MAMPUKAH AKU MELEPASMU?

MAMPUKAH AKU MELEPASMU?
Buruk


__ADS_3

Seharusnya ini hari terakhir Jarvis dan keluarga berada di Kowabuda untuk berlibur. Nyatanya, petaka yang mereka alami membuat Jarvis harus bertahan di Kowabuda.


Stephanie membawa pulang kedua cucunya ke kota Heligore sebab mereka perlu meneruskan pendidikan dan hidup normal seperti biasa. Stephanie meyakinkan mereka kalau ayah dan ibunya baik-baik saja, hanya ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.


Awalnya Dael keberatan dengan menghilangnya ayah dan ibu mereka selama dua hari ini. Setelah dibujuk dan diyakinkan oleh Stephanie bahwa Jarvis akan menghubungi mereka setiba di Heligore barulah Dael bisa lebih bersahabat.


Itulah permintaan Jarvis pada Stephanie agar anak-anaknya tinggal sementara di kediaman keluarga Meyer, mengingat tidak ada Jarvis dan Floretta di sana.


Seharusnya mereka dijemput oleh Walden setelah mendarat di kota Heligore, rupanya Walden mengambil cuti karena jadwal Floretta berlibur tidak melibatkan Walden ke Kowabuda. Tugas menjemput dilimpahkan pada pengemudi keluarga Jarish Meyer.


Jarvis masih setia berada di rumah sakit menjaga anak ketiga dan istrinya. Floretta masih juga belum sadarkan diri, masih ditempatkan di ruangan intensif.


Ponsel Jarvis bergetar ada panggilan tidak dikenal. Jarvis tidak berminat untuk menanggapinya.


Floretta tidak bisa ditemui sering-sering sebab ruangan intensif yang ditempati kini harus benar-benar steril. Terakhir Jarvis mengunjungi istrinya, ia merasa sedih melihat Floretta yang dibantu oleh alat medis.


"Apa kau masih ingin tidur, Flo?"


"Bangunlah, lihat anakmu. Dia seorang laki-laki. Dael dan Rosalie juga merindukanmu, mereka sudah duluan ke Heligore. Bangunlah, Flo."


Kalimat demi kalimat permohonan dilontarkan pelan oleh Jarvis pada Floretta yang terlelap di hadapannya.


"Kau sedang tidak ingin melihatku? Aku minta maaf...."


"Flo, bila kau siuman, aku berjanji akan melepaskanmu dari ikatan pernikahan kita, meski berat rasanya."


"Membayangkan kehilanganmu selamanya lebih berat rasanya dibandingkan kita berpisah."


Jarvis sampai menitikkan air matanya.


Aku mencintaimu, Flo.


Kalimat yang hanya mampu diucapkan Jarvis dalam hati. Jarvis merasa tidak layak dan pantas untuk boleh mencintai Floretta yang tulus padanya.


Jarvis tidak tahan, ia melangkah keluar dari ruangan. Jarvis pergi ke arah ruangan anak, mengulangi kalimat-kalimat manis pada anaknya.


Begitulah yang dilakukan Jarvis untuk membayar rasa bersalahnya, meski penyesalan yang hadir belakangan seolah tiada arti kini. Namun, selalu ada kesempatan kedua yang terjadi di alam semesta.


Kazem terlihat berlari tergesa menuju tempat duduk Jarvis yang telah keluar melewati lorong. Dibelakangnya terdapat beberapa orang berpakaian seragam.


"Maaf, Tuan. Para polis datang untuk menemui Anda."


Langkah kaki para polis semakin mendekat. Jarvis menatap heran ada keperluan apa polis terhadapnya?


"Tuan, Anda dipanggil sebagai saksi atas kasus kematian Alleta Nicoline dua hari lalu," ucap seorang polis sembari menyerahkan surat panggilan saksi.

__ADS_1


"Kematian Alleta?" Jarvis tersentak mendengarnya. Ia baru tahu informasi terkini sebab dua hari ini Jarvis sengaja membatasi komunikasi dari pihak luar agar fokus pada masalah yang dihadapinya.


Jarvis melirik Kazem yang mengangguk sambil menunduk.


"Saya akan memenuhi panggilan."


Polis meninggalkan Jarvis dan Kazem. Jarvis perlu mendapat keterangan akan kasus kematian Alleta.


"Kazem, apa yang terjadi? Kau tidak menyampaikan apapun kepadaku."


"Maaf Tuan bila saya salah. Saya tidak memberitahukan informasi ini lantaran Tuan ingin fokus pada Nyonya Floretta dan anak Tuan."


"Nona Alleta ditemukan gantung diri di sebuah hotel kecil oleh para polis. Namun, dugaan sementara ada tindak pidana di baliknya," sambung Kazem dengan penjelasan menggantung.


Jarvis terperangah mendengar berita kematian Alleta yang mendadak. Dugaan demi dugaan berseliweran sebagai isi otaknya.


"Baiklah. Kazem, aku ingin ditinggal sendiri." Permintaan halus disampaikan Jarvis pada Kazem.


Sambil berjalan, Jarvis mulai berpikir apa sebenarnya terjadi. Jarvis teringat akan hasil penelusuran orang suruhannya kalau Alleta memiliki relasi dengan orang dalam kediamannya. Apakah ada hubungannya dengan itu?


Atau mungkinkah Alleta memilih kembali ke jalan kelam dengan menjual dirinya pada pria hidung belang, sehingga ia menjadi korban?


Jarvis tidak memperoleh jawaban pasti, semua masih spekulasi. Untuk menjawab rasa penasaran yang tinggi, Jarvis menatap ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Nona Alleta, ditemukan gantung diri, Tuan, dugaan kami sementara dari informan, nona Alleta dibunuh."


Jarvis juga telah mendengar sendiri dari Kazem. "Apakah ada informasi lain terkait kematian Alleta? Apakah Alleta memiliki musuh bisnis atau kembali ke dunia gelap?"


"Berdasarkan penelusuran, nona Alleta tidak memiliki musuh bisnis, Tuan. Nona Alleta juga telah meninggalkan dunia gelap semenjak anaknya didiagnosa kanker sejak setahun lalu."


"Filaneey Polis sedang menyelidiki kasus ini, memanggil para saksi, belum ada rilis resmi, Tuan."


"Hanya saja Tuan harus berhati-hati sebab belum terang benderang apakah orang dalam keluarga Meyer terlibat atau tidak."


Muncul rasa khawatir terhadap Dael dan Rosalie yang jauh dari Jarvis. Setiba merkea di Holigore, Jarvis telah menghubungi anak-anaknya dan semua baik-baik saja.


Mau berbuat apa bila keadaan mengharuskan mereka berpisah. Namun, Jarvis percaya kalau mamanya akan menjaga Dael dan Rosalie dengan baik.


"Aku ingin kau terus menyelidiki, kerahkan semua anak buahmu." Jarvis mengakhiri pembicaraan mereka.


Keesokan harinya, Jarvis memenuhi panggilan ke Filaneey Polis bagian tindak pidana sebagai saksi kasus kematian Alleta.


"Sebelum kematian Alleta, kami menemukan bukti berupa rekaman CCTV kalau Alleta berada di rumah sakit kanker anak. Dan, Anda ada di sana. Bisa beri keterangan pada kami?"


Jarvis teringat dengan peristiwa yang menyebabkan Floretta terbaring di rumah sakit. Jarvis menceritakan apa adanya, dari bertemu di lorong rumah sakit hingga mendorong Alleta sampai terjerembab ke lantai.

__ADS_1


"Setelahnya, Anda melakukan apa, Tuan?"


"Istri saya perdarahan lalu kami membawanya ke rumah sakit ibu dan anak. Semenjak itu, saya fokus pada anak dan istri."


Jarvis menduga sendiri bahwa ia dicurigai sebagai orang yang membunuh atau menginginkan kematian Alleta.


"Ada hubungan apa Tuan dengan Alleta?"


Pertanyaan yang malas untuk dijawab Jarvis. "Tidak memiliki hubungan."


"Apakah Tuan ada kaitan dengan nama di podcast yang dilontarkan Alleta?"


Semakin lama pertanyaan polis menjurus pada masa lalunya. Bagi Jarvis tidak ada hubungan masa lalu mereka dengan pembunuhan Alleta.


"Saya keberatan menjawab sebab tidak ada kaitan nama di podcast dengan kasus ini."


Polis mengerti maksud Jarvis lalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan lain yang menunjukkan Jarvis tidak terindikasi berbuat kejahatan.


Dalam minggu kematian Alleta, pemberitaan tentangnya masih jadi perbincangan hangat warga di media sosial. Polis merilis bahwa Alleta mati terbunuh bukan gantung diri, belum ada yang tertangkap dalam kasus ini.


Sayangnya, berita yang lebih menggegerkan terjadi. Wajah Jarvis dicatut oleh sebuah akun anonim gambar yang menunjukkan Jarvis dan Alleta bertemu di parkiran rumah sakit kanker anak. Di tambah lagi, foto Jarvis memenuhi panggilan polis tersebar.


Nama baik Jarvis dipertaruhkan dalam kasus kematian Alleta. Ia dicaci maki dan direndahkan, masyarakat Filaneey tidak menyangka pengusaja inisial J adalah dirinya. Selama ini, Jarvis dikenal sebagai pria baik, setia, dan sayang keluarga.


Jarvis berang dengan upaya busuk yang entah dilakukan oleh siapa dengan maksud yang tersembunyi. Memikirkan istri dan anaknya sudah membuat isi kepalanya penuh, ditambah masalah yang bersumber dari masa lalu.


Jarvis menghubungi Alice untuk meminta bantuannya. Sebelumnya, Jarvis menceritakan keadaan Floretta yang masih belum sadarkan diri menjelang sepekan.


"Kau benar-benar gila, Jarvis! Namamu ada di mana-mana. Perbuatan buruk masa lalu mendulang masalah besar dalam hidupmu dan keluarga. Dan kau penyebab anakmu dilahirkan prematur!"


Alice turut mencaci maki Jarvis. Ia begitu marah saat mengetahui Floretta dalam kondisi kritis.


"Puaskan menghinaku Alice, aku akan terima."


"Dan kau berani menghubungiku, sahabat Floretta, untuk membantumu? Urat malumu sudah putus Jarvis!"


"Aku benar-benar butuh bantuanmu untuk menyelamatkan kondisi dan juga Dael dan Rosalie."


Jarvis terus-menerus memohon pada Alice.


Alice jenuh dimintai tolong, akhirnya setelah puas dengan hardikan dan semburan marah pada Jarvis, Alice memenuhi permohonan Jarvis itu.


Jarvis meminta Alice yang memiliki banyak pengikut untuk menayangkan klarifikasi tentang hasil DNA Paternitas, keterkaitan dirinya dengan pembunuhan Alleta, serta kondisi terkini Floretta. Alice akan datang ke Kowabuda sekalian membesuk Floretta dan anak ketiganya.


Jarvis menekankan pada dirinya, ia harus melakukan serangan balik pada pihak yang ingin menghancurkan nama baiknya.

__ADS_1


__ADS_2