MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Bagaimana ini?


__ADS_3

Keesokan harinya sekolah masih diliburkan karena kegiatan pecinta alam. Sepanjang hari Rara bermalas malasan di rumah karena kemarin terlalu lelah berjalan seharian.


.


Rara hanya mencuci baju seragam dan sepatunya yang kotor setelah pergi hiking kemarin. ketika Rara berada diluar rumahnya setelah menjemur sepatunya diteras depan rumahnya,tiba tiba ada seorang lelaki datang membuka pintu pagar rumahnya.


.


.


Rara bergegas menghampiri lelaki itu yang ternyata adalah Satrio. Rara yang saat itu kelihatan berminyak setelah banyak mengeluarkan keringat saat mencuci baju dan sepatunya yang kotor.


.


.


"kak Iyo,kenapa datang?" ucap Rara yang menjadi salah tingkah karena dirinya benar benar dalam keadaan yang tidak enak dilihat.


"emangnya kenapa Ra?kakak gak boleh dateng kerumah kamu?" tanya Satrio dengan lemah lembut.


"bukan begitu,cuma aku lagi jelek aja kak,belum mandi" ucap Rara sambil tersenyum malu.


.


.


"kak Iyo pengen maen aja kerumah kamu,habis udah lama kakak gak ketemu sama kamu" ucap Satrio.


" ya sudah kakak duduk dulu saja disini,aku ambilin minum ya." ucap Rara sambil mempersilakan Satrio untuk duduk.


.


dari arah dalam rumahnya,ibu Rara memanggil "Ra,tolong pergi ke warung beli jengkol,ikan asin sama kangkung ke warung depannya. oh iya sama tomat dan rawitnya jangan lupa. ini uangnya" ucap Ibunya Rara.


betapa malunya Rara ibunya menyuruhnya membeli jengkol didepan Satrio. wajah Rara seketika memerah akan tetapi berusaha untuk menutupinya dengan tersenyum malu malu.


"eng...iya bu"ucap Rara pelan.


"kamu kenapa?"ucap ibu Rara sambil menoleh kearah samping pintu rumahnya.


"oh ada tamu,kamu gak bilang Ra. maaf ya nak,ibu gak tau. ya udah Ra,kamu kasih minum dulu buat tamunya. terus kamu pergi ke warung ya" ucap ibunya Rara.


.


.


"iya bu,"ucap Rara sambil masuk kedalam rumahnya.


lalu kemudian ibunya Rara berbincang dengan Satrio


"nama nak ini siapa?temannya Rara dimana?kapan kenalnya?"ucap ibunya Rara kepada Satrio sambil melemparkan beberapa pertanyaan.


"nama saya Satrio,bu. saya asli orang kota A bu. saya sedang berkuliah di universitas ABC jurusan arsitektur dan sedang skripsi. saya kenal Rara sudah hampir 3bulan ini bu,kenalnya waktu di angkot. kebetulan temannya Rara teman satu klub saya bu.


.


.


"oh,nak Satrio sudah kuliah. Rara emang gitu anaknya suka cuek sama penampilannya. dia itu dari kecil suka main sama anak laki laki,jadi ibu gak heran dia punya banyak teman laki laki. dia itu hobinya main kelereng" cerita ibunya Rara.


"hahahaha,Rara ternyata tomboy juga ya bu"ucap Satrio.


"kalau tomboy sih enggak ya,soalnya dia lebih suka memakai rok kalau main.dia juga hobinya memasak. dia suka sekali sama film barbie,padahal dia udah gede. harusnya udah punya cowo yang dia suka tuh"ucap ibunya Rara.


"emangnya dia gak pernah bawa pacarnya gitu" tanya Satrio.


.


.


"ayahnya Rara itu galak,makanya Rara gak berani buat kenalin pacarnya. tapi sepertinya dia lagi suka sukaan gitu. oh iya ibu ngerti sekarang,kamu gebetannya Rara ya" ucap ibunya Rara langsung menembak dengan kata kata seperti itu.


.


.


"oh,belum tau bu,sekarang masih temennya aja" ucap Satrio.


.


.


tak lama kemudian Rara datang dengan membawakan dua gelas cangkir teh hangat.


"ini kak minumnya.oh iya kak,aku ke warung dulu ya maaf"ucap Rara sambil bergegas memakai sandalnya.


"ya sudah ibu tinggal masuk kedalam ya nak Satrio"ucap ibunya Rara.

__ADS_1


.


.


Satrio kemudian mengejar Rara yang berjalan perlahan menuju warung sayur tak jauh dari rumahnya. "Ra,tunggu"ucap Satrio sambil berlari menghampiri Rara.


aduh ****** aku,kenapa kak Iyo malah nyamperin aku.padahal aku disuruh belanja jengkol kan malu.


.


"Ra,tungguin dong."ucap Satrio sambil berusaha memegang tangan Rara.


"eh kakak,aku gak denger kak barusan" ucap Rara berpura pura tak mendengar.


"kamu mau ke warung kan kakak ikut"ucap Satrio dengan nafas yang tersengal sengal.


.


.


"kakak,padahal dirumah aja jangan capek capek ikut ke warung." ucap Rara.


"ya kan gak apa apa temenin calon istri masa depan aku"ucap Satrio sambil tersenyum manis.


.


.


"apa,calon istri?"ucap Rara terkejut mendengar apa yang baru saja Satrio katakan.


"iya,kamu gak salah denger kok"ucap Satrio.


"hmmm" ucap Rara sambil tersenyum bingung.


.


.


lalu Rara berbelanja di warung dan memilih sayuran yang akan dibelinya. Rara juga membeli beberap Bahan makanan lainnya.


.


tak lama kemudian mereka pun pulang menuju rumah Rara. Rara masuk kedalam rumahnya dan memberikan hasil belanjaannya ke ibunya yang sudah menantinya.


.


.


.


.


Rara membantu ibunya memasak didapur,cukup lama memang Satrio menunggu Rara selesai memasak. setelah menunggu beberapa saat Rara menghampiri Satrio yang sedang asyik main game.


.


"kak Iyo maaf ya udah buat kakak nunggu lama.ayo kak kita makan dulu" ucap Rara.


" gak usah Ra,kakak kesini bukan mau numpang makan dirumah kamu"ucap Satrio.


"ih kakak,cobain dulu masakan aku sama ibu aku. ya ..ya.." ucap Rara sambil meraih tangan Satrio dengan manja.


.


.


Perasaan menggelitik menghampiri Satrio ketika Rara menarik lengannya dengan manjanya. Satrio seperti dihargai dan disayangi. Padahal Rara cuma mengajaknya makan bersama orang tuanya.


.


.


sikap orangtua Rara yang biasa saja terhadap Satrio,tidak membuat suasana menjadi canggung.


mereka makan diselingi dengan bincang ringan dan tertawa kecil. sungguh suasana yang hangat,suasana yang sangat dirindukan oleh Satrio.


.


.


"nak Satrio,jangan sungkan sungkan anggap saja rumah sendiri tidak usah jaim." ucap ibunya Rara.


"iya bu terima kasih.saya sudah diterima dirumah ini.


suasana dirumah ini begitu hangat ya" ucap Satrio.


"kita ini doyan ketawa nak Satrio,jadi otomatis rumah ini ramai." ucap ibu Rara.

__ADS_1


.


.


Ayahnya Rara hanya datang sebentar lalu pergi lagi ke kantor tempat dia bekerja. tidak sempat berbkncang dengan Satrio.


.


.


setelah selesai makan,Rara dan Satrio berbincang diteras depan rumahnya.


"Ra,kakak iri sama kamu. kakak gak punya orangtua yang hangat seperti orangtua kamu. begitu harmonis membuat kakak nyaman berada disini." ucap Satrio sambil menatap wajah Rara.


"hehehehe,keluargaku memang seperti ini kak. tapi kakak kan orang kaya,mau apa aja enak tinggal beli. kalau keluarga aku kan harus kerja keras dulu"ucap Rara.


"kaya itu gak ngejamin kamu bahagia.orangtua kakak sibuk dan gak ada waktu buat ketemu sama anaknya sendiri" ucap Satrio.


"ya udah kakak anggep orangtua Rara,orangtua kakak aja"ucap Rara.


"hahahahaha berarti kakak harus nikah sama kamu dong" ucap Satrio.


"ih,masa masih kecil nikah sih kak" ucap Rara.


"ya gak sekarang dong Ra,kakak aja belum mapan. tunggu mapan dulu baru kita nikah" ucap Satrio.


"lah kakak,kita kan gak pacaran gimana mau nikah?"ucap Rara.


.


.


"makanya kamu jadi pacar kakak ya?"ucap Satrio sambil memegang tangan Rara.


"apa?"ucap Rara terkejut karena Satrio mengajaknya berpacaran,sedangkan dirinya dan Eki baru sana jadian.


"kenapa?kan kamu tau kakak suka sama kamu pada pandangan pertama"ucap Satrio.


.


.


"aku udah jadian sama kak Eki." ucap Rara sambil menunduk tak enak hati.


"kamu kok jadian sama Eki,kamu kan gak tau dia itu sebenarnya gimana."ucap Satrio.


"aku tau dia playboy,tapi aku suka dia sebelum ketemu kakak."ucap Rara.


"kamu tau konsekuensinya jika berpacaran sama dia?"tanya Satrio dengan suara sedih.


.


.


"aku tau,bahkan mungkin dia juga cuma sayang sama satu orang" ucap Rara.


"Amanda" ucap Satrio.


"iya,kak Amanda. lagipula siapa sih yang gak suka sama Amanda,dia kan model cantik sexy dan pintar. sedangkan aku murid biasa aja,orangtua aku juga pas pasan"ucap Rara.


"kenapa kamu mau pacaran sama dia" ucap Satrio dengan nada kecewa.


.


.


" aku pengen merasakan pacaran dengan lelaki yang aku suka. walau tau nanti akan sakit hati biarin aja" ucap Rara.


"hmmm... baiklah kalau begitu keputusanmu tak apa. kakak akan menunggu dan akan terus mendekati kamu walaupun hanya sekedar berteman ya"ucap Satrio sambil membereskan ponsel dan kunci mobilnya kedalam tas kecilnya.


.


.


Satrio pamit kepada ibunya Rara.Dan Rara mengantar Satrio menuju mobilnya. Keadaan dijalan memang sepi karena bukan jalan umum angkutan selalu lewat.


lalu Satrio datang menghampiri Rara yang sedang berdiri disebuah pohon besar. Satrio mengambil sesuatu didalam mobilnya. kemudian memberikannya kepada Rara.


sebuket bunga cantik sangat elegan dan berdapat sebuah kartu didalamnya.


"ini untuk kamu Ra"ucap Satrio sambil menyerahkan bunga kepada Rara.


"Kak Iyo,,,"ucap Rara dengan mata berkaca kaca karena untuk pertama kalinya dia menerima buket bunga cantik.


" kamu jangan nangis"ucap Satrio sambil mengusap air mata yang sudah dipelupuk mata Rara.


"aku terharu,terima kasih kak" ucap Rara sambil tersenyum kepada Satrio.

__ADS_1


tiba tiba Satrio memegang pipi Rara dengan lembut dan mencium bibirnya Rara dengan cepatnya.


Rara begitu terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.


__ADS_2