MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Awal yang aneh


__ADS_3

Pagi ini terlihat sangat cerah, udara yang berhembus begitu menyejukkan. Hari ini adalah hari pertama Rara masuk ke kelas 11 SMA. Dia berharap akan bisa menghadapi kehidupan baru di kelas baru.


.


.


Jam di tangannya masih menunjukkan waktu 6.30 pagi, Rara sudah berada di dalam angkutan umum. Hatinya berdebar bagaimana nanti kehidupan kelas 11 nanti. Jarak sekolah berada cukup jauh dari rumahnya, membutuhkan waktu lumayan lama hingga nanti sampai.


Di dalam angkot, Rara merasa sangat gelisah karena mobilnya berjalan dengan cepat. Tiba-tiba supirnya mengerem dengan mendadak, membuat semua penumpang menjadi maju kedepan. Ternyata ada seorang penumpang pria yang ingin menaiki angkot tersebut.


Pada saat akan menaiki angkot tersebut, pria itu terjatuh tepat di bawah kaki Rara. Pria itu terdiam dan seolah menjadi kaku saat melihat ke arah kaki Rara.


"Astaga, kenapa laki-laki ini menatap kaki aku?" gumam Rara di dalam hatinya.


Rara baru tersadar ternyata dia duduk sedikit mengangkang, mungkin laki-laki itu melihat sesuatu di dalam roknya Rara. Dengan segera Rara menutup rapat kakinya.


Wajah lelaki itu sedikit memerah, mungkin karena dia malu karena terjatuh tepat di depan kaki Rara. Bisa jadi lelaki itu malu karena terjatuh di depan banyak orang. Kini lelaki itu malah duduk bersebelahan dengan Rara.


Semua penumpang melihat wajah lelaki itu. Mungkin ingin memastikan bahwa dirinya baik-baik saja. Tapi apa yang dirasakan Rara berbeda. di dalam hatinya bertanya-tanya apa yang dilihat oleh laki-laki itu?


Tak lama kemudian angkotnya telah sampai di depan sekolahnya Rara. pada saat akan membayar ongkos, tiba-tiba ada yang berkata "Tidak usah bayar, aku yang bayarkan," ucap seorang laki-laki dari arah belakang.


Rara bingung, siapa yang membayarkan ongkosnya. " Terima kasih ya, sudah membayarkan ongkosnya," ucap Rara sambil melihat ke arah orang yang membayarkan ongkosnya. Betapa terkejutnya Rara karena yang membayarkannya itu adalah lelaki yang terjatuh di angkot tadi.


Wajah lelaki itu ternyata sangat manis. Tubuh tinggi semampai dan berdada bidang terlihat sangat keren. Rara terhipnotis dengan wajah lelaki itu.


Lelaki itu berlalu begitu saja meninggalkan Rara yang akan masuk ke sekolahnya. Rara akhirnya tersadar mungkin laki-laki itu membayarkan ongkosnya Rara karena dia melihat sesuatu yang tidak pantas dilihatnya.


Di depan pintu gerbang sekolah, sudah menanti kakak kelas yang sedang bersiap untuk melakukan upacara bendera.


Rara melihat seorang lelaki yang tampan sedang berdiri ditengah tengah lapangan upacara. dia sedang berlatih menjadi pemimpin upacara. Rara terus terdiam karena terpesona dengan ketampanan lelaki itu.


.


Dan dari arah belakang terdengar suara bel berbunyi menandakan upacara akan segera dimulai.


.


begitu terpananya Rara melihat lelaki itu dan ternyata Eki kakak kelas impiannya. Rara masih menyukai Eki dari tahun pertamanya di SMA. Dan dia masih menyukai dalam diam kaeena masih ragu dan tidak yakin pada dirinya sendiri.


.


" hei,liatinnya jangan norak gitu deh" ucap salah satu siswa. Rara menoleh kearah suara itu berasal dan ternyata suara itu berasal dari kawan dekatnya Rara yang bernama Vita.


.


"ih gangguin aja,kapan kamu datang?"tanya Rara


"daritadi keles,hehehe,kenapa kamu gak tembak aja dia?"tanya Vita.


"kapan ya?tapi aku malu,gimana dong?" ucap Rara dengan gelisah.


"besok aja yu,aku juga mau nembak Tata nih"ucap Vita sambil menggandeng tangan Rara.


"tapi aku gak mau ketemu langsung,lewat surat aja gitu?" tanya Rara.


"jadul ih,tapi mungkin bagus juga" ucap Vita sambil tersenyum tak sabar untuk hari esok.


.


.

__ADS_1


Keesokan harinya Rara dan Vita sudah menyiapkan surat yang akan diberikan kepada kakak kelasnya Eki dan Tata. Vita memberikan surat yang ditulis Rara untuk Eki sedangkan Rara memberukan surat yang ditulis Vita untuk Rara.


.


.


Eki sangat terkejut menerima sepucuk surat dari Vita.


"ini apaan?"tanya Eki pada Vita.


"surat,dibaca ya kak,ini dari Rara." ucap Vita sambil pergi berlari.


Ditempat lain,Rara menghampiri Tata dan memberikan sepucuk surat dari Vita.


"kak,ni surat dari temenku namanya Vita."ucap Rara.


"kok kamu yang kasih,bukan dia langsung"ucap Tata heran.


"malu lah,"ucap Rara hendak pergi.


Tata menghentikan langkah Rara dan menyuruhnya untuk menunggu sebentar.


"tunggu,aku kan belum baca surat ini.nanti aku akan balas suratnya" ucap Tata sambil memegang tangan Rara.


Rara menjadi kikuk karena Tata memegang tangannya,dia takut Vita menjadi salah paham.


.


.


Beberapa saat kemudian Tata memberikan surat balasannya kepada Rara. Tata tersenyum manis kepada Rara dan berkata " kamu jangan lupa sampein ya ke Vita,lain kali harus dia yang antar suratnya".


.


.


beberapa saat kemudian terlihat senyum manis di wajah Vita. Vita langsung melompat bahagia karena Ternyata Tata menerima cintanya Vita.


sungguh aneh, perempuan menyatakan cinta pada lelaki.


"kamu enak diterima sama Tata,terus aku bagaimana?"tanya Rara.


"aku juga gak tau,aku harus menanyakannya pada Eki sekarang"ucap Vita sambil menepuk pundak Rara.


.


.


Tak lama Vita membawa sepucuk surat dari Eki,bergetar hati Rara berharap Eki akan menerima cintanya.


dan suratnya pun dibuka dan mulai dibaca


"dear Rara,sebenernya kakak gak tau kamu yang mana. mungkin selama ini kamu menyukai kakak dan selalu memperhatikan kakak. Mungkin selama ini kamu yang selalu mendukung kakak.kakak senang sekali kamu bisa menyukai kakak. Tapi maaf sekarang,kakak sudah mempunyai pacar,baru kemarin kita jadian. Mungkin kita bisa menjadi teman akrab." begitulah isi dari surat yang Eki berjkan kepada Vita.


.


Rasanya seperti menghujam jantung Rara,dia sudah mempunyai pacar dan baru jadian pula. Ingin rasanya Rara menangis dengan sekencang-kencangnya. Tapi dia harus kuat,dan kembali ceria.


.


.

__ADS_1


derai tangis air mata Rara mengalir deras di pipinya. Rara memeluk Vita untuk menguatkan dirinya. Vita mencoba menghibur Rara supaya tidak bersedih terlalu lama.


.


.


"gak apa-apa vit,aku kan masih bisa merebut hati Eki" ucap Rara sambil menghapus airmata yang menetes dipipinya.


"bagus Ra,aku akan mendukung kamu. jangan menyerah,nanti aku akan bantu kamu supaya dekat dengan Eki" ucap Vita dengan semangatnya.


.


.


Rara dan Vita kemudian pulang kerumahnya masing-masing. Rara kemudian menaiki angkot yang sepi dari penumpang. akan tetapi angkot tiba-tiba berhenti sejenak untuk menaikkan penumpang.


.


.


betapa terkejutnya Rara karena yang naik angkot itu adalah lelaki yang tadi pagi terjatuh di angkot. wajah lelaki itu terlihat sangat terkejut karena ada Rara diangkot tersebut.


.


.


"hei,ketemu lagi"ucap lelaki itu.


"iya,kamu yang tadi pagi kan?" tanya Rara.


"iya,kamu mau kemana?" tanya lelaki itu.


"pulang lah," ucap Rara.


"kenalin,aku Satrio" ucap lelaki itu sambil mencoba berkenalan kepada Rara.


"Mimin" ucap Rara berbohong.


"masa namanya mimin sih,jadul amat" ucap lelaki itu tidak percaya.


"kalau gak percaya ya udah," ucap Rara sedikit ketus.


"eh,kamu diem dulu coba" ucap Satrio.


"apa?" tanya Rara heran.


.


.


Tiba-tiba tangan Satrio memegang rambutnya Rara. Rara terkejut karena dengan tiba-tiba lelaki itu memegang rambutnya. wajah Rara sedikit memerah karena merasa sangat canggung.


Dan Satrio menunjukkan apa yang diambilnya,ternyata seekor belalang menempel dirambutnya.


"maaf ya,aku daritadi gemas pengen ngambil belalang itu dirambutmu."ucap Satrio.


"makasih ya" ucap Rara sambil sedikit tersenyum karena sempat merasa geer kalau lelaki itu akan menyentuhnya.


.


.

__ADS_1


dan akhirnya Rara sampai ditempat tujuan,dan mengucapkan salam perpisahan pada Satrio. dengan wajah manisnya Satrio tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Rara.


__ADS_2