MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Setelah ujian 2


__ADS_3

Eki mengajak Rara ke sebuah restoran kecil dengan suasana homy dan penuh dengan rasa cinta ala anak remaja.


.


.


Disetiap mejanya dipenuhi oleh tulisan tulisan cerita cinta dan pesan pesan cinta.


Unik memang,karena semua orang bisa mencurahkan isi hatinya di meja ini. banyak tulisan cinta,ada yang menuliskan kata sumpah serapah ada pula yang ingin menyatakan cintanya.


Eki sengaja mengeluarkan pulpen di tasnya.


.


.


"Ra,sini kita duduk disini sayang" ucap Eki sambil mengajak Rara duduk ditempat duduk yang Eki sudah pilihkan.


"kak,kakak mau menulis sesuatu ya" ucap Rara.


"iya,sini kita tulis nama kita disini. aku cinta kamu selamanya Eki dan Rara" ucap Eki sambil menulis di meja yang dipilihnya.


"ayang,ini gak apa apa kita mencoret coret dimeja" tanya Rara takut pemilik kafe marah.


"nama kafe nya saja curhat,yang pasti ini tempat curhat dong" ucap Eki sambil menggengam tangan Rara.


"oh gitu,yang. Ayang tau darimana tempat ini" tanya Rara sambil menebalkan tulisan yang Eki tulis di meja.


"kakak tau pas lewat kesini waktu antar kamu pulang waktu itu. Kakak sekarang sudah pesan makanan tinggal tunggu makanannya sampai" ucap Eki sambil terus mengelus rambut Rara.


"Ayang,kamu beneran sayang sama aku?" tanya Rara sambil asyik dengan pulpennya.


"Sayang,(sambil memegang wajah Rara) aku beneran sayang sama kamu.Kamu pasti berpikir kalau kakak masih sayang sama kak Amanda. Padahal hati kakak sudah diambil sama kamu" ucap Eki dengan sungguh sungguh.


.


.


hmmm sungguh aku akan terpengaruh jika Eki terus berkata manis kepadaku.


.


.


"nih makanannya sudah datang,mari makan" ucap Eki sambil mengambilkan sendok dan garpu untuk Rara.


"hmmm,kamu kok tau Yang aku suka pecel lele" tanya Rara.


"hmmm aku tau karena kamu orangnya suka pecel lele,ayam kremes,nasi padang,dan masakan nusantara lainnya. Kamu itu sederhana dan gak neko neko,"ucap Eki sambil menyuapi Rara dengan makanan miliknya.


"Ayang tanya tanya sama Vita ya" ucap Rara mencoba menebak.


"iya dong,kan kakak bukan dukun yang langsung tau kamu sukanya apa. Kan kakak pengen berusaha jadi orang yang paling kamu sayang" ucap Eki sambil mengusap kepalanya Rara.


.


.


"Ayang sukanya makan apa?ayang suka piknik gak?" tanya Rara.


"kalau kakak suka semuanya. semua makanan kakak suka,kita gak akan tau hidup kita seperti apa jika kita hanya menyukai satu jenis makanan saja. hidup itu harus dinikmati dengan makanan yang nikmat" ucap Eki.


"oh gitu,(sambil mengangguk). nih sekarang giliran kakak" ucap Rara sambil menyuapi Eki dengan makanannya.


.

__ADS_1


.


Setelah selesai makan,Rara dan Eki pergi ke suatu tempat. Tempatnya sangat tinggi dan curam,tapi pemandangannya sangat indah.


"Sayang,kita buat vandalisme disini.(sambil mengeluarkan pulpen) kita tulis nama kita juga disini" ucap Eki sambil menulis disebuah batu yang penuh juga dengan berbagai tulisan.


"(hmmm ni orang senangnya melakukan vandalisme terus.didalam hati Rara)mau nulis apa ayang?" tanya Rara pura pura antusias.


.


.


"kakak pengen terus bisa lihat moment kita saat bersama dengan lihat tulisan tulisan kita di tempat yang mungkin entah kapan kita bisa kesini lagi" ucap Eki sambil menggengam tangan Rara.


(ya ampun,kalau terus digombalin gini bisa bisa aku terjebak dalam kebodohan) gumam Rara didalam hatinya.


.


.


"sayang,udah mau magrib nih. takut ibu nyariin aku" ucap Rara mengajak Eki untuk pulang.


"oh iya,kakak lupa." ucap Eki.


.


.


sebelum naik ke motornya Eki tiba tiba memeluk Rara dengan erat dan berkata "entah kenapa kakak takut sekali kamu pergi ninggalin kakak. entah kenapa meskipun kita sedang berdua,rasanya hati kamu gak ada disini. Entah kenapa aku menjadi sangat cemburu dengan semua laki laki yang mendekatimu"ucap Eki yang benar benar memeluk Rara dengan erat. dipelupuk matanya terlihat airmata yang sudah tak kuat menahan kumpulan airmatanya dan jatuh perlahan.


.


.


Untuk sesaat,Rara benar benar merasakan pelukan hangat dan erat yang diberikan Eki sangat tulus.


Rara sangat ingin mempercayai itu semua,Rara sangat ingin mempercayai kata kata yang keluar dari bibir Eki.


Pertahanan Rara pun runtuh,selama ini dia ingin memeluk Eki dan menangis di bahunya. Airmata yang sudah berkumpul dipelupuk matanya perlahan menetes di pipinya. Rara kembali teringat saat Eki memeluk Amanda didepan matanya.


Rara menghela nafas,mencoba untuk menenangkan perasaannya yang kini berkecamuk.


.


.


"aku gak mau sakit hati lagi" ucap Eki sambil memeluk Rara dengan sangat Erat.


Meskipun menyesakkan,pelukan hangat Eki berhasil meredakan kekecewaan Rara yang sudah memuncak padanya.


"sayang,maaf aku gak bisa nafas" ucap Rara sambil mencoba melepaskan pelukan Eki.


Saat Eki melepaskan pelukannya,Rara melihat ada bekas airmata di pipinya Eki.


betapa terkejutnya Rara,sepertinya Eki bersungguh sungguh mengatakan itu. Tapi Rara mencoba menyangkal itu karena mungkin Eki menangis karena mengingat Amanda bukan dirinya.


.


.


Eki tiba tiba menyentuh wajah Rara,dia menghapus airmata yang masih tersisa membasahi pipi Rara.


"kamu,bisakah mempercayai aku?" ucap Eki sambil menatap wajah Rara dalam dalam.


"a..a...a.." Rara tidak bisa meneruskan perkataannya karena sekarang Rara melihat tatapan sendu Eki yang menatapnya penuh dengan rasa sedih dan pengharapan.

__ADS_1


Terlihat jelas airmata Eki hampir membasahi pipinya lagi. Rara ingin sekali mempercayai airmata itu,wajah Eki yang terlihat tulus dan menderita membuat Rara menjadi terenyuh.


.


.


Rara memberanikan menghapus airmata yang sudah berkumpul dipelupuk matanya Eki. tangannya merasakan basahnya airmata dipipinya Eki.


.


Wajah ini,


wajah ini yang buat aku menyukainya. wajah ini yang seharusnya aku pertahankan hanya untuk melihat wajahku saja. wajah ini lah yang seharusnya mendapatkan ciuman pertamaku. gumam Rara didalam hatinya.


.


.


jantungnya kini berdebar dengan kencang. Kehangatan tangannya Eki menjalar disekujur tubuh Rara. Perasaan ini sama seperti saat Satrio menciumnya. Perasaan yang tiba tiba muncul dan tak ingin segera pergi.


.


.


Tatapan Eki semakin dalam,semakin menusuk ke jantung Rara. Terasa menyesakkan,tatapannya penuh dengan kesedihan. ingin rasanya Rara berlari menghindar dari tatapan ini. Semakin ingin menghindar,semakin kuat mata ini melihat wajah Eki saat ini.


.


.


Rara mencoba menutup matanya karena merasa tak sanggup melihat tatapan sedih Eki.


.


akan tetapi,


apa yang terjadi,,


.


.


Saat mata terpejam,tiba tiba ada sesuatu yang hangat menyentuh bibir Rara. begitu hangatnya sampai menyentuh sukma. perasaan sedih kecewa bercampur menjadi satu. Rara ingin mempercayai ini hanya sebuah mimpi. tapi saat membuka matanya dengan perlahan ternyata benar Eki sedang menciumnya.


.


.


Rara kemudian menghindar dan melepaskan tangannya dari wajah Eki. Rara ingin meredakan perasaannya saat ini. Rara ingin berpikiran rasional lagi.Rara ingin menjadi kuat dan bisa menahan perasaannya.


.


.


Tapi Eki menahannya dan memeluknya dari belakang. tak banyak kata yang terucap kali ini,hanya sunyi yang terus membayangi.


dalam keheningan,matahari senja menjadi saksi bisu apa yang terjadi pada Eki dan Rara hari ini.


.


.


didalam perjalanan,Rara masih tak menyangka ciumannya dengan Eki dalan situasi seperti ini.


situasi dimana perasaan Rara sebenarnya belum siap dan ingin melakukan ciuman pertamanya bukan didalam kesedihan.

__ADS_1


__ADS_2