MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Makan malam


__ADS_3

Satrio mengajak Rara dan keluarganya makan masakan seafood.


"kakak,mengajak kami ke restoran seperti ini merepotkan kakak tidak?" ucap Rara khawatir karena tempatnya begitu berkelas.


"santai Ra,kakak sudah mempersiapkan ini kok" ucap Satrio mengajak Rara masuk.


.


.


beberapa makanan sudah terhidang,dan ternyata Satrio memesankan banyak makanan.


"ayah,ibu,saya sengaja membawa ayah ibu kesini karena saya sangat berterima kasih karena saya pernah diajak makan siang bersama. dan untuk pertama kalinya saya sangat menikmati makanan tersebut. mungkin saya akan lebih sering lagi mengajak keluarga Rara,karena saya tidak pernah bisa makan bersama dengan keluarga saya karena mereka sangat sibuk dengan urusan mereka masinv masing" ucap Satrio dengan antusias.


"ya,saya juga berterima kasih pada nak Satrio karena sudah berbaik hati mengajak kami sekeluarga makan di restoran elit. jangan sungkan dan anggap saja kami seperti keluarga kamu sendiri.kita bukan keluarga yang kaku dan tidak suka bercanda. kita bukan orang kaya nak,jadi kita tidak seserius itu" ucap Ayah Rara.


"ayah jangan sungkan mari kita makan" ucap Satrio mempersilakan memakan hidangan yang tersedia.


.


.


tawa canda dan suasana yang hangat membuat Satrio sangat menikmati makan malam ini. mereka saling bertanya satu sama lain,


"nak Satrio,kamu berasal dari orang kaya ya,masih muda sudah mapan" ucap ayah Rara.


"ibu dan ayah saya menjadi wakil direktur di perusahaan luar negeri. saya sendiri membuka usaha pembuatan design gambar rumah dan jasa pembangunannya. ya kontraktor kecil kecilan lah,soalnya saya belum lulus kuliah." ucap Satrio berusaha untuk merendah.


" wah kamu sudah sukses ya di umur kamu yang masih muda.sama seperti kakak ipar Rara,Max. dia ini suami kakak Rara,dia sudah menjadi dokter di usia muda." ucap ayah Rara.


"oh kak Max adalah kakak ipar Rara,lalu kakak Rara kemana?" tanya Satrio heran.


"kakak Rara sudah meninggal 5 tahun yang lalu.tapi Max anak yang baik,dia masih mengunjungi kami. Padahal dia harus menempuh hidup baru dan tidak usah terbebani oleh kami. kami sudah ikhlas,kami sudah menganggap Max seperti anak kandung kami. jadi kalau dia menikah lagi pun kami akan selalu mendukung dia." ucap Ayahnya Rara.


"maaf ya,saya tidak bermaksud mengungkitnya. saya turut berbelasungkawa. kak Max sungguh berhati baik,nanti kakak akan mendapatkan pasangan yang baik hati pula saya yakin" ucap Satrio.


"udah ya jangan sedih sedihan lagi.kita makan lagi aja" ucap Rara sambil terus mengambil makanan yang ada di meja.


"ya,makan yang banyak Ra. kalau kurang,pesen lagi aja." ucap Satrio.


"Rara kamu terlalu rakus,nanti kamu seperti gentong" ucap Max sambil menertawakan Rara yang makan dengan mulut penuh.


" ih gadis gadis makannya kaya gorila,jelek tau Ra,jaga image depan teman kamu" ucap ibu Rara.


"hahahaha,ibu sama anak sendiri ledek ledekan begitu" ucap Satrio sambil tertawa.


"ah kalau Rara gorila berarti ibu juga gorila. hahahahha" ucap Rara tak mau kalah.


"iya kita ini keluarga gorila makannya banyak ya. dasar gak tau malu" ucap ayahnya Rara sambil tertawa.


Satrio hanya bisa menertawakan keluarga Rara yang saling ledek ledekan.

__ADS_1


.


tak terasa waktu begitu cepat berlalu,Satrio mengajak keluarga Rara untuk jalan jalan malam ke pusat jajanan malam.


.


.


ayah Rara berjalan bersam Satrio,sedangkan Rara bersama ibunya dan Max jalan didepan duluan.


" nak Satrio,kenapa kamu baik sekali sama keluarga kami?" ucap Ayahnya Rara sambil memegang bahunya Satrio.


"saya senang aja sama keluarga Rara,keluarga ayah sangat hangat. saya seperti mendapatkan keluarga seutuhnya." ucap Satrio.


"kamu bukan menyukai Rara,?anak saya itu seperti kuat tapi cengeng.tapi kalau kamu menyukai anak saya,coba kamu pikirkan apakah nanti keluarga kamu akan menyulitkan keluarga kami yang hanya orang miskin." ucap Ayahnya Rara dengan serius.


"oh,saya akan menanganinya yah. selama ayah dan ibu merestui saya akan berjuang" ucap Satrio.


"eh,anak sayanya mau gak sama kamu? kalau kita sih suka suka aja" ucap Ayahnya Rara.


"nah itu dia yah,sebenarnya saya tidak tau Rara suka sama saya atau tidak." ucap Satrio.


"kasian sekali kamu nak.kamu kejar aja deh anak saya. saya restuin kalian" ucap ayahnya Rara.


"terima kasih banyak Ayah,terima kasih" ucap Satrio sambil memeluk ayahnya Rara.


"hmmm kamu jadi seperti anak saya sendiri.ya sudah deketin anak saya,awas jangan kurang ajar sama dia ya" ucap Ayahnya Rara sambil mendorong Satrio supaya dekat dengan Rara.


.


.


Satrio mendekati Rara dan berjalan berdua.


"eh kakak,sudah ngobrolnya sama ayah aku?" tanya Rara.


" iya,kakak sudah ngobrol sama ayah kamu. meskipun keluarga kamu sederhana,tapi kakak nyaman banget sama sama keluarga kamu." ucap Satrio.


.


"oh,emangnya keluarga kakak seperti apa?" tanya Rara.


"keluargaku hanya menginginkan aku menikah dengan wanita pilihan mereka. mereka hanya seenaknya tanpa memikirkan perasaan kakak ini. mereka hanya memikirkan keuntungan untuk perusahaan" ucap Satrio.


"ih rumit banget.kayaknya aku gak akan kuat" ucap Rara.


"kan ada aku Ra yang jagain kamu" ucap Satrio sambil memegang tangan Rara.


.


.

__ADS_1


tiba tiba jantung Rara berdebar sangan kencang saat Satrio memegang tangannya. Senyum tak bisa lepas dari wajah Rara yang merasa sangat bahagia. Entah mengapa Rara menjadi selalu berdebar setiap berada dekat dengat Satrio.


Satrio merasa senang ketika Rara tersenyum saat dia memegang tangannya. Satrio mengajak Rara membeli cemilan ringan.


"oh iya Ra,kakak boleh tau gak siapa yang mengajarimu berdandan?"tanya Satrio


.


"dia namanya Vania,teman SMP ku. kenapa memangnya?" tanya Rara heran.


"iya dia mengajari ulat bulu supaya menjadi kupu kupu cantik. Tapi kakak lebih suka sama kamu yang apa adanya. tanpa make up,tanpa pelurus rambut,kamu yang baru bangun tidur dan belum mandi.tapi masih cuek aja belanja ke warung." ucap Satrio sambil tersenyum menatap langit malam yang penuh bintang.


"yaaa kaliii,aku diumpamakan ulat bulu.kasian amat ya" ucap Rara sambil memakai jaket yang sedari tadi dia pegang.


"bercanda Ra," ucap Satrio sambil mengusap kepala Rara.


.


.


"heh udah malem,jangan berduaan mulu. pulang hayo" ucap ibunya Rara pada Satrio dan Rara.


"iya bu" ucap Satrio sambil mengajak pulang dan menaiki mobilnya Satrio.


sedangkan Max dan Rara naik mobil terpisah.


.


.


di mobil Satrio,


"nak Satrio,terima kasih ya atas jamuannya." ucap Ayah Rara.


"wah ayah sama ibu jangan berterima kasih terus dong,saya jadi malu. kan ayah sama ibu Rara sudah saya anggap orangtua saya sendiri" ucap Satrio.


"kalaupun kalian tidak berjodoh,kamu masih bisa anggap kami orangtua kamu" ucap Ayah Rara.


"terima kasih banyak yah" ucap Satrio sambil tersenyum karena dirinya sudah diterima dengan baik oleh keluarga Rara.


.


.


di mobil Max,


"kamu kenapa gak pacaran sama dia aja?" tanya Max.


"kak,aku kan pertama kali sukanya sama Eki. jadi aku mau coba dulu cocok atau enggaknya." ucap Rara.


"dasar anak anak.mau coba coba bukan niat setia." ucap Max.

__ADS_1


"aku juga suka sama kak Satrio sih,tapi aku masih penasaran sama Eki." ucap Rara.


"padahal dia sepertinya lebih baik daripada Eki.dia masih labil dan tak bertanggung jawab" ucap Max.


__ADS_2