
Setelah sampai dirumah,Rara bergegas masuk kedalam kamarnya. Melihat Rara sepertinya habis pergi bersama seseorang,Max masuk ke kamar dan mengajaknya berbincang.
.
.
"kamu habis jalan jalan ya sama pacar kamu" ucap Max sambil berdiri di lubang pintu.
"ah kak Max,(sambil berbaring di kasur) kok bisa tau sih" ucap Rara sambil menghela nafas.
"kakak sudah tau,karena tadi kakak lihat sorot mata dia saat menatap kakak. Meskipun laki laki itu tidak menyukaimu,tapi jika melihat pacarnya dengan lelaki lain pasti marah" ucap Max sambil duduk di kursi belajar.
.
.
"kakak,mungkin gak sih dia itu menyukai dua perempuan?" tanya Rara.
" hmmmm,kakak gak tau. tapi perasaan itu tak bisa dibuat buat.kalaupun harus menyukai mungkin ini berat buat seorang lelaki" ucap Max sambil memutar mutar kursinya.
.
.
"kakak,pernah menyukai seorang wanita selain kakak?" tanya Rara sambil duduk.
"hmmmm,kak Max tidak bisa cerita" ucap Max.
"ayolah kak,ceritakan kepadaku" ucap Rara menarik tangan Max dengan manja.
"kakak takut akan mengkhianati kakakmu" ucap Max sambil mengusap kepala Rara.
.
.
"kakakku sudah lama meninggal kak,orangtuaku juga tidak akan marah" ucap Rara.
.
.
"sebelum menikahi kakakmu,kakak pernah memiliki kekasih.dia mengkhianati kakak dan menikah dengan orang lain. kakakmu datang dan mengobati luka hati kakak.kemudian kakak berencana untuk menikah dengan kakakmu.tapi hati kakak malah menyukai perempuan lain." ucap Max sambil menahan airmata yang akan menetes di pipinya.
.
.
Rara terkejut melihat kak Max menangis dihadapannya. Rara langsung memeluk kak Max dan menghiburnya.
"kakak,maafkan aku.aku tak ingin kakak menjadi sedih" ucap Rara merasa bersalah.
.
.
"kakakmu menangis dan terkejut karena kak Max menyukai perempuan lain.dan saat mengetahui perempuan itu siapa,kakakmu mendapatkan serangan jantung" ucap Max sambil menangis tersedu sedu.
.
.
"kak,menyukai seseorang bukan kesalahan.karena hati yang memilih bukan akal kita kak." ucap Rara.
.
.
"kakak salah,kakak menyukai yang seharusnya tidak kakak sukai.kakak merasa seperti membunuh kakakmu" ucap Max.
.
.
"sudah kak,yang sudah berlalu biarlah berlalu" ucap Rara sambil terus berusaha menguatkan Max.
.
.
Ditempat lain.
.
.
Satrio dan Eki bertemu ditempat latihan breakdance.
Satrio melihat Eki dengan pandangan tidak suka. dan membuat Eki merasa tidak nyaman.
.
"lo kenapa?" tanya Eki pada Satrio.
"gak apa apa.gimana hubungan lo sama Rara?udah putus belom?" tanya Satrio.
" apa urusannya sama lo?emangnya lo pengen banget gua putus sama Rara" tanya Eki.
"meskipun gua gak bisa dapetin Rara,lo juga gak akan bisa. dia sudah dekat sama bule namanya Maximillian" ucap Satrio.
"siapa,bule?lo tau darimana namanya Maximillian" tanya Eki.
__ADS_1
.
.
"gua udah pernah ketemu sama dia,Rara digendong sam bule itu.dan ibunya biasa aja.mereka akrab sekali" ucap Satrio.
.
.
"jangan jangan dia saudaranya Rara. masa dia begitu dekat dengan laki laki itu. bagaimana lo bisa tau?lo kerumahnya kapan?" tanya Eki.
.
.
"lo tuh ya,gua kasih tau kalau lo masih mau pacaran sama Rara,lo jangan pergi sama Amanda didepan mata dia,mesra mesraan didepan mata dia. atau gua akan rebut Rara dari tangan lo" ucap Satrio mengancam Eki.
.
"hah" ucap Eki sambil melamun karena penglihatannya itu benar karena ketika dia bersama Amanda dia pernah melihat Rara sedang memperhatikannya.
.
.
"lo hati hati aja ada gua yang akan rebut Rara" ucap Satrio sambil pergi meninggalkan Eki yang masih melamunkan apa yang terjadi.
.
.
Ternyata mengapa sikap ketus yang Rara berikan kepadanya,karena Rara sudah mengetahui kalau dirinya masih berhubungan dengan Amanda.
Tapi kenapa Rara tidak mengatakan apapun kepadanya.
.
.
Tapi kenapa aku peduli sama Rara?kan aku sebenarnya cuma mau jadiin dia alat untuk buat Satrio sakit hati.
Tapi kenapa juga aku buat hal memalukan didepan dia. Kenapa aku bersikap melankolis didepan dia.
kenapa aku harus mencium dia.
.
apa yang sebenarnya terjadi di hati aku?
.
.
.
Max mengajak orangtua Rara untuk berlibur ke pulau C minggu depan. Karena minggu depan Rara berulang tahun dan ujiannya pun telah selesai. Rara sangat bahagia karena untuk pertama kalinya dia bisa berlibur ke pulau C.
pulau C adalah tempat destinasi wisata yang sangat bagus. Keluarga Rara hanya keluarga sederhana yang tidak menonjol sama sekali. Terkecuali mantan menantunya yaitu Maximillian yang berprofesi seorang dokter.
.
.
Keesokan harinya,
Eki datang menjemput Rara,dia mengetuk pintu pagarnya. dan yang membukakan pintu adalah Maximillian. Eki terkejut,mengapa orang ini yang membukakan pintu untuknya bukannya Rara. Tak lama Rara keluar dan memakai sepatunya.
"kak Eki tunggu sebentar ya,aku pakai sepatu dulu" ucap Rara.
"oh iya" ucap Eki sambil berdiri dan menatap tubuh Max dengan seksama.
(benar benar seperti bule,perawakannya tinggi dan tampan. dan kelihatan dewasa,dia tidak mungkin kakak Rara.)seperti itu yang ada di pikiran Eki.
.
.
"kamu teman dekatnya Rara,sebaiknya kamu menjaga dia baik baik.hati hati dijalan,berkendara yang baik." ucap Max sambil mendekat ke Eki dia juga membisikkan sesuatu.
"kamu jangan jadi brengsek atau kamu tau akibatnya" ucap Max berbisik di telinga Eki.
.
.
Seketika Eki merasa ancaman ini terasa begitu nyata. Max ini cukup membuatnya merinding karena ancamannya. Tapi Eki juga tak bisa melepaskan rencananya begitu saja.
.
.
Setelah selesai memakai sepatu,Rara pamit kepada Max. kemudian Max mencium kepalanya Rara dengan penuh perhatian.
.
.
Eki menjadi tidak enak hati melihat pacarnya begitu dekat dengan lelaki lain.
Lalu mereka beranjak pergi dan langsung berangkat ke sekolah.
__ADS_1
.
.
Di perjalanan Eki mengajak Rara berbincang bincang.
"sayang,bisa tidak kamu gak terlalu dekat dengan Max." ucap Eki sambil meraih tangan Rara.
"Max,siapa Max?"jawab Rara pura pura tidak mengenal nama Max.
"cowok yang tadi namanya Max kan?" tanya Eki.
"kenapa,cemburu?" tanya Rara dengan manja.
"bukan,buat apa aku cemburu" ucap Eki mengelak.
"ya sudah kalau tidak cemburu jangan melarang aku dekat dengan dia" ucap Rara dengan sedikit kesal.
"terserah deh" ucap Eki mulai kesal juga.
.
.
Eki menjalankan motornya dengan sangat cepat. Rara menjadi ketakutan dan memeluk Eki dengan sangat erat.
"sayang,kenapa harus ngebut sih?"ucap Rara sambil memeluk Eki dengan erat.
Semakin Rara memeluknya dengan erat,semakin kencang pula Eki membawa motornya.
"sayang jangan seperti ini,aku takut sekali. aku takut nanti kita kecelakaan" ucap Rara sambil memeluk Eki dengan erat.
"kamu tenang aja" ucap Eki.
"sayang aku turun disini aja" ucap Rara melepaskan pelukannya.
setelah tahu Rara ingin turun dan melepaskan pelukannya,Eki melambatkan laju kendaraannya lalu berhenti.
"aku naik angkutan umum saja,gak mau mati konyol" ucap Rara sambil turun dari motornya Eki dan melepaskan helmnya.
"kamu jangan seperti itu.aku tadi menjemputmu,harus sampai tempat tujuan" ucap Eki sambil memegang tangan Rara.
"aku gak mau kamu bawa motor seperti itu.kalau kita berdua mati bagaimana?" ucap Rara dengan nada sedikit emosi.
"kamu gak usah marah gitu sayang" ucap Eki sambil menarik tangan Rara supaya naik motornya lagi.
.
"aku gak tau,mungkin kamu gak suka aku dekat dengan kak Max,mungkin perasaan aku saja kamu cemburu sama kak Max. tapi sangat tidak bertanggung jawab dengan membawa motor dengan kecepatan seperti itu.aku ketakutan" ucap Rara kesal.
.
.
Tiba tiba Max datang menghampiri Rara dan Eki,
"ayo Ra,kakak akan mengantarkanmu ke Sekolah" ucap Max sambil mengambil tangan Rara yang sedang dipegang oleh Eki.
"ngapain lo bawa cewek gua?" ucap Eki tersulut emosi.
"ayo Ra,jangan hiraukan dia" ucap Max mengajak Rara meninggalkan Eki.
Rara kemudian mengikuti Max dan melangkah dan masuk kedalam mobilnya Max.
tiba tiba Eki memukul wajah Max.
Max yang masih berusaha tenang meneruskan melangkah. tapi Eki menahannya dan akan memukulnya lagi.
"jangan bawa cewek gua" ucap Eki.
"kamu gak ada hak buat nyakitin dan ngebahayain Rara" ucap Max sambil menahan pukulan Eki dengan tangannya.
.
.
seketika Eki berhenti dan hanya bisa menahan kekesalannya.
Rara dan Max pergi ke sekolah bersama.
diperjalanan Rara melihat bekas pukulan dipipi Max yang memerah.
untuk pertama kalinya Rara melihat kak Max seperti itu. Entah apa yang bisa dijelaskan melihat kejadian ini,mengapa kak Max sampai protektif pada Rara.
.
.
"kak Max,makasih ya udah selamatkan aku dari kak Eki" ucap Rara.
"dia itu cemburu pada kakak,jadi dia membawa kamu dengan ugal ugalan. nanti juga dia sadar kalau dia salah" ucap Max.
"kok kakak tau dia cemburu?kakak tau darimana" tanya Rara.
"kakak juga lelaki,kurang lebih bisa mengetahui isi hatinya saat ini" ucap Max.
.
.
"nanti di sekolah,kamu baikan aja sama dia. biar dia seneng,jadi kamu akan bisa memenangkan hati dia. dan dia akan jatuh cinta sama kamu dengan sungguh sungguh" ucap Max.
__ADS_1
" ok makasih banyak ya kak" ucap Rara tersenyum manis.