MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Cintaku Kamu


__ADS_3

Satrio dipaksa Sani untuk mengikutinya dan meninggalkan Rara sendiri tanpa diberi kabar sedikitpun.


Satrio merasa sangat bersalah kepada Rara,hatinya pun terluka ketika dia harus pergi bersama Sani.


Satrio takut jika Sani akan melukai Rara.


Sani meminta diantar pulang oleh Satrio.Rumah Sani begitu besar seperti istana,lebih besar dari rumah yang dia punya.


Satrio sekarang merasa kalau dia sesang berada didalam masalah.Jika dulu Amanda hanya sebagai tunangan palsu,akan tetapi Sani itu orang yang sangat berbahaya baginya.


setelah selesai mengantar Sani pulang,Satrio mencoba menghubungi Rara.


tut...tut..


"halo kak Iyo ada apa?"tanya Rara dengan nada yang masih terdengar sedih.


"kamu sudah sampai di rumah belum?" tanya Satrio dengan nada merasa bersalah.


"kakak,boleh kita bertemu sekarang didepan rumahku?" ajak Rara pada Satrio.


"iya baiklah,kakak segera kesana" ucap Satrio dengan nada sedih.


* * * *


beberapa saat kemudian


Satrio datang sampai didepan rumahnya Rara.


ternyata Rara sudah menunggu Satrio didepan pintu gerbang rumahnya.


"hai kak,aku pengen bicara sama kakak tapi tidak disini.ayo kita ke taman" ucap Rara mengajak Satrio.


Satrio berusaha menggapai tangan Rara. Akan tetapi Rara malah melipat tangannya dan hanya memeluk dirinya sendiri seolah kedinginan.


Satrio melepaskan kemeja flanel yang dia pakai sebagai outer kemudian memakaikannya kepada Rara.Tidak seperti biasanya Rara tidak bereaksi apapun. Dia hanya meneruskan langkahnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Sesampainya di taman,


Rara dan Satrio kemudian duduk di bangku yang tersedia di taman itu.


"kakak tau gak alasan aku mengajak kakak kesini" tanya Rara sambil menatap langit gelap yang dipenuhi bintang.


"emangnya kenapa cantikku?" tanya Satrio sambil terhs menatap wajah Rara tanpa berpaling sedikitpun.


"aku percaya kakak sayang dan cinta sama aku," ucap Rara menghentikan sejenak kata katanya.

__ADS_1


"kakak memang benar benar menyayangi dan mencintai kamu cantikku" ucap Satrio sambil meraih jari jemari Rara.


"aku ingin dengar dari kakak langsung" ucap Rara seolah Satrio harus mengerti apa yang dikatakannya.


"kakak dengan Sani tidak ada hubungan apa apa.sia hanya.." ucapan Satrio berhenti lalu dipotong oleh Rara.


"kakak,Sani itu cinta pertama yang dulu kakak pernah ceritakan kan." ucap Rara dengan sangat menahan emosinya.


"iya,bagaimana kamu tau?" ucap Satrio.


"kakak,benar benar mencintainya atau bagaimana?" tanya Rara sambil terus melihat langit karena tak ingin airmatanya menetes didepan Satrio.


"kakak cuma menganggapnya angin lalu,kakak dipaksa oleh Sani untuk menjadi kekasihnya.dulu kakak pernah berjanji padanya dan sekarang dia meminta janji kakak supaya dipenuhi.kakak menolaknya tapi dia mengancam kakak" ucap Satrio menjelaskan kepada Rara.


"terlepas dari itu,tapi kenapa kakak tidak memberi kabar padaku aku disana sendirian kak,apa kakak tidak mengkhawatirkanku?" tanya Rara dengan nada yang sangat sedih,mencoba menahan tangis yang sudah tak kuat membendungnya.


"tentu saja kakak khawatir,tapi dia mengancam kakak akan mencelakai kamu" ucap Satrio menggenggam erat jemari Rara.


"dan kakak percaya dia akan mencelakakan aku?" tanya Rara dengan masih hati hati.


"iya,kakak tak mau kamu dicelakai oleh Sani. Dia akan berbuat apapun yang dia mau." ucap Satrio sambil mendekat kearah Rara.


Dia melihat tumpukan airmata yang sudah memenuhi pelupuk matanya Rara.Satrio mengambil sapu tangan di sakunya kemudian mengusapkannya ke pelupuk mata Rara.


Nafasnya mulai memberat,menahan rasa sedihnya.


Rara terus menerus menarik nafas panjang agar tidak menangis lagi.Tapi perasaan sedihnya mengalahkan kekuatannya.


Melihat Rara yang seperti kesakitan menahan tangisnya,Satrio memeluk Rara dengan segera.Satrio mencoba menenangkan perasaannya Rara yang sudah kadung terluka olehnya.


"Maafkan kakak ya,seharusnya kakak melawannya dan bukan menyakiti kamu seperti ini." ucap Satrio.


"ya,baguslah" ucap Rara sambil membalas memeluk Satrio dengan masih terisak.


"Kakak tak ingin kamu dilukai oleh Sani.Kakak akan memperjuangkan hubungan kita ya.Sani itu bukan dari keluarga sembarangan Ra.dia itu punya kuasa dan rumahnya juga sangat besar." cerita Satrio.


"aku hanya akan memeluk kakak untuk kali ini saja,aku akan membiarkan kakak untuk bersama Sani.Biarkan aku sendiri saja." ucap Rara melepaskan pelukannya dan pergi berlalu meninggalkan Satrio.


Sudah cukup hatiku sakit.aku tak ingin terluka lebih dalam kalau aku harus menyayanginya lebih dalam lagi.


begitulah isi hati Rara yang sebenarnya,walaupun harus menangis tapi Rara tak ingin terus menerus melihat keadaan menyedihkan ini selalu.


Satrio mengejar Rara yang sedang berjalan sendiri sambil menengadahkan kepalanya karena menahan tangis. Ya,Satrio tidak rela kalau Rara mengakhiri hubungan yang baru saja dimulainya.


"Ra,aku tak ingin putus sama kamu,izinkan aku meluruskannya" ucap Satrio sambil menarik tangan Rara.

__ADS_1


"aku juga tak mau kak,tapi kakak punya janji dengan Sani yang lebih dulu menyukai kakak.Aku tak mau melihat kemesraan kalian sementara kakak masih menjadi pacarku" ucap Rara sambil mencoba melepaskan tangannya.


"aku gak punya rasa cinta yang sama kepada Sani. Aku hanya mencintai kamu.Rasa cintaku benar benar hanya untuk kamu" ucap Satrio.


"kakak,kita masih muda.Masih banyak hal yang harus kita capai.kita harus menjalani hidup dengan baik. mungkin kita berjodoh tapi ditunda dahulu oleh Tuhan.Semoga kita berjodoh kembali di lain hari." ucap Rara yang kemudian berlari dan menabrak seorang laki laki yang ternyata Max.


"Ra,kamu kenapa?" tanya Max.


"kak Max,bisa antar aku jalan jalan gak?" tanya Rara sambil menarik tangan Max yang membuat Satrio menjadi merasa sangat bersalah.


"iya Rara,kakak ambil kunci mobil dulu ya" ucap Max sambil menyuruh Rara menunggunya diluar.


beberapa saat kemudian,


"aku tau kamu lagi ada masalah sama Satrio" ucap Max sambil mengendarai mobil.


"hahahaha,aku gak bisa nutupin semua depan kakak. tapi boleh gak ya aku pengen nunggu Satrio yang cerita sama kakak" ucap Rara.


"iya,kakak tau itu urusanmu sama Satrio.Tapi kelihatannya Satrio sangat menyayangi kamu" ucap Max mengeluarkan pendapatnya.


"iya,dia lagi ada masalah yang aku juga gak bisa dekatin dia lagi sekarang" ucap Rara sambil terus menatap kearah luar mobil.


Max memberhentikan mobilnya disebuah fly over yang sudah sepi dari kendaraan.Rara keluar dari Mobil dan berdiri ditepian fly over itu.langit terlihat sangat luas dan lapang.Rara melihat begitu banyak bintang bertaburan.


"kak Max,pernah merasa kesepian gak?" tanya Rara.


"aku pernah merasa kesepian,tapi disaat aku kesepian aku akan selalu datang ke rumah ayah dan ibu" ucap Max.


"kakak,benar-benar sayang ayah dan ibu?" tanya Rara.


"sudah tentu Rara sayang.Ayah dan ibu sudah bukan seperti mantan mertua tapi menjadi orangtua sungguhan,dan melebihi orangtua kakak sendiri" ucap Max dengan wajah tersenyum.


"kalau kakak sendiri sekarang keinginannya apa?" tanya Rara.


"menjaga ayah,ibu dan kamu" ucap Max dengan suara lembut.


"terima kasih ya kak,sudah mau menjaga kita"ucap Rara sambil memeluk Max.


"kamu mau ikut gak sama kakak,sekolah di luar negri?nanti kakak carikan beasiswanya dan kita tinggal disana."tanya Max.


"ayah dan ibu bagaimana?" tanya Rara.


"nanti kita ajak juga,jadi kita sekeluarga pindah dari kota A" ucap Max.


"aku gimana ayah dan ibu saja kak" ucap Rara sambil menyandarkan kepalanya di dada Max.

__ADS_1


__ADS_2