MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Apakah Satrio?


__ADS_3

Setelah Rara dan Satrio pulang bersama,mereka berbincang bincang diperjalanan.


"kak Iyo,kalau kak Amanda dengan kak Eki itu masih pacaran ya?"tanya Rara.


"mereka gak pacaran,tapi masih berhubungan baik. kamu suka sama Eki ya?"tanya Satrio.


"hehehe,kelihatan ya?"tanya Rara.


"kamu itu masih polos ya,ya sih kan kamu juga masih abg. kakak yang udah dewasa. Kalau kakak suka sama kamu gimana?"tanya Satrio.


"hah,,,"ucap Rara begitu terkejutnya dia ketika mendengar untuk pertama kalinya ada lelaki yang bilang menyukainya.


.


.


"kamu kenapa?"tanya Satrio.


"hahahahaha,,aku kena prank ya"ucap Rara mencoba menetralkan suasana.


"kamu kira ini prank ya,baiklah seharusnya kita pendekatan dulu"ucap Satrio.


" aku sudah menyukai kak Eki."ucap Rara.


"kamu kan belum tahu isi hatinya Eki. jadi kasih kesempatan untuk mendekati kamu ya" ucap Satrio sambil mengusap kepala Rara.


.


.


perasaan aneh apa ini? mengapa dia merasakan hal yang dia rasakan terhadap Eki. ataukah ini rasanya diberi perhatian oleh seorang lelaki. Rara tidak bisa menjelaskan apa hang dirasakan hatinya saat ini.


.


.


.


keesokan harinya,Rara sekolah seperti biasa. dia berjalan sambil memikirkan bagaimana Satrio bisa menyukainya. tiba tiba dari arah belakang,ada yang menepuk pundak Rara.


"jangan melamun,masih muda banyak melamun" sapa Eki sambil tersenyum manis.


"eh kak Eki,"ucap Rara. detak jantungnya berdebar begitu kencangnya. senyuman Eki membuat dirinya meleleh.


.


.


"ayo kita jalan nanti keburu bel bunyi" ucap Eki.


"kak Eki,kemarin maaf ya aku pulang duluan dianterin sama kak Iyo."ucap Rara mencoba menjelaskan.


"sejak kapan kamu sedeket itu sama Satrio?" tanya Eki sedikit meninggikan suaranya.


"aku kan baru kenal kemarin kak,memangnya kenapa?"tanya Rara.


"kamu hati hati aja,jangan sampai kamu nanti sakit hati." ucap Eki.


.


.


kenapa kak Eki berkata seperti itu ya?apa dia cemburu sama kak Iyo?gumam Rara didalam hati.


.


.


saat masuk kelas,Vita dan Rara saling mengobrol satu sama lain.


"Ra,gimana kencan kamu sama Eki?"tanya Vita.


"bagus ya kamu ngerjain aku." ucap Rara.


"ya kan kak Tata bilang kalau harus kayak gini buat deketin kamu sama kak Eki."ucap Vita.


"kamu kemaren gak masuk kelas kenapa vit?" tanya Rara.


"aku liburan bareng kak Tata ke pantai berdua aja dong"ucap Vita dengan bangganya.


"kalian liburan berdua gak takut gitu?"ucap Rara.


"Ra,aku kan sama Tata udah pacaran. jalan jalan berdua wajar dong" ucap Vita.


.


.


"iya sih,ceritain dong liburan kamu gimana" ucap Rara antusias.


"ntar waktu istirahat ya"ucap Vita sambil mengeluarkan buku pelajaran.


.

__ADS_1


.


lalu bel sekolah berbunyi,semua murid bergegas pergi ke kantin sekolah. ada yang pergi ke kamar mandi,ada yang tidur dikelas,macam macam yang mereka lakukan.


.


.


Rara dan Vita pergi ke kantin sekolah bersama kawan kawan lainnya.


saat mereka duduk dikantin ada Tata dan Eki menghampiri mereka berdua. Tata duduk disebelah Vita sedangkan Eki disebelah Rara.


"kalian lagi makan apa?" tanya Tata.


"lagi ngemil aja sayang"ucap Vita.


"kamu makan dong sayang,nanti sakit"ucap Tata kepada Vita.


"kalian bikin mblo seperti aku menjadi menyedihkan" ucap Rara sambil menopang dagu.


"sini buka mulut kamu" ucap Eki sambil menyuapi sesendok makanan yang ada diatas meja ke mulut Rara.


begitu terkejutnya Rara, ketika Eki menyuapi makanan untuknya. debaran jantungnya begitu kencang karena bahagia.


Rara hanya bisa memandangi wajah Eki tanpa bisa berkata apa apa.


"cieee yang mblo udah ada yang ngehibur nih"ucap Vita sambil tertawa bersama Tata.


.


.


"ih kalian berdua suka ledekin aku"ucap Rara menunduk karena wajahnya memerah.


"aku juga suapin dong,gantian. aaaaa" ucap Eki sambil membuka mulutnya lebar lebar.


"ih kakak," ucap Rara sambil menyuapi makanan ke mulut Eki.


.


.


"makasih ya" ucap Eki sambil tersenyum manis.


"jadian aja, napa sih lo pada. daripada mblo tuh gak enak gak ada yang perhatiin." ucap Tata sambil merangkul Vita.


" iya kak Eki,mumpung Rara masih mblo. ntar kalo kelamaan keburu diembat orang" ucap Vita mengompori.


.


.


"ya udah kita jadian aja,mau gak Ra?"tanya Eki.


"kok," ucap Rara kaget dan bingung karena dia baru saja diajak jadian sama Eki.


"kenapa?bukannya kamu juga suka sama kakak," ucap Eki sambil memegang tangannya Rara.


"ih kalian suka jahilin aku deh gak suka ah" ucap Rara sambil pergi meninggalkan Eki,Vita dan Tata.


.


.


"nah loh,si Rara jadi marah beneran gitu" ucap Tata.


" gimana dong sayang" tanya Vita.


"gimana lo Ki sekarang."tanya Tata.


"ntar gua urus dah" ucap Eki sambil pergi meninggalkan Vita dan Tata.


.


.


begitu cepatnya waktu berlalu,matahari sudah berada diufuk menandakan hari sudah senja. murid sekolah sudah membubarkan diri dan pulang kerumah masing masing.


didepan gerbang sekolah terlihat sesosok lelaki tampan berdiri dengan setelan sangat rapih. celana putih dengan atasan kaos polos berwarna hitam dengan kemeja lengan panjang berwarna hijau pastel.


semua murid perempuan melihat ketampanan lelaki itu dan saling melemparkan senyum manis kepada lelaki itu.


akan tetapi lelaki itu tak bergeming,dia hanya menunggu seseorang. tak lama kemudian Rara dan Vita pun keluar menuju gerbang sekolah.


" Ra,ada cowok ganteng Ra didepan gerbang" ucap Vita menarik lengannya Rara.


"siapa cowo gantengnya?"ucap Rara dengan nada tidak peduli.


"itu didepan" ucap Vita sambil menunjuk arah dimana lelaki itu berdiri.


lelaki itu tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Rara dan Vita.


"Ra,cowok itu melambaikan tangannya sama aku" ucap Vita penuh percaya diri.

__ADS_1


"hey bukan sama kamu,jangan geer" ucap Rara menertawakan Vita.


lelaki itu menghampiri Rara dan Vita yang sedang terdiam.


"hai Ra," ucap lelaki itu.


"hai kak Iyo,mau ketemu sama kak Eki ya" ucap Rara.


"hah kalian sudah saling kenal"ucap Vita terkejut karena Rara dan lelaki itu saling kenal.


"iya,dia teman kak Eki namanya kak Satrio"ucap Rara mengenalkan Satrio kepada Vita.


"halo Satrio." ucap Satrio sambil berjabat tangan dengan Vita.


.


.


"Ra,hari ini kakak bukan mau bertemu Eki,tapi sengaja mau jemput kamu"ucap Satrio.


"what!!!keren banget"ucap Vita terkejut karena ada lelaki ganteng mau menjemput Rara.


"tapi kak?",ucap Rara.


"gak apa apa,soalnya ada yang mau kakak bicarakan sama kamu" ucap Satrio.


.


.


"udah jangan jual mahal,ikut aja" ucap Vita mendorong Rara.


.


.


lalu Rara mengikuti Satrio pergi ke lapangan parkir sekolahnya. Satrio menggengam tangan Rara dan membawanya menghampiri mobil yang Satrio bawa.


detak jantung Rara berdebar begitu kencangnya,dia merasakan seperti akan meledak. tak bisa dibayangkan perasaannya sekarang seperti apa. dia bisa bersama lelaki yang menggengam tangannya sambil menaiki sebuah mobil.


.


.


sepanjang perjalanan Rara hanya terdiam karena dia tak bisa menggambarkan perasaan yang dia rasakan saat ini. mengapa dia merasakan getaran seperti ini kepada dua pria.


.


.


"ra,kenapa kamu diem aja,kamu sakit?"tanya Satrio sambil menyentuh dahi Rara debgan tangan hangatnya.


"eh kak,aku gak sakit ko"ucap Rara sambil meremas tas yang ada digengamannya.


"terus kenapa kamu diem aja,gak ceria"tanya Satrio.


"maaf kak,aku bingung aja kenapa kakak jemput aku di sekolah"ucap Rara.


"hmmm,aku kangen sama kamu"ucap Satrio.


"kakak bisa aja,jadi malu"ucap Rara.


"serius,kamu anggep kakak cuma bercanda ya" ucap Satrio dengan wajah serius.


"kakak,kok bisa suka sama aku?"tanya Rara. akan tetapi didalam hatinya merasa pertanyaannya begitu bodoh.


"kakak suka kamu saat pertama kali kita ketemu. kamu begitu manis waktu di angkutan umum. kamu gak bicara apapun juga tetep aku suka kok" ucap Satrio.


.


.


Kak Satrio benar benar menyukaiku pada pandangan pertama. bagaimana ini? perasaanku pada Eki juga masih ada. tapi mengapa aku sangat senang ketika Satrio mengungkapkan perasaannya kepadaku. begitu berkecamuknya perasaan Rara saat ini.


.


.


"kamu gak usah banyak berpikir,kakak akan menunggu momen yang pas"ucap Satrio sambil mengusap pipi Rara.


.


.


sesampainya dirumah Rara,Satrio langsung pulang membawa mobilnya dengan laju.


.


.


Rara masuk kerumahnya dan langsung pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.


sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2