
Setelah turun dari angkot,Rara baru tersadar rasa sakit dihatinya sudah terobati. Padahal baru saja dia menerima kenyataan bahwa Eki,orang yang dicintainya itu mempunyai kekasih.
Rara merasa Eki harus mulai mengenal dirinya,Eki tidak menerimanya bukan karena Eki tidak menyukai dirinya. Akan tetapi Eki tidak mengenal siapa Rara,dan dia juga sudah memiliki kekasih hati.
Rara merasa dirinya harus berubah,dia harus menjadi terlihat menarik dan cantik.Rara kemudian berkaca di cermin yang menempel dikamarnya,apa yang seharusnya dia perbaiki.
Rara merasa dirinya begitu cupu dan jadul. dia begitu tidak memperdulikan penampilannya. Rara akhirnya mencari di internet cara agar menjadi cantik yang alami dan bergaya modis.
Sambil mengendap-endap dirinya masuk kedalam kamar ibunya. Dia mengambil beberapa alat make up dan mencoba-cobanya didalam kamarnya.
Rara mulai mencoba menguncir rambutnya supaya terlihat rapih. menggunakan pelembab wajah dan menggunakan bedak setipis mungkin.
Pada saat melihat dirinya kembali didepan kaca,terlihat perubahan yang lumayan membuat Rara menjadi sedikit berbeda. Kini kepercayaan dirinya muncul dan menjadi semangat untuk meraih hatinya Eki.
Keesokan harinya Rara masuk ke sekolah seperti biasanya. Entah mengapa hari ini Rara begitu enggan ke sekolah. Dia merasa malu jika harus bertemu dengan Eki.
Tiba-tiba dari arah belakang ada yang mendorong Rara dari belakang. Rara terjatuh dan tersungkur tepat didepan seorang laki-laki. Betapa malunya Rara hingga tak ingin melihat siapa yang ada didepannya.
laki-laki itu membantu Rara untuk berdiri,dia memegang kedua lengan Rara.
"kamu gak apa-apa?" tanya lelaki yang membantu Rara.
Suaranya begitu familiar dan menenangkan hati Rara.
"gak apa-apa gimana, kan aku jatuh pasti sakit lah dan malu"ucap Rara dengan nada hampir menangis.
"oh gitu. kita ke UKS aja yu" ajak lelaki itu.
"iya, makasih ya udah nolongin aku" ucap Rara sambil melihat kearah wajah aang penolongnya.
Betapa terkejutnya Rara karena yang menolongnya itu adalah Eki,kakak kelas yang disukainya.
Dengan langkah kaki yang gemetar, Rara berjalan disamping Eki yang sedang memegangi tangannya. Degup jantung Rara berdebar sangat kencang. Bagaimana tidak,lelaki yang menolaknya itu membantu dan menolongnya. Dan lelaki itu memegangi tangan Rara dengan hati hati.
Apakah ini mimpi?aku beneran gak mimpi kan,Eki memegang tanganku. Tangannya begitu halus sangat terawat. Tidak sepertiku yang penuh bekas luka karena sering terjatuh saat bermain sepeda waktu masih kecil.
"hai,nama kamu siapa?aku baru lihat?" tanya Eki.
"aku,,aku,,(dengan tergagap-gagap)aakuu,,engg,eng,,"ucap Rara karena bingung jika dia mengungkapkan namanya dia akan malu karena dia adalah orang yang menyatakan cintanya kepada Eki.
"kamu kenapa?masih sakit?" tanya Eki dengan nada khawatir.
"enggak,aku gak apa-apa. nama aku Rara " ucap Rara sambil menunduk malu.
__ADS_1
"oh Rara,hmmm sepertinya aku pernah dengar? tapi dimana ya" ucap Eki sambil mencoba mengingat nama itu.
Mendengar Eki bahkan tidak mengingat namanya,membuat Rara sedikit tenang dan menjadi sedih. Begitu tidak mengenalnya dia kepada aku,bahkan namaku pun dilupakannya.
"sudah sampai di UKS nih,aku ambilin obatnya dulu ya." ucap Eki sambil mencari kotak obat.
Melihat Eki yang perhatian kepadanya membuat Rara semakin menyukainya. Padahal Rara sudah tahu kalau Eki memiliki kekasih,akan tetapi perasaan dipegang tangan oleh Eki membuat hatinya senang bukan kepalang.
Detak jantung Rara berdebar begitu kencangnya. Terasa menyesakkan tapi serasa diawang-awang. Rasa bahagia mengelilingi hati Rara,disaat Eki mengoleskan obat luka di kaki Rara. Rasa perih lukanya tidak terasa karena tertutupi rasa bahagianya.
"lukanya udah diobatin ya,cepet sembuh ya"ucap Eki sambil tersenyum manis kepada Rara.
"eh,,iya makasih ya kak" ucap Rara dengan wajah tersenyum.
Lalu Eki meninggalkannya diruang UKS sendirian.
Rara tak bisa berhenti tersenyum karena sangat bahagia.
Rara menceritakan yang terjadi barusan kepada Vita.
Vita tertawa dan berkata
"hahahaha,kan aku yang dorong kamu,cuma kamu terlalu asik berpegangan pada kak Eki." ucap Vita yang senang melihat temannya mulai dekat dengan Eki.
Vita yang mulai menjalin hubungan dengan Tata,mulai menceritakan kepada Tata soal Rara yang menyukai Eki. Tata bersedia untuk mendekatkan Rara dengan Eki.
Semenjak hari itu Eki mulai sering tersenyum kepada Rara dan menyapanya. Padahal Rara sering melihat Eki sedang berjalan dan berpegangan tangan dengan seorang perempuan yang mungkin dia itu adalah pacarnya.
Rara terkadang sedih melihat kedekatan Eki dengan pacarnya. Kenapa dia harus melihat pemandangan yang tidak mengenakkan itu.
Hingga suatu hari Rara bertemu dengan sahabat waktu dia SMP yang bernama Vania.
"Ra,kamu apa kabar sekarang?usah lama ya kita gak ketemu" ucap Vania sambil memeluk Rara karena sangat rindu kepada sahabatnya yang sudah lama tidak bersua.
"aku baik,kamu gimana di sekolah yang baru? kamu udah dapet gebetan belum" tanya Rara.
"udah dong,namanya Rifki.Dia tajir Ra,apa yang aku mau dia beliin."cerita Vania.
"ih,enak banget. kalo aku sih masih jomblo" ucap Rara kecewa.
"mau gak aku ajarin supaya dapet cowok." ucap Vania.
"mau dong,kapan mau ajarin aku?" ucap Rara dengan antusias.
__ADS_1
"besok kamu ke rumah aku ya,kita bahas dirumah aku"ucap Vania.
"ok deh" ucap Rara.
"emangnya kamu sama kakak kelas kamu itu belum jadian juga?"tanya Vania.
"belum,baru aja bisa kenalan. kemaren aku ditolak sama dia"ucap Rara.
"kasian amat sahabatku ini.tenang aku bakal buat kakak kelas kamu itu tergila-gila sama kamu"ucap Vania menggebu-gebu.
"Vania,pacar kamu masih sekolah atau sudah jadi mahasiswa?" tanya Rara.
" sudah bekerja Ra,makanya aku berani minta ini itu juga" ucap Vania.
.
.
"kamu sering berfoto sama dia?" tanya Rara.
"wah hubungan kita ini rumit Ra,jadi kita gak boleh sembarangan foto" ucap Vania.
"ya ampun,percintaan kamu kayak sinetron" ucap Rara sambil tiduran di tempat tidur Vania.
.
.
"Ra,kamu kan belum ada pengalaman percintaan. bisa bisa kehidupan cinta kamu malah seperti sinetron azab." ucap Vania.
"idiih amit amit,jangan sampe gitu dong. kamu doainnya yang bagus dong" ucap Rara.
"yah,aku juga sama Ra,udah kayak sinetron azab aja. mau nonton bareng aja harus masuk masing masing ke bioskop baru aja bisa berduaan" cerita Vania.
"kayak selebritis aja nunggu gelap baru bisa berdua. namanya bukan pacaran dong" ucap Rara.
.
.
"ya semua kan ada prosesnya.nanti aku juga akan bahagia" ucap Vania.
"aamiin,aku doain kamu bahagia sama Rifki pacar kamu" ucap Rara.
__ADS_1