
Setelah beberapa hati dirawat,Mario dan Satrio kini dalam keadaan yang cukup membaik.Mereka berdua seperti bersaing untuk mendapatkan perhatian Rara.
Mudah bagi seorang Satrio untuk mendapatkan perhatian Rara karena dia adalah orang yang dicintai Rara.Bagi Mario itu adalah hal yang sulit karena dia harus menemukan cara selain memaksa Rara.Karena sebuah paksaan itu tidak akan menemukan hasil yang baik.
Setiap paginya Rara menyiapkan sarapan untuk mereka semua.Meskipun ada asisten rumah tangga akan tetapi Mereka semua hanya ingin makan masakan Rara.
Setiap harinya Rara sangat sibuk karena dia harus merawat dua orang sakit yang manja.Atau sengaja berbuat manja agar Rara selalu perhatian kepada mereka.
"Rara....Aku ingin pergi ke kamar kecil tolong bantu aku" ucap Mario.
"Baik Bos," ucap Rara sambil membopong tubuh Mario yang tinggi itu.
Satrio tak bisa berbuat banyak saat Mario mencuri kesempatan untuk berduaan dengan Rara.Mario selalu menatap Satrio dengan senyum kemenangan saat Rara membongnya ke kamar mandi.
"Bos,aku hanya akan mengantarmu disini.Aku akan keluar sekarang" ucap Rara.
"Jangan,kalau aku terjatuh bagaimana?Aku kan suka mengalami sakit kepala mendadak" ucap Mario sambil memegang tangan Rara untuk menahannya pergi.
"Baiklaaahh" ucap Rara dengan malas.Dia membalikkan tubuhnya ketika dia Mario sedang buang air kecil.
"Aku sudah selesai,tapi aku ingin mandi Ra.Tolong siapkan pakaian dan air hangatnya ya.Aku akan berdiam disini saja" ucap Mario sambil duduk di closet duduknya.
"Iya Bos,nanti aku siapkan pakaiannya" ucap Rara sambil keluar kamar mandi dan menyiapkan keperluan mandinya.
Satrio melihat Rara keluar seorang diri dan melirik ke arahnya sambil tersenyum
"Kamu kenapa keluar lagi" tanya Satrio.
"Bos mau mandi" ucap Rara sambil mengambil pakaian di lemari dekat tempat tidur Mario.
"Lalu kamu bagaimana?"tanya Satrio was-was.
"Aku kan yang memandikannya" ucap Rara dengan santai.
"Kamu memandikannya?Apa kamu tidak malu?" tanya Satrio merasa cemburu.
"Awalnya aku malu Kak,tapi sekarang sudah biasa" ucap Rara.
"Berarti kamu membuka celananya juga?" tanya Satrio semakin menjadi rasa cemburunya.
__ADS_1
"Buka,tapi kalau celana dalamnya tidak." ucap Rara sambil berjalan menuju kamar mandi.
Wah si Mario ini bisa saja mengambil kesempatan untuk diraba-raba oleh Rara.Dasar mesum.. pikir satrio.
Rara sekarang sudah tidak canggung lagi memandikan Mario.Mario selalu berpura-pura bersikap dingin padahal dia sangat menikmati usapan lembut tangan Rara pada tubuhnya. Rara sendiri tidak ingin mempedulikan bagaimana perasaannya ketika menggosok tubuh Mario karena takut akan merasa sangat canggung.
Setelah selesai memandikan Mario,Rara mengelap seluruh tubuh Mario.Tanpa sengaja dirinya tergelincir dan langsung menimpa Mario yang sedang duduk.Rara sangat malu karena kembali dia menimpa tubuh Mario.Tangannya menyentuh sesuatu yang keras dibalik handuk.
Mata Rara langsung terbelalak membayangkan benda keras apa yang dipegangnya.Rara langsung menarik tubuhnya dan memalingkan tubuhnya membelakangi Mario.
Wajah Mario pun memerah karena Rara menyentuh benda paling sensitifnya.Mario hanya diam saja karena terlalu malu untuk mengatakannya.Rara kemudian berdiri dan berbalik seolah tak terjadi sesuatu.Kini Rara memakaikan pakaian dengan segera dan kemudian membopong Mario untuk ke kamarnya lagi.
Satrio terus memperhatikan kapan Rara dan Mario keluar dari kamar mandi.Dan yang ditunggu akhirnya keluar,Rara membopong Mario ke tempat tidurnya. Tapi anehnya mereka berdua tak saling bicara dan mereka saling membuang muka.
Satrio melihat wajah Rara dan Mario menjadi kemerahan.Dia semakin curiga dan mulai cemburu,apa yang sebenarnya terjadi pada mereka di kamar mandi barusan.
"Aku akan menyiapkan sarapan untuk kalian" ucap Rara merasa sangat canggung.
Rara bergegas masuk kedalam dapur yang berada tak jauh dari kamar rawat.Dia masih malu untuk menemui Mario saat ini.
Apa ini,bagaimana aku menghadapinya sekarang.Baiklah kalau begitu aku akan bersikap biasa saja.
Satrio terkejut dan langsung berlari ke arah dapur.Satrio melihat Rara sedang meniup tangannya yang terkena minyak panas.Satrio menghampiri Rara dan langsung menarik tangan Rara menuju wastafel.
Tangan Rara disiram oleh air mengalir dari keran air yang menyala.
Rara melihat kearah Satrio dan langsung menatap wajah Satrio dengan senyuman kecil walaupun tangannya masih terasa sangat perih.
"Kamu hati hati ya cantik,tangan kamu kan jadi terkena cipratan minyak panas." ucap Satrio sambil terus membasuh tangan Rara.
"Makasih ya Kak,hmmm aku ceroboh banget" ucap Rara.
Kemudian Satrio meminta dokter untuk mengoleskan obat luka bakar pada Rara.
"Kakak,kenapa ada darah dibaju Kakak" ucap Rara sambil menunjuk bagian yang ada darahnya.
"Arrrghh,baru terasa sekarang" ucap Satrio.
Dokter melihat Satrio yang sedang duduk dengan sedikit noda di dadanya.
__ADS_1
"Kamu,sudah tau tidak boleh ada tekanan dulu.Mengapa kamu berlari,jadi lukamu terbuka kembali" ucap Dokter sambil menyuruh Satrio untuk membuka pakaiannya.
Terlihat luka yang menganga saat dokter membuka perban.Rara melihat luka itu dengan sedikit kengerian dan terdapat darah segar yang masih keluar.Dokter mulai membuka jahitan dan membersihkan luka yang terbuka itu.
"Arrrgghhh" Satrio mengernyitkan dahinya karena merasa sakit.
Dokter menjahit ulang lukanya secara langsung karena tidak memiliki obat bius.Rasa perih terlihat secara jelas di wajah Satrio.Rara mencoba menenangkannya dengan memegang tangan Satrio.
Tak lama dokter itu selesai menjahit ulang luka Satrio.
"Makanya kamu jangan sok sok an jadi penolong kalau kamu sendiri belum mampu" ucap Mario sambil memejamkan matanya.
"Hmmm" ucap Satrio sambil menahan sakit.
Rara pergi mengambil sarapan yang sudah dia buat.
Rara mengambilkan makan untuk Mario dan Satrio.Dan dia mulai menyuapi Mario seperti biasa.
Karena Satrio masih menahan sakit jadi dia tak bisa langsung memakannya.
"Bos,masa Bos belum bisa makan sendiri?" ucap Rara sambil terus mengaduk makanannya.
"Kenapa?Kan aku ingin kamu menyuapi aku.Aku sudah membayarmu dengan sangat mahal.Jadi wajar lah,sedangkan dia kan tidak membayarmu" ucap Mario sambil menunjuk kearah Satrio.
Rara tersenyum karena Mario seperti anak kecil yang menyalahkan kepada orang lain.
"Sudah Bos,aku kan sudah menyuapimu" ucap Rara sambil pergi membawa piring kosong.
"Ambilkan aku minum juga" ucap Mario dengan gaya sok cool.
Rara akhirnya bisa beristirahat setelah Rara mengurus Mario yang berubah menjadi manja.
***
Di tempat lain,Max sedang bersiap-siap mencari Rara di Negara X.Dia mengalami kesulitan karena dia tidak tau tempat persisnya Rara berada.Yang dia takutkan Sani akan datang dan mengganggunya lagi.
Max mencoba menghubungi Rara akan tetapi sangat sulit.Entah Rara sengaja mematikan teleponnya atau dia dilarang menghubungi Max.
Akan tetapi sebenarnya telepon Rara disimpan oleh Mario supaya tidak dapat dilacak oleh Sani.Dia bemar benar akan melakukan apa saja untuk melukai Rara dan Satrio.
__ADS_1