
Semangat dan dukungan yang Eki berikan seperti deja vu bagi Rara.Waktu dirinya disakiti oleh Eki yang memberi semangat adalah Satrio. Dan kini sekarang dia yang berganti memberi semangat.
Eki,mengapa kamu datang lagi. Saat hati aku udah melupakan kamu,sekarang kamu mencoba menerobos hatiku lagi.
"Kak Eki,terima kasih sudah menghiburku.Aku akan menunggu kak Max yang menjemputku saja ya." ucap Rara melepaskan tangan Eki yang menyentuh wajahnya.
Eki sadar kini hati Rara bukan untuknya.Dan Hati Eki pun masih ada Amanda yang menyinggahi singgasana tertinggi di hati Eki.Akan tetapi Eki juga tidak bisa memungkiri perasaan yang baru tumbuh atau malah sudah tumbuh pada Rara.
"maaf ya Ra,kakak tidak bermaksud tidak sopan sama kamu" ucap Eki sambil melepaskan tangannya.
Rara menghubungi Max yang sedang bersantai di rumahnya.
"halo kak Max,bisa jemput aku tidak?aku lagi di taman Remaja nih" ucap Rara dengan nada seperti memohon.
"iya Ra,kamu disana sama siapa sekadang?" tanya Max.
"aku sama kak Eki,dia menemani aku takut ada yanv jahilin aku" ucap Rara.
"jauh jauh dari dia.dia yang bakal jahilin kamu" ucap Max dengan nada marah.
" gk apa apa kak,kak Eki baik kok" ucap Rara.
"hmmm kakak akan segera kesana" ucap Max sambil mengambil kunci mobilnya.
Tak lama kemudian Max datang dengan setelan sangat keren,menggunakan jaket kulit berwarna hitam mengkilat dengan menggunakan kaos putih dan celana jeans berwarna biru langit.
Semua anak muda disana memperhatikan Max.Mata para gadis muda semua tertarik dengan Max yang tampilannya begitu mencolok.
Begitu pula Sani yang langsung terpikat begitu saja pada Max.Dia langsung bergegas mendekati Max yang berada dekat dengan Rara
Mengapa cuma Rara gadis yang biasa saja malah didekati oleh pria tampan.Dan aku harus bersusah payah merebutnya. gumam Sani didalam hatinya.
Max langsung menarik Rara sambil masuk kedalam mobilnya.Max dengan cepat mengemudikan mobilnya.
Sani yang kurang cepat menjadi sangat kesal dan marah marah di pinggir jalan.Satrio yang tersenyum puas karena Sani tidak berhasil berkenalan dengan Max.
Max merasakan ada yang aneh dengan perempuan yang sedang berjalan mendekatinya.
"kak Max kenapa?" tanya Rara.
"kakak merasa tidak enak hati melihat perempuan yang sedang berjalan kearah kita tadi" ucap Max.
"aku mengerti kak,dia itu Sani perempuan menyebalkan karena dia sudah merebut Satrio dari aku" ucap Rara keceplosan.
"hah???kalian putus?kenapa bisa?" tanya Max berpura pura terkejut.
"dia mengancam kak Satrio untuk menjadi pacarnya karena hutang nyawa di masa lalunya.lalu dia mengancam Satrio jika tidak mau menjadi pacarnya aku akan dicelakai" ucap Rara.
"oh keputusan yang Satrio ambil sangat bagus.Dia takut kamu tak selamat jadi dia lebih memilih mengikuti mau dia.bagusss" ucap Max sambil mengusap rambut Rara.
__ADS_1
"kakak kenapa setuju" tanya Rara heran.
"iya,kalau buat keselamatan kamu dia harus rela.Satrio itu sayang sama kamu,makanya dia tidak mau terjadi apa apa dengan kamu." ucap Max.
"tapi kayaknya Sani juga menyukai kakak,nanti bagaimana?" tanya Rara.
" hei,kakak ini kuat dan independen.kakak tidak akan.mendekati dia sedikitpun.kakak akan menjauhinya supaya kamu aman." ucap Max.
"kayaknya ayahnya orang berpengaruh di negara ini,soalnya Satrio saja sampai takut." ucap Rara.
" hmmm ketua preman di negara ini bisa jadi sih" ucap Max.
tak lama mereka sampai di rumah.Rara dan Max masih melanjutkan obrolan mereka di kamar Rara.
"kamu kok bisa dekat lagi sama Eki?kakak tidak mengerti sama kamu" ucap Max.
"kak Eki sudah menyelamatkan aku dari sakit hati kak.Sani terus menerus dengan sengaja bermesraan dengan Satrio didepan mata aku" ucap Rara kesal.
"ah dia itu,kakak juga masih belum tau mau Eki seperti apa terhadapmu.tapi ingat akan bekas luka di kakimu yang terus membekas dan terlihat itu." ucap Max.
"ah kakak,tapi sepertinya aku hanya mengagumi kak Eki saja kak.soalnya semua yang aku lakukan bersama kak Eki tidak ada yang berkesan." ucap Rara.
"kamu jangan pikirkan laki laki dulu.pikirkan saja masa depanmu sekarang belajar yang rajin" ucap Max sambil beranjak pergi ke kamarnya sendiri.
* * * * * *
Di tempat lain Eki sedang duduk di trotoar jalan,tiba tiba ada seorang perempuan mendekatinya.
"eh...(sambil menoleh keatas) Amanda?" ucap Eki dengan mata yang berbinar binar.
"kenapa dengan wajahmu?"tanya Amanda.
"tidak tahu,kamu kemana saja selama ini?"tanya Eki.
"aku sedang show,jadi aku pergi keluar negeri" ucap Amanda.
"karir kamu semakin melesat.kamu menjadi tak tergapai olehku" ucap Eki.
"cepatlah menjadi dokter,aku akan tunggu kamu" ucap Amanda.
"kamu sengaja menemuiku" tanya Eki sambil memegang tangan Amanda.
"iya aku sengaja karena aku merindukanmu" ucap Amanda sambil melingkarkan tangannya di leher Eki.
"oke sayang,kita ketempatku" ucap Eki sambil mengajak Amanda untuk menaiki motornya.
"wangi tubuh kamu sekarang berubah ya" ucap Amanda sambil memeluk Eki dengan erat.
"tadi aku habis menolong Rara" ucap Eki.
__ADS_1
"hmmm kamu masih mendekati gadis itu.ada apa sih dengan dia.dia kan sudah bersama Satrio" ucap Amanda.
"dia sudah putus dengan Satrio,karena Satrio didekati gadia yang tidak biasa.dia sangat mempengaruhi Satrio" ucap Eki mencoba menjelaskan.
"kamu tau namanya?" tanya Amanda.
"kalau itu aku tidak tau,tapi sepertinya menurut anak klub namanya Sani" ucap Eki.
"Sani???" ucap Amanda dengan terkejut.
"kenapa,kamu mengenalnya?" tanya Eki.
"kalau tidak salah dia adalah anak dari bos preman terkenal di negara ini.Siapa saja yang melawan pasti lewat" ucap Amanda dengan suara penuh dengan kengerian.
"wah Satrio benar benar kacau sekarang." ucap Eki.
"kamu jangan dekat dekat dengan Sani,dia berbahaya terkecuali kamu emang menyukainya" ucap Amanda.
"iya,memangnya dia kenapa?dia cantik sih seperti peri" ucap Eki.
"wajah peri tapi hati seperti raja iblis.setiap perbuatan ayahnya itu berdasarkan insting anaknya" ucap Amanda sambil merinding.
"wah semengerikan itu.lebih baik aku tidak mengenalnya.lebih baik aku bersama kamu sayangku"ucap Eki sambil memegang tangan Amanda.
"kamu laki laki playboy,tadi Rara sekarang aku" ucap Amanda berpura pura tidak senang.
"aku senang kamu cemburu Amanda,karena di hatiku cuma ada kamu yang bertahta" ucap Eki masih mengusap tangan lembut Amanda.
"kamu itu ya Raja gombal" ucap Amanda sambil mencubit lembut perut Eki yang berotot itu.
"mulai nakal ya di motor,malam ini kamu akan habis olehku" ucap Eki sambil tersenyum puas.
"maauuuuuu" ucap Amanda dengan manja.
* * *
Ditempat lain Satrio yang sudah mulai jenuh dengan sikap Sani yang selalu mengikutinya seperti ekor yang tidak bisa lepas.
Satrio terus menghembuskan nafas panjang.
"lo sakit?" tanya Sani sambil memegang kening Satrio untuk mengecek suhu tubuh Satrio.
"pikiran aku yang sakit gara gara kamu" ucap Satrio kesal.
"hahahaha,kalau bosan aku akan menghancurkan Rara dan keluarganya dengan satu jentikan jari saja.
"mengerikan,kenapa wajahmu secantik peri tapi hatimu yang sebenarnya adalah raja iblis" ucap Satrio dengan penuh kemarahan.
"itu adalah keahlianku," ucap Sani sambil menarik baju Satrio kemudian menciumnya.
__ADS_1
Sani,pada awalnya aku menyukaimu akan tetapi sekarang Rara sudah mengambil hatiku.Walau sebesar apapun daya tarikmu tapi hatiku satu satunya untuk Rara. Meskipun di hati Rara bukan aku satu-satunya cinta.