MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Hari Sangat Berat


__ADS_3

Sani yang masih saja terbaring di rumah sakit.Satrio sama sekali enggan menjenguk Sani karena dia sudah terlalu kesal terhadap sikap Sani.


Satrio berdoa kepada Tuhan semoga Sani segera dibawa ke surga. Karena dia sudah membawa banyak masalah didalam hidupnya.


Sani sebenarnya mungkin mengharapkan Satrio menjenguknya dengan tulus. Sehingga kini dia masih saja belum sadarkan diri.


Rara yang masih rajin mentransfusi darahnya untuk kesembuhan Sani pun berdoa supaya Sani cepat sembuh dan mengungkap hal yang sebenarnya.


Waktu semakin berlalu begitu cepat,akan tetapi begitu lambat bagi Rara.Menunggu kesadaran Sani sangatlah melelahkan. Setiap hari Rara berdoa supaya dia bisa keluar dari penjara yang menyedihkan ini.


Sudah dua bulan Rara berada didalam jeruji besi ini. Kebaikan yang membawa keburukan terhadap dirinya.Cita-citanya menjadi dokter kini kandas sudah. Membaca buku sebanyak mungkin kini tak berarti jika dia terus berada didalam penjara.


Kondisi orangtua Rara semakin drop.Setiap hari kesadaran mereka semakin berkurang.Mendengar keadaan Ayah dan Ibunya menjadi seperti ini karena ulahnya membuat Rara semakin sedih.


***


Malam ini terasa sangat dingin dan mencekam.Angin berhembus dengan sangat kencang.Debu-debu bertebaran menghalangi pandangan mata. Gemuruh petir bersautan disana sini,sungguh membuat bulu kuduk merinding.


Malam ini untuk pertama kalinya Satrio menengok Sani,karena tak tahan dengan melihat penderitaan Rara.Dia ingin memohon agar Sani bisa bangun dan menceritakan kebenarannya.


Langkah terasa begitu berat,semua berjalan tidak sesuai dengan harapannya.Akhirnya Satrio diizinkan untuk masuk ke ruang ICU.


"Hai Sani,ini aku Satrio" ucap Satrio sambil menggenggam Sani yang terdiam dalam tidur panjangnya.


Mungkin karena mendengar suara Satrio yang memanggilnya kini Sani memberi respon.Tangannya menggenggam balik Satrio.


"Sani cepatlah bangun,ungkap semua kebenaran ini." ucap Satrio dengan nada sedih karena teringat nasib Rara saat ini.


Sani mulai mendapatkan kesadarannya,jemari tangannya sudah dapat bergerak dengan perlahan. Satrio mulai mendapatkan harapannya kembali.


"Sani cepatlah bangun,karenamu Rara sekarang berada didalam penjara.Kamu benar benar jahat,dalam keadaan koma pun kamu masih menyebalkan" umpat Satrio.


Mendengar umpatan Satrio membuat mata Sani terbuka dengan perlahan.Satrio terkejut dan senang akhirnya Sani membuka matanya. Satrio bergegas memanggil suster dan dokter untuk memeriksa keadaan Sani.


Seluruh anggota keluarga Sani sangat berbahagia akhirnya Sani bisa terbangun dari koma-nya. Sani sudah bisa mengucapkan beberapa patah kata. Kondisinya memang masih lemah,tapi dia sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dokter dan keluarganya.


Sani dipindahkan ke ruangan rawat inap.Satrio merasa lega karena Sani sudah sadar,meskipun mungkin harapannya bersama Rara putus sudah. Tapi dia berdoa agar Rara bisa secepatnya dibebaskan.


Eki berusaha menjenguk Rara,dia memohon kepada para polisi penjaga untuk mengizinkannya menengok Rara.Dan pada akhirnya Eki diizinkan untuk betemu dengan Rara.

__ADS_1


"Hai Ra,kamu sekarang apa kabar?" tanya Eki dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku buruk kak,terima kasih kakak menjengukku,aku bahagia sekali.Nasib aku begitu buruk ya,menolong malah masuk penjara" ucap Rara Sedih.


"Kamu harus kuat ya,kakak cuma bisa menjengukmu dari luar saja setiap harinya.kakak ingin kamu tegar," ucap Eki menguatkan.


"aku bingung harus bagaimana,Sani keadaannya seperti apa sekarang?.Mengapa dia belum bangun juga?"tanya Rara.


" Tadi Satrio menghubungi kakak,Sani sekarang sudah bangun,semoga dia tidak menimbulkan masalah lagi" ucap Eki.


"syukurlah,aku tak ingin dia menyulitkanku lagi.masa depanku sekarang hancur" ucap Rara sambil menangis.


"sabar ya,kamu pasti bisa melewati semua ini" ucap Eki yang langsung di panggil polisi karena masa berkunjung sudah habis.


Polisi sudah mendapatkan kabar kalau Sani sudah bangun dan sudah bisa memberikan keterangan kepada kepolisian.


Sani mengungkapkan kebenarannya meskipun dia malu mengakui kalau dia yang sebenarnya ingin mencelakai Rara malah dia yang diselamatkan oleh Rara.


Sujud syukur Rara saat polisi meminta maaf dan membebaskannya.Malam ini malam yang sangat panjang,meskipun hujan diluar sangat lebat tak mengurangkan kebahagiaan Rara karena bisa menghirup udara bebas.


Rara berlari menuju luar kantor polisi,dia berlari ditengah hujan deras sambil berurai airmata bahagia.


***


Eki mengantarkan Rara dengan motornya.Walau hujan menerpanya dengan sangat keras tapi Eki bahagia karena Rara kini sudah berada diluar.


Eki yang merasa dirinya tidak menyayangi Rara,tapi hatinya selalu berlari menuju Rara.Mungkin karena Amanda tidak selalu berada didekatnya.Dia tidak pernah bertemu lagi dengannya semenjak Rara di penjara.Jadi Eki mempunyai kesempatan untuk melihat Rara lagi.


Pada saat memasuki jalan ke rumah Rara terlihat ada bendera kuning terpasang di gapura jalan masuk. Perasaan Rara sangat tidak enak ketika melihat bendera itu terpasang.


Betapa terkejutnya Rara ketika melihat bendera kuning itu terpasang di pintu pagar rumahnya. Rara begitu tersiksa karena bingung siapa yang meninggal dunia.Ini bukan yang pertama untuk Rara,tapi tetap rasanya sangat menyedihkan.


Langkah kakinya gontai dengan sangat berat. Semakin berat,perlahan demi perlahan Rara memasuki kerumunan warga yang sedang melayat rumahnya.


Banyak ibu-ibu menghibur Rara dan ikut berbelasungkawa dengan kematian salah satu keluarganya.


"Ra,kamu yang sabar ya nak" ucap salah satu ibu pelayat.


"Rara,semoga kamu sabar ya,," ucap salah satu ibu pelayat lagi.

__ADS_1


Max sudah menunggu didepan pintu dan langsung membopong Rara dan membawanya masuk kedalam rumahnya.


Rara begitu tak kuasa menahan tangisnya ketika Ayahnya memeluknya dengan sangat erat. Rara langsung bersimpuh sambil menangis tersedu-sedu.


Ayah Rara juga ikut menangis sedih.Rara merasa sangat sedih karena ibunya mungkin meninggal karena syok melihat anaknya masuk ke penjara.


"Ibu...kenapa ibu tinggalin Rara...ibuuuuuu" ucap Rara sambil menangis tersedu-sedu. "Ra,Ayah juga sedih ibumu pergi" ucap Ayah Rara sambil terus berurai airmata.


Satrio mendengar kalau Ibu Rara meninggal dunia langsung datang melayat secepat mungkin. Satrio melihat Rara yang masih menangis sambil memeluk jenazah Ibunya.Ayahnya Rara yang masih menepuk pundak Rara mencoba menguatkan hati Rara. Satrio datang menghampiri Max dan memeluknya sambil meneteskan airmata.


"Kak Max,maafkan aku. Jika saja aku tidak dekat dengan..." ucapan Satrio dipotong oleh Max."Sudahlah Satrio,ini bukan salah kamu.Terima kasih kamu sudah mau datang melihat jenazah untuk terakhir kalinya" ucap Max dengan tegar,matanya masih berkaca kaca dan tangannya terus menghapus airmata yang sudah diujung pelupuk matanya.


"Ra,kakak ikut berduka ya" ucap Satrio berusaha mengucapkan belasungkawa.Rara tidak menghiraukan keberadaan Satrio yang sedang disampingnya.


Max mencoba menguatkan Rara dan Ayahnya Rara.


Pada awalnya Rara heran,mengapa orangtuanya Rara tidak menjemputnya ternyata ini alasannya.


Rara tak kuat menerima semua ini dan langsung pingsan tak sadarkan diri.Semua orang menjadi panik dan Max membawa Rara masuk kedalam kamarnya.


Max meminta bantuan kepada ibu-ibu tetangganya untuk mengganti pakaian Rara. Semua orang merasa kasihan terhadap Rara.


Rara menjadi demam dan tak sadarkan diri. Berjam-jam waktu berlalu,dan akhirnya Rara terbangun dan kemudian berlari ke tempat pembaringan ibunya.


Ternyata ibunya sudah tidak ada,Rara mencari-cari ibunya. Eki lalu menenangkan Rara dan mengatakan ibunya sudah berada dipemakaman sekarang. Rara menangis dan meminta untuk diantar ke pemakaman.


Sesampainya di pemakaman hanya tersisa Max dan Ayahnya Rara yang masih berdiri di pusara ibunya.


"Ibu...Maafkan Rara bu,Rara bahkan tidak ada disaat terakhir ibu" ucap Rara sambil menangis tersedu sedu.


"Ra,sudah Ra,kasihan mendiang Ibu nanti sedih melihatmu menangis seperti ini" ucap Max.


"ayo Ra,kita pulang saja" ucap Ayahnya Rara berusaha tegar dan menahan airmatanya.


"Rara,ayo jangan menyulitkan Ibumu yang sudah tiada.Mari kita berdoa saja untuk ibumu yang sudah tenang di alam sana." ucap Max sambil mengajak Rara untuk bangun.


Ketika Rara dan Ayahnya akan bangun,tiba tiba Ayahnya Rara mengalami serangan jantung dan pingsan di pekuburan.Rara panik dan Max segera melarikan Ayah Rara ke rumah sakit.


Max memberikan pertolongan pertama pada Ayahnya Rara.Rara semakin panik dan tak kuasa terus menerus menangis.

__ADS_1


Ternyata nyawa Ayahnya Rara tidak dapat tertolong karena masih diperjalanan.


__ADS_2