terus-menerus mengungkap keburukan Jarvis di masa lalu.


Warga internet benar-benar murka dengan tayangan terbaru Alleta. Banyak komentar yang masuk pada tayangan Brigitta Adams. Berdatangan pula pelanggan baru pada sosial media milik Brigitta. Demikian besar keuntungan Brigitta dengan menayangkan isu pribadi semacam itu.


Setelah kejadian malam Floretta mengungkapkan isi hati pada Jarvis, paginya Floretta pulang ke rumah dijemput oleh Walden. Sementara itu, Jarvis ditemani oleh Kazem, Stephanie serta Mandy berencana nanti membesuk.

__ADS_1


Floretta harus tetap memperhatikan keadaan anak-anak mereka, selain kebutuhan kesehatan Jarvis. Pagi ini, Floretta menyempatkan diri untuk mengantarkan Dael dan Rosalie ke sekolah.


Usai mengantarkan kedua buah hatinya, Floretta diajak bertemu oleh Alice. Bertepatan lokasi kantor Alice dan sekolah Dael berdekatan jaraknya. Alice meminta Floretta datang diantar Walden ke cafe yang telah dipesan Alice terlebih dulu.


"Walden, kau ikut saja untuk makan bersama," ajak Floretta. Walden merasa salah tingkah mendengar ajakan Floretta.


"Berjaga saja di luar cafe, Nyonya," tolak Walden dengan halus sembari membungkukkan tubuhnya.


"Kau tidak perlu begitu, Walden. Setelah makan, kau bisa kembali berjaga-jaga."


Dengan rasa sungkan, Walden mengangguk mengikuti perintah Floretta.


Di sinilah mereka sekarang, menikmati makanan yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di kota Heligore.


Floretta dengan lahap menikmati hidangan yang sangat menunjang kehamilannya. Walden mengamati nyonyanya dengan raut lega. Masalah yang menimpa Floretta sepertinya tidak mempengaruhi nafsu makannya.


Walden meninggalkan meja setelah selesai makan. Floretta memintanya untuk tidak perlu berjaga di luar, melainkan memesan meja baru di dekat Floretta dan Alice.


Dari seberang meja, Walden memperhatikan Floretta, raut kesedihan terpancar dari kulit warm ivory-nya saat berbicara dengan Alice.


"Jadi, Jarvis akan menceraikanmu?" Alice mempertegas pertanyaan setelah Floretta menceritakan langsung.


"Jarvis pernah menemuiku dan mengatakan 'akan mempertahankan rumah tangga', ternyata hanya sampai di sini keseriusannya."


Alice menggeleng dan menilai remeh pada Jarvis.


"Lalu, apa rencanamu?" tanya Alice menatap iba pada Floretta.


"Aku tidak tahu. Aku sedang mengandung anaknya."


Kelopak mata Alice terbuka lebar, terkejut mendengar penuturan Floretta, sampai-sampai punggungnya tersender ke sandaran bangku.


"Bagaimana bisa!? Ooh... maksudku, apakah terjadi setelah masalah ini disiarkan oleh perempuan itu?" Alice dibuat pening dengan relasi Jarvis dan Floretta, ia mengusap-usap keningnya.


"Tidak, Alice. Sebelum tayangan itu bermunculan ternyata tanpa aku sadari tengah mengandung."

__ADS_1


Raut Alice terlihat lega. "Oh, aku pikir cintamu yang besar padanya membutakan logika."


Alice teringat dengan proses perceraiannya yang juga sulit terlaksana beberapa tahun lalu. "Di negara kita perceraian tidaklah mudah, bila kau dalam kondisi mengandung bahkan kalian belum bisa bercerai sampai anak di dalam kandunganmu dilahirkan, Flo."


Jemari Floretta yang tengah mengaduk minuman madunya terhenti. "Apa alasan belum bisa bercerai dalam kondisi mengandung?"


"Ya begitu, dalam peraturannya dilarang menceraikan istri atau mengurus perceraian dalam kondisi gravida untuk mendukung lahirnya generasi Filaneey yang sehat."


"Akan panjang alurnya dengan mediasi serta upaya negara untuk mempertahankan rumah tangga masyarakatnya, apalagi kalian telah memiliki dua orang anak sebelumnya."


Floretta cukup heran dengan peraturan tentang perkawinan di negaranya.


"Bagaimana bila relasi di antara suami istrinya sudah gersang dan memburuk?"


"Setelah mediasi tidak mendapatkan jalan keluar, suami dan istri diberi kesempatan untuk berpisah secara fisik, tanpa komunikasi, hingga waktu yang ditentukan," jelas Alice mengingat-ingat pengalaman dan buku berisi peraturan negara Filaneey di masa silam pernah diserahkan oleh penasihat hukumnya.


"Kebanyakan kasus, suami dan istri jadi saling merindukan saat keduanya pisah sementara. Di masa itu, konsultan pernikahan ditugaskan membimbing suami dan istri secara tersendiri."


"Itulah sebabnya pernikahan gagal seperti aku dan mantan suami, tergolong ŕendah di negara ini," terang Alice menyambung perkataan sebelumnya.


"Mungkin aku akan menyusul. Jarvis yakin untuk menceraikanku," ujar Floretta dengan nada rendah disertai ekspresi mata berkedip cepat.


"Bukankah itu yang kau inginkan juga, Flo?" selidik Alice menatap Floretta seksama, menggali pesan tersembunyi dari ekspresi Floretta.


Floretta merasa kurang nyaman ditatap sedemikian intens.


"Aah... jangan-jangan kau masih berat untuk berpisah dengan Jarvis?" tebak Alice sembari menggoyangkan jari telunjuknya ke hadapan Floretta.


Floretta memalingkan wajahnya ke arah lain. Alice seringkali mampu menebak kondisi hati Floretta.


"Astaga...." Alice tidak menyangka kedalaman cinta Floretta pada Jarvis membuat hati sahabatnya masih meragu untuk bercerai.


"Setelah dikhianati dan merasa tidak dicintai, kau masih memiliki cinta untuk Jarvis. Terbuat dari apa hatimu, Floretta Conie?" tanya Alice lalu menutup mulutnya yang terbuka dengan semua jari-jemari.


"Aku tidak tahu, Alice," ucap Floretta dengan bahu yang meluruh dan tarikan bibir mendatar. Floretta pun kecewa dengan dirinya sendiri yang memiliki kedalaman rasa pada Jarvis.

__ADS_1


Di rumah sakit, Jarvis dikunjungi oleh Stephanie dan Mandy. Keduanya datang tanpa menunjukkan ekspresi bersedih dan atau khawatir.


"Kalau mama datang untuk memarahiku, lebih baik mama dan Mandy pulang saja. Aku butuh istirahat," ujar Jarvis sembari menutupi tubuhnya dengan selimut hingga sampai leher lalu menutup matanya.


__ADS_2