MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Perasaan sayang


__ADS_3

Setelah Max menyuruh Eki dan Rara untuk putus. Membuat Eki menjadi merasa bersalah.Padahal yang dia lakukan hanya untuk memisahkan Rara dan Satrio. Tapi entah mengapa Rara dan Satrio malah semakin dekat.


Eki merasa ada yang hilang darinya,dia hanya ingin mempermainkan perasaan Rara sehingga Satrio akan merasa kesal.


Sedangkan hubungan Eki sendiri dengan Amanda hanya sebuah hubungan tanpa status. Amanda enggan menolak perjodohan yang dilakukan orangtuanya. Sedangkan Satrio tidak menginginkan perjodohan itu.


Memang keluarga Satrio sudah dekat dengan keluarga Amanda.Mereka melakukan kesepakatan bisnis sebelum melakukan perjodohan. Satrio memperbolehkan Amanda untuk terus denganku,sedangkan dia juga ingin mengejar cinta pada pandangan pertamanya yaitu Rara.


Satrio merasa perjodohan ini bukan berarti dia akan menikah dengan Amanda. Sedangkan Eki merasa dia tidak mungkin punya kesempatan untuk memiliki Amanda.


Sebenarnya Amanda masih menyukai Eki. dan dia juga sudah pasrah jika harus menikah dengan Satrio. Karena Satrio juga tidak buruk. Amanda mengetahui maksud Eki memacari Rara hanya untuk membuat Satrio kesal dan cemburu.


Akan tetapi Amanda merasa kini Eki sudah mulai menyukai Rara. Amanda tak ingin Eki menyukainya, jadi dia sengaja datang ke sekolahnya Eki dan bermesraan dengan Eki. Berharap Rara melihatnya dan membenci Eki.


Tak tik Amanda memang berhasil membuat Rara membenci Eki. Tapi menjadi gagal karena Eki menjadi semakin penasaran kepada dirinya.Amanda sebenarnya tidak memiliki niat jahat pada Rara. Dia hanya ingin ada laki laki yang benar benar mengejar cintanya dan memperjuangkannya.


Eki melihat ketulusan Rara,dan Eki menyukainya karena begitu rela terluka demi menolong dirinya. padahal Eki tidak akan berbuat seperti itu untuk Rara.


Sekarang Eki dan Rara sudah putus walau bukan Rara yang mengatakannya langsung kepada Eki.


Sekarang Eki berusaha untuk masuk fakultas kedokteran seperti impiannya dari dulu. Eki berusaha untuk tidak mengingat lagi soal Rara.


Tak terasa sudah sebulan berlalu,


Luka di kaki Rara pun sudah mengering dan Rara sudah berjalan seperti biasa. Max melihat Rara dengan wajah sedih. Rara merasa tidak biasa dengan pandangan Max kepadanya.


"Ra,kamu jadi mempunyai bekas luka di kaki kamu. terus apa yang akan kamu lakukan?" ucap Max.


"santai aja kak,aku kan bisa nutupin bekas luka dengan memakai celana panjang kak" ucap Rara.


"hmmm,kaki kamu di oprasi plastik aja. kakak tau kok dokter yang bagus" ucap Max.


"gak usah kak Max,kan kakak jadi mudah mengenalku" ucap Rara sambil memegang tangan Max.


"kakak sedih kamu jadi kayak gini.tapi kakak akan selalu dukung usaha kamu" ucap Max.


libur sekolah pun sudah dimulai.


Rara sedang mempersiapkan diri menghadapi kelas 12. Sedangkan temannya Vita malah sibuk membuka toko kue bersama Tata.

__ADS_1


"Vita,kamu serius mau bantu Tata buka toko kue?" ucap Rara.


"aku serius Ra,aku gak akan terusin sekolah aku dan aku akan membantu Tata" ucap Vita.


"terus masa depan kamu gimana?" tanya Rara.


"ampun Ra,aku sudah tidak mau sekolah,dan tidak bisa sekolah lagi." ucap Vita.


" kenapa kamu gak bisa Vit,usia kamu masih muda" ucap Rara.


"aku mau cari ijazah paket C aja,biar bisa mendapatkan ijazah" ucap Vita.


"hmmmm,aku gak ada temen sebangku lagi dong" ucap Rara sedih.


"tenang,aku punya kabar bahagia" ucap Vita sambil berbisik.


"apa itu Vit" tanya Rara penasaran.


"kamu sebentar lagi jadi tante" bisik Vita.


Rara terkejut,matanya terbelalak. apakah benar yang dia dengar sekarang,dia akan menjadi seorang tante. tapi dari siapa? begitulah yang dipikirkan oleh Rara.


Tak terasa air mata Rara keluar begitu saja dari pelupuk matanya.Dia terharu karena temannya akan melepas masa lajangnya begitu cepat.


"kamu kenapa nangis" ucap Vita menjadi ikut menangis bersama.


"selamat ya,aku terharu akhirnya kamu lepas dari jurang kesalahan karena melakukan hal yang tak boleh dilakukan." ucap Rara sambil memeluk Vita.


"makasih ya Ra,kamu emang sahabat aku sejati" ucap Vita.


Mereka mengharu biru bersama,tak terasa persahabatannya sekarang sudah berada di level yang berbeda.


Tak lama kemudian Satrio datang menjemput Rara. Dia melihat Rara dan Vita sedang berpelukan sambil berurai airmata tapi tidak menunjukkan wajah sedih. Apa yang sedang terjadi?ada apa dengan mereka? begitulah isi hati Satrio.


"kalian kenapa nangis" ucap Satrio sambil mengeluarkan tisu yang ada di tasnya.


"hmmmm kak Iyo,sahabatku ini mau menikah" ucap Rara.


"ampun kalian kan masih kecil.kenapa bisa seperti ini" ucap Satrio heran.

__ADS_1


"kecil kecil begini bisa bikin anak kecil" ucap Vita.


"hmmmm tapi pikiran kalian itu masih kecil,belum dewasa.nanti kalau ada masalah minta cerai" ucap Satrio.


"kakak,kita harus dukung urusan mereka" ucap Rara sambil menarik tangan Satrio untuk duduk bersama mereka.


Satrio sangat senang ketika Rara memegang tangannya sambil tersenyum begitu hangat. Satrio merasa ini saatnya untuk dia menyatakan cintanya kepada Rara.


Kemudian Vita mengajak Rara dan Satrio makan bersama di toko kuenya. Rara mengambilkan makanan untuk Satrio. Satrio dan Rara duduk bersama sedangkan Vita duduk di meja sebelahnya.


"hei,ini siapa yang masak?" tanya Satrio.


"Rara kak,kalau aku pandai membuat kue saja." ucap Vita sambil tertawa kecil.


"pantas aja enak,Vita kalau Rara udah cocok belum jadi ibu rumah tangga" tanya Satrio kepada Vita.


"sebenarnya sih lebih cocok dia daripada aku,emangnya kenapa kak?kebelet juga ya kepengen kayak aku. jangan jangan kakak mau nikahin Rara" ucap Vita.


"ih,,apaan sih Vita." ucap Rara dengan wajah memerah.


"kenapa Ra,kamu gak mau nikah sama kakak?" tanya Satrio.


"ih kakak,bercandanya jelek" ucap Rara sambil menundukkan wajahnya.


"Vit,kita cocok gak?" tanya Satrio kepada Vita.


"cocok kak,aku setuju" ucap Vita tersenyum sambil mengacungkan dua jempolnya.


"tuh Ra,kata Vita aja kita cocok" ucap Satrio sambil mencolek tangan Rara.


"hmmm gak tau ah," ucap Rara sambil pergi keluar karena sudah sangat malu.


Satrio mengejar Rara yang sedang berlari keluar toko untuk menarik nafasnya.


"kamu kenapa keluar Ra" tanya Satrio sambil menggenggam tangan Rara.


"eh kak,gak apa apa" ucap Rara sambil masih mengatur nafasnya karena jantungnya berdebar dengan kencang.


"kakak sayang dan cinta sama Rara,bisakah kamu menerima kakak sebagai calon pendampingmu kelak jika kamu siap?" tanya Satrio sambil memgeluarkan sebuah kotak berisi cincin.

__ADS_1


Astaga,kita bahkan belum berpacaran tapi dia sudah melamarku?apa ini mimpi?Ra sadar,,tapi mengapa dia sudah menyiapkan cincin?gumam Rara didalam hatinya.


__ADS_2