MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Bertemu Satrio


__ADS_3

Setelah mengantar Mario pergi ke tempat tidurnya,Rara pergi keluar untuk membeli makanan. Mario mengizinkannya dan ikut memesan makanan pula.


Saat Rara sedang berada di minimarket dekat rumah sakit,Rara berebut makanan ringan kesukaannya dengan seorang lelaki.Aroma tubuhnya sangatlah khas mengingatkannya pada seseorang..


Lalu Rara melihat kearah wajah lelaki yang rebutan mengambil makanan tersebut. Dan ternyata dia adalah Satrio.Hmmm pada akhirnya Rara bertemu kembali dengan Satrio.


"Mimin" ucap Satrio yang terkejut melihat Rara yang kini ada didepannya.


"Kak Iyo..." ucap Rara terkejut karena pada akhirnya dia bertemu kembali dengan Satrio.


Tanpa berpikir apa-apa lagi Satrio langsung memeluk Rara dengan erat.Begitu terasa hangatnya pelukan Satrio,yang membuat hati Rara menjadi tenang.


"Sudah terlalu lama Kakak memendam perasaan Kakak sama kamu.Mengapa baru sekarang kita bisa bertemu lagi" ucap Satrio yang masih belum melepaskan pelukannya.


"Kak,kakak masih ingat mimin gitu.Padahal itu sudah lama." ucap Rara yang juga enggan melepaskan pelukan hangatnya Satrio.


"Iya dong,saat itu waktu di angkot kakak sudah suka sama kamu." ucap Satrio sambil mengusap kepalanya Rara.


"Kakak,jangan temui aku lagi ya." ucap Rara sambil melepaskan pelukan Satrio.


Satrio terkejut Rara bilang seperti itu padanya. Dia merasa Rara masih mencintainya,tapi melarangnya untuk menemuinya.


"Ra,kali ini aku akan berjuang untuk hubungan kita Ra" ucap Satrio sambil memegang tangan Rara.


"Kak,hubungan kita hanyalah masa lalu.Aku harus bisa menjalani hidup baru aku" ucap Rara.


"Ra,kali ini dengarkan aku.Aku ingin memperjuangkan hubungan kita.Iya,memang aku telah gagal menjagamu dari kejahatan keluarga Sani hingga menyebabkan orangtuamu meninggal.Tapi sekarang kita harus memperjuangkannya."ucap Satrio.


"Untuk apa?Aku masih trauma dengan kematian orangtuaku Kak." jawab Rara.


"Aku akan melindungi kamu dari Sani." ucap Satrio.


"Lindungi diri kakak dulu dari Sani.Baru bisa melindungiku" ucap Rara sambil pergi dan membayar makanan yang sudah dipilihnya.


Rara menjadi teringat kembali masa-masa sulitnya waktu berada di jeruji besi.Hatinya tercabik cabik seolah waktu tidak berputar.Saat terberat dalam hidupnya ketika dia menghirup udara bebas dan kedua orangtuanya meninggal dunia.


Ayah,Ibu,aku hampa tanpa kalian.Aku menjadi tak tau arah.Bawa aku berkumpul dengan kalian.Aku tak mau disni tanpa Ayah,Ibu dan Kakak. Ungkap isi hati Rara.


Rara pergi menemui Mario yang sedang tertidur ditempat tidurnya.Rara mengambil kesempatan untuk menghubungi Kak Max karena hari ini dia mulai merindukannya.


"Halo Kak,Kakak sedang apa sekarang?" tanya Rara.


"Kakak sedang bersiap menerima pasien,kamu sedang apa?" jawab Max.

__ADS_1


"Aku sedang duduk saja kak.Kakak,aku merindukanmu" ucap Rara.


"Astaga,baru saja enam jam kita tidak bertemu sudah rindu.Aihhh...Kakak juga merindukanmu.Kerja yang rajin,biar kamu punya uang banyak" ucap Max.


"Yah,,Kakak sudah mau mengakhiri pembicaraan.Baiklah aku akan semangat bekerja supaya bisa traktir Kakak" ucap Rara.


"Kakak yang akan selalu traktir kamu.Kamu jaga diri ya disana.Kakak menyayangimu bye" ucap Max.


"Aku juga menyayangi Kakak" ucap Rara sambil menutup teleponnya.


Mario yang terbangun mendengar percakapan Rara dengan Max di telepon membuat Mario menjadi penasaran siapa Kakak yang dimaksud Rara.


"Hei,kamu terlalu lama membeli makanan yang jumlahnya hanya segitu?" ucap Mario.


"Maaf bos,tadi di minimarket mengantri" ucap Rara seperti sedih.


"Aku bukan memarahimu.Mengapa kamu sedih seperti itu" tanya Mario.


"Aku tidak apa-apa Bos,cuma teringat mendiang orangtuaku" ucap Rara.


"Oh,memangnya kamu sudah tidak mempunyai orangtua?" tanya Mario.


"Aku sudah menjadi yatim piatu Bos.Kedua orangtuaku meninggal bersamaan.Waktu itu adalah saat tersulit.Harusnya aku menjadi mahasiswa kedokteran bukan menjadi pekerja serabutan" ucap Rara sedang menyesali hidupnya.


"Kalau kamu ingin jadi dokter,aku bisa bantu" ucap Mario.


"Apa?Kamu pernah dipenjara!!! Apa kejahatan yang kamu lakukan" ucap Mario terkejut karena wanita yang dihasapannya pernah masuk penjara.


"Aku menolong orang yang salah dan aku dituduh mencelakainya" ucap Rara.


"Hmmm,aku sepertinya pernah mendengar cerita itu." ucap Mario mencoba mengingat.


"Mungkin saat itu beritaku sudah masuk koran dan itu sangat memalukan buatku" ucap Rara.


"Mereka sangat jahat.Ditolong malah memasukkan orang yang baik ke penjara.Aku yakin kamu orang baik" ucap Mario.


"Aku bukan orang baik bos,aku orang yang suka uang" ucap Rara sambil tersenyum kembali pada Mario.


"Iya,kamu memang suka uang.Sekarang pijat kepalaku ini,sangat pusing rasanya." ucap Mario sambil memejamkan matanya.


Rara pun memijat kepalanya Mario dengan perlahan takut Mario menjadi kesakitan ketika dipijat terlalu keras.


Tiba tiba ada seseorang masuk kedalam kamar Mario.

__ADS_1


"Heh kakak tidak berguna" ucap Seseorang dibalik tirai.


Rara terkejut karena tiba-tiba saja mendengar suara memaki dari arah pintu.Saat dibuka tirainya dia terkejut bukan kepalang melihat Sani yang ternyata berbicara kasar seperti itu.


"Ngapain lo disini?" tanya Sani dengan emosi.


"Aku kerja lah" jawab Rara.


"Bukannya lo cuma pengantar makanan.Sekarang sudah berani merayu Kakakku" ucap Sani masih bernada tinggi.


Satrio yang datang menjemput Sani terkejut melihat Rara sedang memijat kepala Mario yang ternyata Kakak Sani.


"Rara,kenapa kamu disini" Ucap Satrio.


"Aku sedang bekerja" ucap Rara tidak menghiraukan Sani dan Satrio.


"Satrio,kamu harus keluarkan dia dari sini" ucap Sani semakin marah.


Mario langsung terbangun dan langsung memarahi Sani.


"Kalian ini sangat berisik.Cepat kalian keluar dari tempat ini" ucap Mario mengusir Sani dan Satrio.


"Kakak,perempuan ini tidak boleh dekat kakak" ucap Sani.


"Kenapa?Dia calon istriku,mengapa tidak boleh ada disini?" ucap Mario kesal.


"Apa????"Rara,Sani dan Satrio dengan kompak terkejut.


"Kenapa dengan kalian,mengganggu saja" ucap Mario.


"Sejak kapan Kakak kenal dengan perempuan ini? Kenapa kakak menjadikan dia calon istri kakak?" Tanya Sani syok.


"Suka suka aku mau bagaimana.Cerewet sekali kamu,lagipula Ayah dan Ibu juga tidak peduli pada Kakak" ucap Mario.


Sani dan Satrio keluar kamar masih dengan begitu banyak pertanyaan didalam hatinya.Ada hubungan apa antara Rara dan Mario.


Didalam kamar Mario,Rara sangat terkejut dia disebut calon istri oleh Mario didepan Sani.


"Bos,kenapa Bos sebut aku calon istri?kan kita hanya bos dan bawahan" ucap Rara heran.


"Aku tak ingin dia menggantikanmu dengan orang lain.Jangan geer,Aku tidak menyukaimu." ucap Mario sambil kembali tertidur.


"Tapi kenapa harus calon istri?" tanya Rara.

__ADS_1


"Kamu juga terlalu berisik.Kerja lagi,pijat lagi kepala aku" ucap Mario sambil memegang tangan Rara supaya memijat daerah kepala yang diinginkan.


"Siap Bos" ucap Rara sambil memijat.


__ADS_2