
Eki benar benar sangat kesal,kenapa Rara harus pulang bersama Max.Eki sedari tadi menunggu Rara pulang dari perpustakaan.Dan tak disangka dia malah menghubungi Max,padahal aku kekasihnya.
Eki terus menggerutu sambil mengambil helm yang dilemparkannya. Eki menjalankan mesin motornya lalu bergegas pergi meninggalkan sekolah.
Sebenarnya Rara mengetahui Eki sepertinya sedang menunggunya.Rara merasa tidak enak karena membuat Eki menunggu bahkan ditinggalkan olehnya.Tapi Rara merasa Eki tidak benar benar menyukainya.Sebab dia tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya. kenapa dia tidak bisa berpura pura menyukainya bahkan menyelidiki diriku sebelum menjadikan aku pacarnya.
"kamu mikirin apa sih?"tanya Max.
"kakak tadi lihat Eki kan?"tanya Rara.
"iya,terus kenapa?"ucap Max.
"hmmm aku jadi gak enak,dia sudah menunggu aku tapi aku malah naik mobil kakak" ucap Rara.
"memangnya kamu lebih memilih dia daripada kakak?" ucap Max.
"kok memilih,ya pasti aku pilih kakak. Kakak kan yang paling tulus sayang sama aku" ucap Rara.
"kamu kenapa sih bisa memilih laki laki seperti itu?" tanya Max.
"dia kan keren,playboy sekolah,tampan,juga atlet olahraga" ucap Rara.
"ya ampun,kamu masih abg ya ternyata.pemikirannya masih pendek" ucap Max.
"kakak,tadi ngobrol sama Vania gak?" tanya Rara.
"oh,sempet sih sebentar. tapi dia tiduran di kamar kamu,jadi kakak tidak berani masuk" ucap Max.
"kakak,kakak beneran mau biayai aku kuliah?" tanya Rara.
"iya sayang,kenapa kamu tanya gitu?" ucap Max sambil mengusap kepala Rara.
"sepertinya Rara ingin jadi dokter seperti kakak" ucap Rara.
"kenapa,kemarin katanya gak mau jadi dokter. sekarang kok mau?" tanya Max bingung.
"Rara pengen jadi orang yang berguna.bermanfaat" ucap Rara.
"semua keinginan kamu,kakak usahain untuk tercapai" ucap Max sambil memegang tangan Rara.
Tangan kak Max begitu hangat,dinginnya ac di mobil membuag tangan Rara seperti membeku. kak Max tiba tiba mencium tangan Rara mencoba menghangatkan tangan Rara. dag dig dug,mengapa detak jantung ini begitu cepat. Perasaan Rara menjadi aneh saat kak Max sangat perhatian kepada Rara.
wajah Rara sedikit memerah,akan tetapi ketika Rara melihat wajah Max terlihat datar datar saja. Mungkin ini hanya perasaan saja.
lalu mereka sampai dirumah Rara. Max memesan makanan untuk dimakan Rara dan Vania.
"Ra,kamu dari dulu gak berubah ya masih rajin baca" ucap Vania sambil mengunyah makanan.
"haaaaah,bukan rajin tapi butuh Van. kalau aku gak cari di perpustakaan,aku harus membeli bukunya" keluh Rara sambil memainkan sendok makannya.
"oh iya kak Max sekarang bekerja disini?" tanya Vania.
"iya Van,emangnya kalian sekarang gak satu sekolah?" tanya Max sambil menyuap makanan.
"gak kak,aku sekolah di sekolah kejuruan bagian kecantikan kak" ucap Vania.
"oh,pantesan kamu jadi tambah cantik. sudah tau rahasianya sih" ucap Max.
__ADS_1
"kakak bisa aja,aku emang suka dandan kak,aku setengah mati nih ngajarin Rara dandan dan bergaya seperti perempuan" ucap Vania.
"pantesan adikku ini jadi cantik.setahun gak ketemu jadi cantik begini.bagus Vania,nanti kamu bisa jadi make up artis keren" ucap Max sambil mengacungkan jempol.
"kakak masih inget aja aku suka mie ayam,keren deh ingetannya" ucap Vania.
"kalau ingetan kakak pendek gak bakal jadi dokter" ucap Max.
Vania berencana menginap dirumah Rara,dia sudah meminta izin kepada ibunya dan ibu Rara. dan Rara sangat senang.
semalam suntuk Rara dan Vania bercerita dan curhat bersama. Vania menceritakan cintanya dengan Rifki,laki laki yang disebutnya pria sejati.
"hai,kok jadi bingung,coba kamu jujur Vania,dia laki laki tulen gitu?" tanya Rara.
"ih,Rara. dia laki laki tulen.di sudah punya anak. ups" ucap Vania dia telah salah ucap.
"kamu pacaran sama duda?"tanya Rara terkejut.
"hahai, kamu kecewa ya aku pacaran sama yang sudah menikah" tanya Vania.
"terserah kamu aja,hidup kamu sendiri yang akan menjalani.aku hanya bisa berdoa saja" ucap Rara.
Rara mengembalikan pelurus rambut milik Vania,akan tetapi tidak diperbolehkan oleh Vania,karena dia memberikannya secara cuma cuma.
"kamu ni ya Ra,aku udah jadi sahabat lama kamu,seberapa lama kita gak ketemu kita tetap sahabat. lagian cuma barang gitu aja,gampang" ucap Vania.
"kamu baik banget Van,keren sahabat aku" ucap Rara.
keesokan harinya..
Pagi sekali Satrio datang menjemput Rara.Suasana masih terlihat gelap gulita.Ya,kali ini Satrio datang jam 05.30 pagi. Terlihat dia sedang menenteng satu kantong berisi makanan.
Mendengar seperti ada yang memanggil,Max datang
"wah,pagi pagi siapa yang datang.masih gelap juga" ucap Max sambil membawa kopi yang baru diseduhnya.
lalu Max datang membuka pintu ternyata Satrio yang berada diluar.
"oh,kamu Satrio. pagi buta kamu datang bertamu,gak malu?" tanya Max sambil mempersilakan Satrio masuk.
"maaf kak,pagi pagi saya mengganggu. Sebenarnya saya ingin sarapan bersama kalian. jadi saya kesini membawa sarapan,sekalian kalau tidak merepotkan saya mau mengantar Rara ke sekolah" ucap Satrio.
"ya sudah,masuk. diluar masih dingin" ucap Max mengajak Satrio masuk ke rumahnya Rara.
Didalam rumah ternyata mereka semua sudah bangun dan sibuk mempersiapkan harinya.
"eh ada tamu ya,Satrio kamu apa kabar?" sapa ibu Rara.
"baik bu,ibu gimana kabarnya?oh iya saya bawa sarapan bu,kita makan bareng" ucap Satrio.
"iya,makasih ya Satrio.kamu duduk aja sama ayah Rara,di ruang tv.Rara masih bantu bantu ibu dulu." ucap ibu Rara.
srek,srkk,srek,srek,,suara seperti lantai yang sedang disikat.
Satrio penasaran karena sedari tadi Rara masih belum terlihat.Satrio izin ingin menggunakan kamar mandi,kemudian Max mengantar Satrio ke kamar mandi.
kemudian Max memanggil Rara untuk keluar
__ADS_1
"Ra,kamu sudah selesai belum membersihkannya?Satrio mau ke dalam" ucap Max.
"iya kak," ucap Rara.
saat Rara keluar,dia terkejut karena ada Satrio sedang berdiri dihadapannya. Rambut masih acak acakan,baju sudah basah sebagian,wajah seperti baru bangun tidur.
"hai Ra,rajin ya sudah bantu ibu" ucap Satrio.
"eh kakak,tumben masih gelap sudah kesini." ucap Rara malu malu.
Tiba tiba Vania datang dari kamar dan langsung masuk ke kamar mandi.
"eh main masuk aja,udah ada yang nungguin coba" ucap Rara.
"maaf aku gak kuat kebelet,Ra" ucap Vania.
tak lama kemudian Vania keluar,dia begitu terkejut melihat Satrio. Vania seperti mengenal Satrio,wajahnya menjadi panik dan tergesa gesa masjk ke kamar Rara.
Melihat sikap Vania yang seperti itu,membuat Max,Rara dan Satrio menjadi bingung.
Setelah Satrio keluar dari kamar mandi,Rara melanjutkan bersih bersihnya dan mandi.
Satrio sibuk mengobrol dengan keluarga Rara didepan Tv.
Tak lama kemudian Rara dan Vania selesai mandi dan memakai seragam sekolah.
Mereka semua berkumpul untuk sarapan bersama. seperti biasa,kehangatan keluarga Rara begitu terasa.
Satrio tidak lepas dari senyumnya yang terus mengembang. Dia merasa sangat nyaman dengan keluarga Rara.
Vania yang terlihat tidak nyaman,menyelesaikan sarapannya dengan cepat. Begitu pun Max tergesa karena ada pasien gawat darurat. Vania pamit dan diantar oleh Max.
Satrio dan Rara pergi ke sekolah.didalam mobil mereka berbincang bincang.
"Ra,perempuan yang tadi siapa?"tanya Satrio.
"oh Vania,..dia sahabat aku waktu smp kak. kenapa memangnya?" tanya Rara.
"aneh aja,kok dia kayak grogi ketemu sama kakak. padahal kita belum pernah ketemu." ucap Satrio.
"iya juga sih,lihat kakak kayak lihat setan gitu. menakutkan" ucap Rara sambil tersenyum melirik Satrio.
"ngomong setannya tidak usah sambil melirik ke kakak dong" ucap Satrio sambil cemberut.
"bercanda kak" ucap Rara sambil memegang tangan Satrio yang sedang menyetir.
Satrio menjadi malu dan memerah wajahnya karena Rara memegang tangannya.
"oh iya Ra,aku bawa hadiah buat kamu" ucap Satrio sambil mengambil sesuatu di dashboard nya.
"apa ini?"ucap Rara sambil membuka hadiah dari Satrio. Ternyata sebuah kalung cantik berbentuk bulan sabit.
"kakak,makasih banyak ini cantik banget." ucap Rara terharu dan hampir mengeluarkan air mata.
Satrio memberhentikan sejenak mobilnya di pinggir jalan,dan memakaikan kalung tersebut ke leher Rara.
"kamu tau gak,harusnya aku bilangnya dari kemarin. cuma aku gak tau kamu pergi ke pulau C. SELAMAT ULANG TAHUN YA,semoga kamu menjadi milikku" ucap Satrio.
__ADS_1
"makasih ya kak,kakak orang pertama yang ngucapin selamat ulang tahun."
"arti bulan sabit itu seperti kamu yang walau bagaimanapun tetap cantik dilihat dan dinantikan semua orang. kakak sayang sama kamu Ra" ucap Satrio sambil menyetir kembali menuju sekolah.