
Sejak hari minggu kemarin,Vita dan Tata telah membuka jalan Rara dan Eki untuk menjadi lebih dekat.
Eki sudah memulai untuk bisa terbuka dan mendekati Rara.
Sesaat Rara tersadar,Eki pernah menulis surat kalau dirinya sudah mempunyai pacar. Rara menjadi salah tingkah jika dia nanti akan dilabrak oleh kekasih Eki yang baru.
akan tetapi mengapa Eki dengan terang terangan mengatakan padaku kalau kita sekarang pedekate dahulu.
.
.
"hai Ra,kamu lagi apa di perpustakaan?" tanya Eki.
"aku sedang membaca buku bagus,kakak mau baca gak?"ucap Rara.
"eh malesin banget baca buku tebel banget. kamu suka baca bukan?" tanya Eki.
"suka banget dong.kenapa kakak gak suka baca bukan?" ucap Rara.
"gak suka baca,aku sukanya olahraga" ucap Eki sambil menggebu gebu.
"terlihat sih,bodi kakak bagus sering dilatih olahraga" ucap Rara.
"kamu juga olahraga aja,oia nanti aku kenalin kamu sama teman aku yang suka baca." ucap Eki.
"oh boleh,cari teman sebanyak banyaknya."ucap Rara.
.
.
pada saat pulang sekolah,Eki sudah menunggu didepan gerbang sekolah. mengapa disaat seperti ini Eki terlihat sangat tampan dimata Rara.
Begitu macho dan keren,sambil menyapa teman temannya yang sedang berjalan untuk pulang sekolah.
.
.
"hai Ra,kita pulang bareng ya." ajak Eki.
"iya kak" jawab Rara.
mengapa semua ini terasa sangat cepat,padahal dia baru saja memulai pedekate ini. Mungkin ini hanya kekhawatirannya saja.
"Ra,kamu sibuk gak hari ini? kita main yu sebentar." ajak Eki.
"serius kak,"ucap Rara ingin memperjelas.
"serius dong,ayo" ucap Eki sambil memegang tangan Rara.
.
.
apakah ini mimpi,Eki kembali memegang tanganku? mengapa semuanya begitu cepat dan membuatku sangat bahagia. Detak jantungnya pun berdebar dengan sangat kencang. Dan hangatnya telapak tangan Eki begitu terasa. seperti setruman listrik yang menjalar keseluruh tubuhnya.
.
.
disisi lain,Eki pun merasakan getaran yang menjalar ditubuhnya ketika menggengam tangan Rara. sebelumnya dia tak pernah mengalami hal seperti ini selain kepada Amanda. Rara membuat perasaan yang pernah hilang kini kembali lagi.
.
.
"kakak,bolehkah aku berkata kalau aku merasa sangat gugup saat kamu memegang tanganku" ucap Rara.
"kenapa kamu gak suka? maaf ya"ucap Eki sambil melepaskan tangannya.
"bukan seperti itu,.." ucap Rara sambil menundukkan wajahnya.
"oh,kakak tau. kamu takut nanti ada yang marah kan ketika kakak memegang tanganmu." ucap Eki.
"iya kak," ucap Rara.
"tenang saja,kita kan anak sekolah bukan pasangan suami istri yang akan dilabrak oleh istri tua"ucap Eki berusaha menenangkan hati Rara.
.
.
"iya kak,makasih ya" ucap Rara.
tiba tiba dari kejauhan terlihat seorang Pria tampan dan berpakaian sangat keren dan maskulin. pria itu berjalan kearah Rara dan Eki berada.
dia berjalan dengan penuh gaya. semakin lama semakin dekat,wajahnya begitu familiar. Rara merasa pernah bertemu dengan pria itu.
__ADS_1
.
.
"hai Sat,udah lama gak ketemu" ucap Eki menyapa laki laki itu.
"Sat?" ucap Rara mencoba mengingat sesuatu.
"hai Ki,lo yang kemana aja. gua dari kemaren sibuk persiapan skripsi dideket rumah cewek lo"ucap lelaki itu.
"hahahaha dia bukan cewe gua lagi,kan udah lama putus.oia kenalin ini Rara,rara ini Satrio" ucap Eki sambil mengenalkan sahabatnya ini.
"hai,kita udah pernah ketemu loh waktu diangkot masih inget gak?" ucap Satrio.
"oh,kakak yang.."Rara tidak meneruskan kata katanya.
"iya yang itu" ucap Satrio.
"wah kalian udah saling kenal ya." ucap Eki.
.
.
"iya Ki,kalian mau ikut gak? kita pergi ke klub breakdance gua" ajak Satrio.
"kamu gimana Ra?" ajak Eki.
"aku ikut aja" ucap Rara sambil tersenyum.
.
.
sesampainya di klub,Rara terkagum kagum karena banyak orang yang jago dengan breakdancenya.
Eki dan Satrio unjuk kebolehannya dalam breakdance.
Mereka berdua sangat keren sampai sampai Rara menjadi sangat terkejut dan kagum. Seandainya salahsatu diantara mereka menjadi pacarnya Rara.
.
.
Rara diajari menari breakdance oleh Satrio,Rara sangat menikmati menari breakdance yang diajarkan oleh Satrio. Melihat kedekatan Rara dengan Satrio membuat Eki menjadi sedikit cemburu.
.
.
.
.
Sedangkan Rara sangat menikmati momen saat Satrio mengajarinya. Satrio sesekali memegang tangan Rara untuk mengajari gerakannya dengan benar. Akan tetapi Rara menjadi salah tingkah karena untuk pertama kalinya dia begitu dekat dengan seorang lelaki.
.
.
"Ra,aku boleh gak minta nomor handphone kamu? nanti aku akan sering sering ajak kamu gabung dk klub ini" pinta Satrio.
"wah,aku nanti malah ngerepotin kak Satrio" ucap Rara.
"ngerepotin gimana,kita kan sekarang udah jadi temen. harus saling bantu dong"ucap Satrio.
"oke deh ini nomor ponselku" ucap Rara sambil memberikan nomor ponselnya.
"nanti aku telepon kamu ya" ucap Satrio.
.
.
"wah Rara sama Satrio udah akrab banget nih,aku jadi dikacangin" ucap Eki.
"kak Eki,maaf ya tadi kak Satrio minta nomor ponselku" ucap Rara mencoba menjelaskan.
"wah udah tukeran nomor ponsel aja,aku aja belum dapet" ucap Eki.
"ini gua udah punya entar gua sms ke hape lo"ucap Satrio.
"iya nyerah dah.eh dia belum dateng buat latihan nih" tanya Eki kepada Satrio.
"belum dateng" ucap Satrio.
.
.
__ADS_1
tiba tiba dari arah belakang ada seorang perempuan memeluk Eki dari belakang.
"hai Ki,kangen gak lo sama gue" ucap perempuan itu.
.
.
Rara memperhatikan wajah perempuan itu ternyata kak Amanda. Begitu terkejutnya Rara melihat Eki dan Amanda masih begitu dekat seperti pasangan kekasih.
.
.
"hai Manda,lo baru nyampe?" ucap Eki.
"iya,tadi abis beli makan dulu gue. eh ada pendatang baru,tapi perasaan gue pernah liat ni cewek" ucap Amanda mencoba mengingat.
"halo kak,saya Rara adik kelasmu dulu" ucap Rara memperkenalkan diri.
"hei,pantesan pernah liat. jadi anggota juga?" tanya Amanda kepada Rara.
"masih baru liat aja,belum masuk kak"ucap Rara sambil tersenyum.
"ok deh" ucap Amanda sambil menarik tangan Eki dan mengajaknya untuk berduet dance.
.
.
Mereka begitu piawai dance kolaborasi. Tapi ini bukan soal kepiawaian mereka,tapi ini soal mereka kembali dekat. bukankah Eki dan Amanda sudah putus,tapi kenapa mereka sedekat ini?
pertanyaan demi pertanyaan terus menyeruak didalam pikiran Rara,sebenarnya apa hubungan mereka sekarang?.
.
.
"hai,kenapa diem aja?" tanya Satrio kepada Rara.
"eh kak Satrio,aku cuma terpukau sama dance mereka bagus banget." ucap Rara yang masih terkejut.
"Ra,jangan panggil kak satrio,panggil aja Rio atau Iyo,"ucap Satrio.
"kan kakak lebih tua dari Rara,Rara panggil kak Iyo aja ya" ucap Rara sambil tersenyum manis.
.
.
Rara menatap wajah Satrio yang sedang tersenyum kepada dirinya. setelah dilihat lama lama ternyata wajah Satrio manis dan juga tampan. senyumnya menawan dengan lesung pipi diwajahnya.
Satrio kemudian mengajak Rara untuk ikut bergabung menari bersama Eki dan Amanda dan kawan kawan lainnya.
.
.
beberapa jam kemudian
.
.
mereka selesai dan membubarkan diri dan pulang masing masing.
"Ra,aku anterin kamu pulang ya" ucap Satrio.
"nanti ngerepotin kakak,aku pulang sendiri aja"jawab Rara.
"gak apa apa,lagian Eki juga pulangnya sama Amanda tuh.kamu ikut kakak aja" ucap Satrio.
"ya udah,makasih kak"ucap Rara dengan wajah sedikit kecewa karena Eki tidak mengantarnya pulang.
.
.
ditempat lain Eki sebenarnya sudah siap siap mau mengantar Rara pulang,tapi melihat dia sudah dekat dengan Satrio ada kemungkinan Satrio mengantarnya pulang kerumah. Eki melihat Rara tersenyum manis kepada Satrio,dia merasa kesal. akan tetapi kenapa dirinya harus kesal,karena dia dan Rara juga tidak berpacaran.
Amanda kemudian menghampiri Eki dan bertanya "gebetan lo yang baru?"
"hahahaha,iya Manda."jawab Eki
"bagus dong lo move on,jangan mikirin gue mulu. kita kan udah putus lama,lo kan tau gue ma Satrio udah dijodohin" ucap Amanda.
"tapi lo kok biarin dia nganterin Rara?"tanya Eki.
"ya elah suka suka dia lah,gue kan gak cinta juga ma dia. dia juga kalo mau deketin cewe laen juga gue gak akan marah. dia juga gak marah gue deket sama lo"ucap Amanda.
__ADS_1
"kalian pasangan yang aneh" ucap Eki.
" ya udah gue pulang dulu ya" ucap Amanda sambil berjalan meninggalkan Eki.