
Hai readers,
Mungkin ada readers yang bingung dengan kisah ini, belum selesai masalah yang satu muncul masalah baru.
Belum tuntas siapa dalang di balik kematian Alleta, muncul masalah kepribadian Floretta. Tokoh itu masih dibutuhkan di kisah bab selanjutnya, jadi belum tersingkap di bab sebelumnya.
__ADS_1
Masalah yang dihadapi Floretta bisa dibilang masalah yang sesuai alur. Meskipun negara tempat tinggalnya hanyalah imajinasi, tetapi peristiwanya dibuat logis. Pengalaman hidup Floretta pahit bertahun-tahun, tidak mungkin dampaknya baik-baik dan normal saja menjalani hidup.
Maka, readers perlu membaca bab per bab tanpa skip. Kalau lewatin satu bab saja, akan bingung sendiri mengikutinya dan tidak mendapat benang merahnya.
Kisah ini bukan fantasi transmigrasi diri, ya. Apa yang dialami Floretta bisa dikaji ilmiah ala negara Filaneey.
__ADS_1
Author idenya berbeda, author spill... ide kisah ini lebih menekankan pemulihan dari rasa sakit hati sumbernya dari diri kita sendiri, dalam hal ini Floretta. Floretta akan menghadapi kerikil dengan menjalaninya, bukan mundur dan berpaling mencari jalan yang tidak berbatu lalu mengutuki jalan beribu kerikil.
Bukan dengan menghadirkan pihak lain atau mengelak total melalui jalan bercerai atau membalas dendam penuh kebencian untuk menyembuhkan luka hati, sementara lukanya tetap basah, bukan begitu cerita ini, ya. Kalaupun ada ide semacam itu muncul, sebagai pemanis saja. Makanya judul kisahnya, mampukah aku melepasmu? Itu pertanyaan reflektif. Berat, ya... 😄
Bila ada yang kurang berkenan, bisa jadi pemikiran kita tidak sama dan biarkanlah author melanjutkan perjalanan sesuai kemerdekaan author berpikir yang penting tidak menyalahi aturan platform.
__ADS_1
Readers yang senang, silakan meneruskan langkah bersama author 🥰💕
Salam Novisi