MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Hari hari baru


__ADS_3

Setelah selesai memijat,Rara merasa tangannya sangat pegal.Dia melakukan peregangan otot sambil menyalakan televisi.


Semua acara menggunakan bahasa asing yang membuat Rara menjadi sedikit kesulitan untuk mengerti apa yang mereka bicarakan.


Rara duduk sambil membuka makanan ringan kesukaannya.


"Hmmm,ternyata Kak Iyo masih ingat dengan makanan kesukaanku.Aku jadi senang sekali ternyata masih ada diriku dihatinya Kak Iyo" ungkap Rara berbicara sendiri.


Mendengar suara,Mario akhirnya terbangun.Samar dia mendengar Rara menyebut nama Kak Iyo,siapa dia?


Mario kembali menutup matanya mencoba untuk tidur kembali.Sesekali Rara memeriksa keadaan Mario.Dia memegang dahi Mario dan mengusap lembut.


Mario yang hanya memejamkan mata seketika merasa luluh.Dia merasa sedang diberi perhatian oleh seseorang.Sudah sangat lama dia tidak menerima sentuhan kasih sayang ini sejak dia berumur 5 tahun.


"Bos,kamu itu tampan tapi sayangnya kamu mempunyai adik yang sangat mengerikan.Masa depanku hancur olehnya,orangtuaku meninggal karenanya.Tapi aku tidak tega padamu,melihat kamu sakit tidak ada yang menemani." ucap Rara sambil terus memgusap kepalanya Mario dengan penuh perhatian.


Ternyata adikku yang sudah membuat dirinya hancur. Aku harus menebus kesalahan adikku.Rara tenanglah,aku akan membelamu dan menjagamu dari serangan adikku yang mematikan. gumam Mario didalam hatinya.


Mario membuka matanya dan langsung mengejutkan Rara yang sedang asyik mengelus kepalanya Mario.


Astaga....Kenapa dia membuka matanya memalukan sekali. Gumam Rara didalam hatinya.Rara lalu menurunkan tangannya.Lalu Mario berkata"Teruskan" ucap Mario dengan santainya.


"apa?" tanya Rara.


"Yang tadi,kamu kan sedang mengelus kepalaku.Itu membuat kepalaku menjadi lebih santai." ucap Mario sambil menarik tangan Rara untuk mengelus kepalanya lagi.


(Ya ampun apa yang dia lakukan?mengapa dia membuatku mati gaya begini),pikir Rara.


Mario hanya tersenyum manis saja melihat Rara menuruti semua keinginannya.


"Hei bos,kamu kapan di operasi?" tanya Rara dengan santainya seperti kepada teman lama saja.


"Kenapa?masa kerja kamu masih lama,baru saja satu hari kamu bekerja." ucap Mario sambil memejamkan matanya.


"Bukan begitu Bos,cuma tanya saja.Aku penasaran,jadi aku bisa mempersiapkan keperluan Bos" ucap Rara.


"Cukup doakan saja operasiku supaya lancar" ucap Mario.


"Bos,aku minta izin mandi ya" ucap Rara.


"Wah,mandi berdua yu" ucap Mario menggoda Rara.


"Dasar mesum,lebih baik aku tidak mandi saja" ucap Rara.


"Mandikan aku dulu ya,baru kamu boleh mandi" ucap Mario.


"Kan Bos laki-laki,aku tidak bisa" ucap Rara.


"Aku akan pakai celana boxer saja.Jadi kamu tidak melihat aku telanjang bulat" ucap Mario.


"Bos,malu bos" ucap Rara sambil menarik lengan baju piyama Mario.


"Kamu anggap saja aku satu jenis sama kamu dan itu akan baik baik saja" ucap Mario sambil berusaha bangun dari tempat tidur.


Rara akhirnya membantu Mario untuk bangun dari tempat tidur.Setelah sampai di kamar mandi,Mario kemudian duduk di closet duduk sambil meminta Rara membukakan baju untuknya.


"Hei,jangan diam saja.Cepat buka bajuku" ucap Mario menarik Rara untuk membuka bajunya.


Hmmm adegan ini sungguh membuat jantung berdegup kencang.Rara menarik nafas dalam dalam kemudian membuka baju Mario sambil menutup matanya.

__ADS_1


"Buka matamu supaya kamu cepat membuka kancingnya.Atau kamu malah mengambil kesempatan untuk meraba-raba aku" ucap Mario dengan nada menggoda.


"Bukan begitu Bos," ucap Rara sambil menundukkan kepalanya.


Mario kemudian memegang kepala Rara dan mendekatkan wajahnya sehingga kini mereka saling berpandangan.


"Cepat,aku sudah kedinginan" ucap Mario dengan suara lembut tapi menggoda.


Astaga..jantung Rara kini menjadi berdebar sangat kencang.Kenapa Bosnya ini sangat sering menggodanya.


Rara akhirnya menjadi nekad dan membuka pakaian Mario satu persatu.Lalu Rara memulai menyabuni tubuhnya sedikit demi sedikit.Pada awalnya Rara masih biasa saja ketika menyabuni bagian belakang tubuh Mario.


Setelah selesai bagian belakang Rara segera berpindah ke bagian depan.Bagian ini yang membuat Rara menjadi salah tingkah.Berawal dari menggosok bagian tangannya yang kecil tapi kekar berotot.


Rara menggosok bagian lehernya kemudian maju ke bagian dadanya.Rara sempat terpesona melihat bentuk dadanya yang sangat atletis dan perutnya berotot sixpack dan sangat macho.


Rara menghela nafas untuk meredakan degup jantungnya.Hhhuuhh...Lalu Rara melanjutkan ke bagian kakinya.Setelah selesai,Rara membasuh tubuh Mario dengan air hangat.Mario yang sedari tadi hanya memejamkan mata membuat Rara jadi bertanya-tanya apakah dia tidak terangsang ketika tadi dimandikan olehnya.


Setelah selesai,Rara langsung melap seluruh tubuhnya Mario.Terasa kini,saat Rara menyentuh dadanya Mario.Ternyata detak jantungnya Mario berdebar sangat kencang.Rara dengan segera menyelesaikan memakaikan pakaian baru kepada Mario.


"Bos,kalau celana dalamnya Bos pakai sendiri ya" ucap Rara sambil berdiri dan memberikan celananya kepada Mario.


Rara membelakangi Mario kemudian Mario mengganti celana dalamnya dan memakai celana yang baru.Setelah selesai,Rara membawa Mario ke tempat tidurnya.


"Sekarang kamu boleh mandi" ucap Mario sambil mendorong Rara untuk mandi.


Rara kemudian masuk ke kamar mandi,sedangkan Mario sedang asyik memainkan ponselnya.Tak lama kemudian Rara keluar dengan rambut yang masih basah.


Mario menjadi terpesona karena melihat wajah Rara yang sangat alami dan berseri seri.Melihat Mario yang sedang menatapnya membuat Rara menjadi bingung dan salah tingkah.


"Kamu mempunyai penghangat tubuh tidak?" Tanya Mario.


"Hmmm,rasanya aku mempunyai minyak kayu putih." ucap Rara sambil mencari sesuatu di tasnya.


"Ini tidak terlalu panas,aman kok" ucap Rara sambil mengangkat baju Mario.


Rara membalurkan minyak tersebut dengan lembut.


Hangat yang terasa dari minyak tersebut dan dari tangan Rara membuat Mario menjadi tenang.


Rara kemudian memijat punggung Mario dengan lembut.


"Aku kan tidak menyuruhmu untuk memijat" ucap Mario.


"Aku hanya ingin membuat Bos nyaman" ucap Rara sambil terus memijat.


"Terserah kamu saja" ucap Mario sambil menikmati pijatan Rara.


Apakah ini yang dirasakan oleh orang yang sudah menikah?Nikmatnya di perhatikan dan di urus semua kebutuhan oleh pasangan.Sayangnya aku tidak berniat menikah.Gumam Mario didalam hatinya.


"Bos,aku mau keluar dulu ya sebentar" ucap Rara.


"Mau apa?temani aku disini" ucap Mario sambil memegang tangan Rara.


"sebentar saja Bos" ucap Rara memelas.


"Baiklah" ucap Mario sambil melepaskan tangannya.


"Terima kasih Bos" ucap Rara sambil keluar.

__ADS_1


Rara pergi menemui perawat yang berjaga di ruang VVIP.


"Maaf,kalau pasien yang bernama Mario kapan ya akan di operasinya?" Tanya Rara.


"Besok pagi dia akan dioperasi,jadi tolong persiapkan saja dan tenangkan hati pasangan Nona" ucap salah satu perawat.


Pasangan?aku hanya bekerja sama dia,bukan menjadi pasangannya gumam Rara didalam hatinya.


Setelah selesai bertanya,Rara kembali lagi ke kamar Mario.


"Cepat sekali,memang kemana?" tanya Mario.


"Aku pergi menanyakan kapan Bos dioperasi" ucap Rara.


"Kenapa kamu bersikeras menanyakan itu?" tanya Mario.


"Aku kan bisa menyiapkan sesuatu buat Bos" ucap Rara.


"Tak usah repot repot,Aku akan telepon anak buahku untuk membelikan sesuatu" ucap Mario.


"Ya sudah Bos.Bos mau makan apa?" Tanya Rara.


"Aku ingin makan es krim" ucap Mario.


"Memangnya boleh?" tanya Rara.


"Nanti aku telepon anak buahku saja buat membelikannya.Kamu jangan kemana mana" ucap Mario.


"Bos" ucap Rara sambil mendekat dan dengan cepat memeluk bosnya itu.


Mario terkejut karena Rara tiba tiba memeluknya.


"Kamu kenapa?" tanya Mario heran dengan sikap Rara.


"Bos,kamu yang semangat ya.Kamu pasti sembuh" ucap Rara memberi semangat.


"Sudahlah,aku kan tidak akan mati beaok.Jadi kamu tenang saja" ucap Mario.


"Bos,aku boleh istirahat tidak sebentar?" tanya Rara.


" Iya,istirahat saja.Nanti kalau aku butuh tinggal panggil kamu saja" ucap Mario.


Rara kemudian tidur di sofa,wajahnya menunjukkan kelelahannya.Mario menjadi memperhatikannya,dan mencoba berdiri dari tempat tidurnya.Mario mendekat kearah Rara dan memakaikan selimut kepada Rara.Mario merasa sakit kepala kemudian terduduk disebelah Rara.


Mario merasa sangat pusing sampai tak sadarkan diri.Kini Rara dan Mario tertidur bersama di sofa yang sangat empuk itu.Kepala Rara bersandar di pundak Mario.Tanpa disadari Mario memegang tangan Rara dengan erat.


Dokter dan perawat masuk ke kamar Mario dan mendapati Mario sedang tertidur bersama Rara di sofa.


Perawat tersebut membangunkan Mario yang ternyata Mario masih belum terbangun juga.Rara yang mendengar suara perawat yang memanggil dokter karena sedikit panik Mario masih belum bangun juga.


Rara kemudian bertanya kepada perawat tersebut.


"Ada apa dengan Bos saya?" tanya Rara dengan paniknya.


"What are you talking about?(Apa yang kamu bicarakan?)" tanya perawat tersebut.


"Oh,i'm sorry. What happend with my Boss?(maafkan saya.Apa yang terjadi dengan Bos saya?)"tanya Rara.


"He lost consciousness(dia kehilangan kesadaran)" jawab perawat tersebut.

__ADS_1


Dokter memeriksa Mario kemudian membawanya ke ruang khusus.Mario masih belum sadarkan diri,Rara sangat khawatir dengan keadaan Mario saat ini.


Tak lama dokter langsung membawa Mario ke ruang ICU.Rara menjadi gelisah dan tidak karuan,dia berdoa supaya Mario baik-baik saja.


__ADS_2