
Rara akhirnya sampai di sekolah,Eki sudah menunggu Rara didepan gerbang sekolah.
Wajah Eki sangat kesal ketika Rara baru saja turun dari mobil Max.
Rara mendatangi Eki yang sedang berdiri di pintu gerbang sekolah.
"kakak,sudah sampai?kakak gak kenapa kenapa kan?" tanya Rara berusaha untuk perhatian.
"gak usah sok perhatian" ucap Eki sambil berjalan berlalu meninggalkan Rara.
Rara mengejar dan menggandeng tangan Eki.
"sayang,jangan marah. aku minta maaf udah bikin kamu kesal." ucap Rara.
"udahlah kamu masuk kelas aja" ucap Eki mencoba menepis tangan Rara.
"jangan gitu dong sayang.kamu kangen gak sih sama aku" ucap Rara manja.
"kangen,tapi kakak mau tenangin diri dulu.kamu masuk kelas dulu ya." ucap Eki.
.
.
Mereka pun masuk ke kelas masing masing. Rara bingung bagaimana cara untuk mendapatkan cinta Eki.
.
.
Bel istirahat pun berbunyi..
Rara bergegas untuk menemui Eki di kantin sekolah. Tapi Rara tidak menemukannya,kemudian Rara mencari di kelasnya. Dan lagi Eki tidak ada juga,Rara mencari ke lapangan parkir di sekolahnya,motornya masih terparkir.
.
kemudian Rara teringat Eki suka berdiam di pohon besar belakang sekolah. dan benar saja Eki sedang berdiri disana tapi tidak sendiri.
Rara mengendap endap dan mengintip dengan siapa Eki berdiri disana. setelah berada cukup dekat,
betapa terkejutnya Rara melihat Eki ternyata sedang bersama Amanda.
.
.
Dan Eki mulai mendekati Amanda lalu memeluknya. Eki terus mendekat dan kini mereka berdua sedang berciuman.
Bagaikan petir di siang bolong,Rara melihat kejadian menyayat hati ini sekali lagi. Rara berpikir betapa bodohnya dia berharap Eki memang cemburu padanya.
Airmata sudah berada dipelupuknya menunggu jatuh terurai dipipi manisnya. Rara menahan rasa kecewanya kemudian berlari keluar sekolah dan bersembunyi didepan gang dekat sekolah.
.
.
saat saat seperti ini Rara sangat membutuhkan seseorang untuk memeluknya dan menguatkan dirinya.
Eki,kamu bukan hanya sekali tapi ini sudah yang ketiga kalinya aku melihat kamu berdua dan bermesraan dengan Amanda. sebenarnya apa motif kamu dengan menyakiti aku seperti ini.
ucap Rara berbicara sendiri didepan tembok gang.
.
.
Disaat itu ada Satrio yang kebetulan sengaja untuk menemui Rara karena ingin mengajak Rara ke suatu tempat sepulang sekolah. sebelum sampai di sekolah,Satrio melihat sosok perempuan seperti Rara sedang berdiri didepan gang. Satrio kemudian menghampiri Rara dan melihat Rara sedang menghapus airmatanya sendiri.
.
."kamu jangan nangis disini" ucap Satrio sambil memberikan Tissue pada Rara dan memeluknya.
"kak Satrio" ucap Rara terharu karena malaikat pelindungnya sudah datang.
Rara terus menangis dipelukan Satrio yang membasahi pakaiannya Satrio.
__ADS_1
"nangis disini jadi kamu gak akan malu,kakak akan selalu ada buat kamu" ucap Satrio sambil terus menepuk punggung Rara mencoba mendamaikan hatinya Rara.
.
.
"kak Eki jahat.dia udah buat aku melayang lalu dihempaskan. sakit kak rasanya." ucap Rara.
"udah ya nangisnya jangan diteruskan lagi. kamu belum makan siang kan,nanti keburu bel sekolah berbunyi." ucap Satrio sambil menghapus airmata yang masih menetes di pipi Rara.
.
.
Satrio mengajak Rara makan di kafe dekat sekolah. Rara dipesankan makanan dan langsung disuapi oleh Satrio.
"nih makan dulu biar ada tenaga,kamu kan lagi ujian" ucap Satrio sambil menyuapi Rara.
"makasih kak,aku bisa sendiri kok." ucap Rara.
" kamu jangan berlarut dalam kesedihan,kamu harus move on. coba untuk membalas juga boleh.kakak bersedia kok jadi orang yang kamu manfaatin untuk balas Eki." ucap Satrio sambil mengusap rambutnya Rara dengan lemah lembut.
.
.
"tapi aku gak mau balas dendam kak,aku takut aku yang akan tambah terluka nantinya" ucap Rara.
"apapun keputusan kamu,kakak akan selalu dukung.
oleh sebab itu kakak datang kesini untuk ajak kamu dan orangtua kamu untuk makan malam di restoran yang aku sudah pesankan" ucap Satrio.
"kapan kak?" tanya Rara.
"malam ini,aku nanti akan jemput kamu sama ibu dan ayah kamu" ucap Satrio.
"aku boleh mengajak satu orang lagi?" tanya Rara.
" siapa?" tanya Satrio.
"iya ajak saja dia,kakak senang kok,semakin ramai kan semakin asyik" ucap Satrio sambil mengusap rambut Rara.
"makaasih ya kak,oh iya,aku takut terlambat. aku pulang dulu ya,dan makasih kakak udah jadi malaikat pelindung aku." ucap Rara sambil berlari menuju sekolahnya.
Satrio hanya tersenyum melihat Rara yang berlari menuju sekolahnya.
.
.
pada sore harinya..
Eki sudah menunggu didepan gerbang sekolah. Rara menghindar dari Eki dengan berjalan cepat.
Eki mengejarnya dan menahannya dengan paksa.
"Ra,tunggu. kamu jangan menghindar dari aku" ucap Eki.
"kenapa kak,aku kan mau pulang." ucap Rara sambil memalingkan wajahnya dari Eki.
"kakak mau minta maaf atas kelakuan kakak yang tidak bertanggung jawab. kakak akan mengantarmu pulang" ucap Eki.
.
.
" gak usah repot repot kak,aku naik angkot saja" ucap Rara menolak dengan halus.
"gak apa apa,aku anterin kamu pulang" ucap Eki.
.
.
akhirnya Rara di antar pulang oleh Eki. dia membawa motornya dengan kecepatan rendah. sepertinya Eki sengaja memelankan laju kendaraannya karena ingin berbicara pada Rara.
__ADS_1
"sayang,maafin aku ya tadi emosi sama kamu" ucap Eki.
"apa,gak denger ih kak berisik?" ucap Rara pura pura tidak mendengar.
"aku minta maaf ya sayang,aku harusnya tidak seperti tadi.aku gak suka kamu terlalu dekat dengan Max" ucap Eki.
"jadi,kakak..."ucap Rara tidak meneruskan perkataannya berharap Eki menjawab bahwa dia cemburu.
"aku cemburu,gak suka melihat kamu terlalu dekat dengan Max. tapi aku kekanak kanakan dengan membawa motor ugal ugalan" ucap Eki sambil meraih tangan Rara.
.
.
.
aku tak boleh luluh lagi,aku harus kuat,gumam Rara didalam hatinya.
"kakak,aku sedikit kurang enak badan,bisakah kita cepat pulang" ucap Rara.
"oh iya,mari kita pulang" ucap Eki.
.
.
setelah sampai dirumah,Rara segera masuk kedalam rumah dan Eki kemudian pergi setelah mengantar Rara.
tak lama kemudian Satrio datang untuk menjemput Rara dan keluarganya.
.
.
Max datang membukakan pintu untuk Satrio dan mempersilakan masuk.
"maaf kak,saya kesini mau undang kakak dan ayah ibu Rara untuk makan malam bersama" ucap Satrio.
"oh iya,tadi Rara sudah telepon.terima kasih sebelumnya kamu sudah berbaik hati mengundang kami untuk makan malam bersama." ucap Max dengan ramah.
.
.
Rara yang masih bersiap dan orangtua Rara yang sudah siap untuk pergi bersama.
.
.
Max sengaja merencanakan sesuatu untuk menguji ketulusan Satrio. Max menyuruh Satrio membawa orangtuanya Rara di mobilnya dan Rara naik kendaraan yang Max bawa.
Satrio sedikit kecewa,tapi dia legowo dan setuju dengan ide kak Max.
.
.
didalam mobil,kak Max berbincang dengan Rara.
"Ra,sebenarnya dia siapa?" tanya Max.
"oh,kak Satrio itu teman aku yang selalu ada disaat aku lagi sakit hati oleh Eki. kenapa kakak bertanya seperti itu?" tanya Rara.
" hmmm,sepertinya dia tulus mendekati kamu. tidak seperti Eki" ucap Max.
" aku gak yakin kak,dia sebenarnya teman Eki juga kak." ucap Rara.
"dia lebih dewasa,dia sudah kuliah?" tanya Max.
"dia sedang skripsi kak,dia calon arsitek" ucap Rara.
"oh,ya sudah sekarang kita sudah sampai" ucap Max sambil memarkirkan mobilnya.
.
__ADS_1
.