MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Menunggu Satrio terbangun


__ADS_3

Setelah mengikuti Mario pergi ke Negara X,Rara setiap hari mengurus dua orang sakit.Satrio dan Mario mereka berdua memang sangat membutuhkan bantuanku.Satrio sengaja disembunyikan karena takut Sani akan membahayakan nyawa Satrio. Mereka bertiga ketakutan Sani akan berbuat hal mengerikan jadi mereka bersembunyi.


Pada awalnya Rara merasa bingung dengan situasi Negara X.Mario menyarankan untuk tidak pergi kemana-mana.Mario masih menjalankan perawatan pasca operasi yang dijalaninya.Satrio juga masih belum bangun juga.Setelah dua hari berselang,Rara akhirnya mulai terbiasa dengan suasana di Negara X.


Rara sempat tidak ingin bertemu dengan Mario karena masih kesal dengan sikapnya yang memisahkan dirinya dengan Max.Max pun masih tidak menyangka kalau Rara pergi meninggalkannya bersama Mario.Meskipun itu bukan keinginan Rara tapi Max masih bersedih karena itu.


Rara akhirnya berani menemui Mario yang masih berada dalan pengawasan dokter ahli.


"Bos,aku minta maaf karena aku tidak bekerja beberapa hari ini" ucap Rara sambil membawakan air hangat didalam bejana kecil.


Rara mengelap seluruh tubuh Mario sambil terus menundukkan wajahnya.


"Kamu kenapa tidak mau menatap wajah bos mu ini?" tanya Mario sambil mengangkat lembut wajah Rara dengan tangannya.


"Aku mau minta gajiku kembali bos" ucap Rara sambil tersenyum kecil.


"Aahhh dasar aku tidak sadar ya kalau kamu ini mata duitan sampai lupa dan salah paham jadinya." ucap Mario sambil menunjuk dimana uang itu berada.


Ternyata Mario menyimpan uang gaji Rara didalam tas Rara.Rara tidak memeriksa tasnya karena tasnya berada di kamar Mario.


"Bos,bagaimana keadaan Kak Satrio sekarang?" tanya Rara sambil mengelap wajah Bosnya itu.


"Dia sekarang sudah baik-baik saja" ucap Mario sambil menunjukkan dimana Satrio berada.


"Apa aku boleh kesana?"tanya Rara.


"Ya,tengoklah dia,siapa tahu dia bangun" ucap Mario.


Setelah selesai mengelap dan memakaikan pakaian untuk Mario,Rara pergi melihat Satrio kemudian tanpa terasa airmatanya tumpah begitu saja.Hatinya hancur saat Satrio terbaring lemah di tempat tidurnya.


"Kakak,kenapa masih belum bangun juga?Aku disini merindukan Kakak,apa Kakak tidak merindukanku? Ayo cepatlah bangun sayang..." ucap Rara memeluk Satrio sambil menangis di bahunya Satrio.


Airmatanya terus menetes dengan derasnya,terasa sangat sakit melihat semua yang disayanginya berada dalam bahaya hanya untuk melindunginya. Rara tak ingin membuat orang lain selalu berkorban untuknya.


Satrio akhirnya menggerakkan sedikit tangannya.Rara merasakan gerakan ringan yang dibuat Satrio.Rara meminta dokter yang berada di depan ruangan Mario dan Satrio untuk datang memeriksanya.


Dokter memeriksa keadaan Satrio lalu tersenyum kepada Rara..


"Kondisi pasien sekarang sudah membaik.Selamat ya" ucap Dokter itu sambil berlalu meninggalkan Rara dan Satrio.


Mario melihat Rara begitu bahagia ketika Satrio akhirnya tersadar dari tidurnya.Rara langsung memeluk Satrio sambil mengusap kepalanya Satrio.


Begitu iri hatinya Mario melihat Satrio begitu dicintai oleh dua perempuan,sedangkan satu pun tidak ada yang menyayanginya.

__ADS_1


Mario kemudian menutup matanya karena dia tak mau melihat adegan yang tak mau dia lihat sekarang.


"Hai cantikku..." ucap Satrio lemah.


"Kakak,syukurlah kamu sudah bangun sekarang.Tahu tidak perasaanku sangat hancur sekarang saat Kakak merelakan ditusuk oleh Sani" ucap Rara sambil menangis terisak.


"Kakak tidak ingin kamu terluka,biar Kakak saja yang terluka karena kakak sudah membuatmu tersiksa saat ini" ucap Satrio dengan sangat pelan.


"Kakak,cepatlah sembuh.Aku akan selalu ada menemanimu" ucap Rara sambil terus mengusap kepalanya Satrio.


"Kakak lelah sekali,bolehkah Kakak tidur kemba..li.." tanya Satrio melemah.


"Iya Kak.." Ucap Rara sambil mencium kening Satrio kemudian meninggalkannya untuk beristirahat.


Rara kembali melihat Mario dan mengecek suhu tubuhnya.Mario mengalami sedikit demam,Rara segera memanggil dokter yang berjaga. Rara juga panik ketika Mario mengalami demam.


Ternyata demam berasal dari kegiatan yang dilakukan Mario berpergian kemana-mana pasca operasi.Dan terlalu banyak memikirkan sesuatu.Rara berpikir mungkin karena kejadian penusukkan Satrio dan beberapa kejadian membuat Mario menjadi sakit kembali.


Rara akhirnya terus mengompres tubuh Mario semalaman.Setelah mulai mereda Mario akhirnya bisa terbangun,dia melihat Rara sedang tidur di dekat tempat tidurnya dan sedang memegang handuk hangat bekas mengompresnya.


Mario terharu karena Rara masih memperlakukannya dengan baik.Dia membetulkan rambut yang menghalangi wajah Rara.Mario melihat wajah Rara begitu kelelahan.Wajahnya pucat tak berwarna dan tertidur dengan sangat cantik.


Mario mengusap pipi Rara dengan lembut,dia menjadi memikirkan sesuatu.


Rara membuka matanya dan terkejut karena Mario sedang mengusap pipinya dengan lembut.Wajah Mario yang sendu membuat Rara berpikir apa Mario benar benar menyukainya?.


Rara kemudian duduk dengan tegak dan Mario hanya tersenyum tanpa berkata apa apa.


"Bos sudah membaik ya,aku ambilkan makanan ya buat Bos" ucap Rara beranjak dari tempat duduknya kemudian pergi mencari makanan.


Setelah menunggu sedikit lebih lama,Rara akhirnya datang dengan membawakan makanan untuk Mario.


Rara ternyata membuatkan makanan untuk Mario dan dirinya.


Rara menyuapi Mario dengan perlahan-lahan.Mario sangat bahagia meskipun bukan kekasihnya tapi Rara sangat perhatian kepadanya.Menjaganya dengan telaten.


"Makasih ya,kamu masih baik terhadapku" ucap Mario sambil terus memakan makanan buatan Rara.


"Iya,aku harus bisa bangkit dari rasa sedihku ini. Dan aku berterima kasih juga pada Bos karena sudah merawat Satrio dengan baik." ucap Rara.


"Makanan ini enak sekali,siapa yang memasaknya?" tanya Mario.


"Itu aku Bos," ucap Rara sambil tersenyum bahagia karena makanannya disukai oleh Mario.

__ADS_1


"Kamu juga harus makan,wajahmu sangat pucat.Aku takut kamu sakit dan tak bisa merawat aku" ucap Mario mengajak Rara untuk makan bersama.


"Baiklah Bos" ucap Rara sambil mengambil makanan yang berada di meja.


Rara dan Mario makan bersama,meskipun Mario disuapi oleh Rara.Mario tiba-tiba mengelap sisa makanan di bibir Rara.Membuat Rara menjadi sangat gugup.


Rara kemudian menyudahi makannya dan Mario pun ikut menyelesaikan makannya.Rara memberikan minum kepada Mario dan kemudian mengelap sisa air minum yang membasahi sekitar mulutnya. Mario pun merasa canggung karena Rara dengan santainya mengelap itu.


Rara kemudian menengok keadaan Satrio yang masih tertidur karena pengaruh obat yang diberikan. Rara terus memperhatikan kedua orang yang sakit itu hingga saat dia mencari sesuatu benda didalam tasnya.


Figura keluarganya bersama mendiang Kakaknya.


Ternyata ada sesuatu yang menempel didalam foto tersebut.Rara membuka figura itu kemudian menemukan secarik surat. Lalu Rara membaca surat itu perlahan-lahan.


*Siapapun yang menemukan surat ini tolong sampaikan pada adikku Rara Prisillia,ini adalah cerita tentangku.Tentang perasaanku yang selama ini aku pendam.Aku mencintai seorang pria yang berasal dari rumah sakit yang sama saat aku dirawat dulu.Dia adalah pengidap kanker hati stadium akhir. Namanya Alvian Raharjo,dia adalah cinta pertama dan terakhirku.


Namun Ayahku tak ingin aku bersamanya sampai akhir hidupnya.Ayahku menginginkan aku bersama Maximillian Muller,seorang calon dokter yang menyukai adikku.Pada awalnya aku merasa calon dokter itu seorang pedophilia karena menyukai anak kecil.


Tapi mungkin karena adikku itu lebih dewasa penampilannya karena tubuh tingginya.Dan pikirannya sangat dewasa membuat dia jadi jatuh cinta padanya.Aku membiarkan dia menyukai adikku dan aku tetap menyukai Alvian dengan caraku.


Hingga pada akhirnya Ayahku mengetahui kalau Max menyukai adikku dan memaksaku untuk menikah dengan Max.Sedangkan aku harus meninggalkan kekasihku yang bernama Alvian itu.Aku terus bersedih tapi didalam diam,berhari hari aku tak meminum obatku.


Setelah aku menyetujui pernikahanku,aku mendapatkan telepon dari keluarganya Alvian kalau dia telah meninggal dunia karena syok mendengar aku akan menikah dengan orang lain. Dan Aku pun sangat syok mendengarnya.


Sepertinya adikku juga menyukai Max,akan tetapi dia mengalami kecelakaan mobil sebelum aku menikah dengan Maximillian yang menyebabkan ingatannya sedikit menghilang.Sifat dewaaanya menghilang dan menjadi manja seperti anak kecil kembali.Dia hanya tahu kalau Max menikah denganku karena dia menyukaiku dan aku menyukai dia.Padahal cintaku hanya untuk Alvian saja.


Semoga Adikku membaca cerita ini,ini cerita sebenarnya antara aku dan Max.Aku hanya mencintai Alvian dan bukan Max.Semoga kamu juga bisa mengingat masa-masa kamu dengan Max yang pernah hilang*.


Dari Kakakmu Vanesha Anjani.


Seketika Rara menangis karena dia membaca seluruh kebenaran yang tersimpan dengan rapat. Rara tidak dapat mengingat kalau dia pernah menyukai Max dengan perasaan cinta.Karena ingatannya hanya berada saat Kakaknya itu meninggal dunia.


Kak Max,jadi selama itu kamu menyimpan kebenaran ini dan kamu hanya membiarkan saja aku mempercayai cerita bohong yang kalian karang untukku.Kak Max maafkan aku yang masih belum bisa mengingat perasaan itu untukmu.Maafkan aku...


Rara menjerit dalam diam ketika dia mengetahui itu semua.Mengapa rasanya sangat sakit ketika tahu bahwa kamu pernah menyukai seseorang tapi kamu tidak bisa mengingatnya.Bagaimana perasaan Max sendiri yang terus memendam perasaannya kepadaku.


Mario melihat dan mencoba berjalan dengan perlahan mendekati Rara yang sedang tersungkur seperti menahan tangis.Mario menyentuh bahu Rara dan Rara ternyata menangis tanpa suara.


Mario memeluk Rara yang sedang menangis sambil memeluk sebuah surat.


"Sudah jangan kamu selalu bersedih" ucap Mario sambil menepuk punggung Rara dengan pelan.


Rara tak menjawab apapun dan hanya menangis saja.

__ADS_1


__ADS_2