
"kamu selalu lupa bilang ayang kepadaku."ucap Eki dengan wajah cemberut.
"maaf ya ayang,kebiasaan bilang kakak,"ucap Rara sambil memegang tangan Eki.
"hmmm ceritanya merayu nih,,coba kakak lihat pantas gak cewekku ini memakai jam ini?" ucap Eki sambil melihat jam yang terpakai ditangannya Rara.
"kenapa ayang kasih aku jam?" tanya Rara.
.
.
"biar kamu gak telat hahahahaha" ucap Eki sambil tertawa lebar.
"aaahhh,kirain mau romantis" ucap Rara sambil menepuk dahinya.
" sini kakak ceritain alasan yang romantis" ucap Eki sambil memegang tangan Rara.
"apa?" ucap Rara tidak sabar.
.
.
" ada satu hal didunia ini yang membuat manusia ingin kembali tapi tak bisa kembali. manusia sering menyia-nyiakannya dan membuangnya. dia adalah WAKTU. Kita memang tak selalu bersama,tapi waktu akan selalu bersama kita selamanya. setiap detiknya aku ingin selalu menemani kamu. menjaga kamu,akan tetapi kita akan terbatas oleh waktu juga. aku tak bisa berada didekatmu sepanjang waktu, tapi ingatlah aku selalu ada bersama doaku untukmu. anggap saja aku adalah waktu yang selalu bersamamu setiap saat." ucap Eki masih tetap menggenggam tangan Rara.
"makasih yaaa sayang. aku gak nyangka bakal terharu seperti ini" ucap Rara dengan mata yang berkaca kaca.
"kamu jangan nangis,kakak jadi gak tega. ini kan bukan perpisahan" ucap Eki sambil mengusap air mata yang sudah dipelupuk mata Rara.
.
.
.
"aku terharu ayang," ucap Rara sambil tersenyum.
" udah ya,jangan nangis. ini aku kasih kejutan satu lagi" ucap Eki sambil mengambil bungkusan yang besar dan memberikannya kepada Rara.
"apa ini sayang?" tanya Rara.
"buka dong" ucap Eki.
.
.
setelah dibuka bungkusnya ternyata boneka panda yang besar.
"lucu banget aayang,makasih" ucap Rara sambil tersenyum lebar.
"kamu seneng gak?" tanya Eki.
"iya dong sayang" ucap Rara sambil memeluk boneka pandanya.
.
.
"yah,aku jadi pengen jadi boneka panda itu. bisa dipeluk peluk sama kamu sayang" ucap Eki sambil mengusap rambutnya Rara.
"hehehehe,transfer aja ya lewat panda." ucap Rara.
"oh iya,sekarang udah malem. gak enak sama orangtua kamu. kakak pulang ya,besok kakak jemput kamu" ucap Eki pamit.
" makasih banyak ya ayang" ucap Rara sambil mengantar Eki keluar rumahnya.
"kamu jaga kesehatan ya,jangan lupa mimpiin kakak" ucap Eki sambil mendekat ke Rara dan langsung mencium keningnya Rara.
.
.
__ADS_1
Rara terkejut karena Eki mencium keningnya dengan cepat. tak disangka Eki akan berbuat hal manis seperti ini.
.
.
lalu Eki pun pergi mengendarai motornya dan Rara memasuki rumahnya.
didalam kamar,Rara senyum senyum sendiri karena Eki mencium keningnya. tapi kenapa ya dia tidak berdebar saat Eki melakukan hal manis kepada dirinya.
berbeda ketika dia bersama dengan kak Satrio. jantungnya tiba tiba berdetak dengan kencang dan tak bisa dikendalikan.
oh iya,waktu Satrio memberikan bunga terdapat sebuah kartu yang belum dibacanya.
Rara kemudian mengambil kartu yang disimpan di meja belajarnya.
lalu Rara membuka kartu tersebut dan membacanya.
"untuk Rara ku tersayang. jika kamu baru baca surat ini tandanya kamu batu saja akan mendapatkan sejuta cinta dari hatiku yang terdalam. seberapa singkatnya pertemuan kita,tak akan mengikis rasa cintaku padamu. aku akan menunggumu putus dengan Eki. dan aku akan membuatmu jadi istri masa depan aku,Satrio."
.
.
begitulah kata kata yang tertulis didalam kartu yang diberikan oleh Satrio.
begitu berbunga bunganya hati Rara membaca tulisan istri masa depan,kata kata itu menyihir hati Rara dengan pasti.
.
.
Tapi mengapa dia menjadi bimbang dengan perasaannya begini. mengapa Satrio menantikannya putus dengan Eki.
.
.
Rara memang menyadari bahwa hubungannya dengan Eki hanya sebatas rasa suka remaja dan akan berakhir saat mereka tak lagi sekolah bersama.
.
.
.
.
Amanda dulunya adalah bintang di sekolah,dia pintar cantik sexy dan berprofesi sebagai model juga. dia juga baik hati karena banyak yang ditolong olehnya.
Amanda satu tahun lebih tua dari Eki. tapi Eki sangat menyukainya.
.
.
dan Rara melihat kalender dan menghitung sudah berapa hari dia jadian dengan Eki. dan ternyata sudah dua minggu berlalu sejak dia jadian dengan Eki.
waktunya terbatas hanya tersisa 2 minggu lagi saat bersama dengan Eki. dia harus bersiap untuk diputuskan oleh Eki.
.
.
Rara akhirnya berbaring dikasur sambil memeluk boneka panda pemberian Eki. dia tidak akan memikirkan nanti dan akan berfokus pada hari ini saja.
.
.
Keesokan harinya,seperti biasa Rara bangun lebih awal karena dia harus sudah siap ketika Eki datang menjemputnya.
.
__ADS_1
.
jam sudah menunjukkan waktu 06.30 pagi. Rara sudah memakai jam tangan pemberian Eki,dia sudah memakai sepatu dan siap berangkat sekolah.
.
.
Tak lama Eki pun datang dengan membawa sepeda motornya. "Hai sayang,ayo cepat berangkat" ucap Eki sambil menarik tangan Rara supaya cepat menaiki kendaraannya.
pada saat diperjalanan,Eki berkata kepada Rara
"sayang kamu udah sarapan belum?" tanya Eki.
"sudah ayang,kalau kamu gimana?" tanya Rara balik.
"iya,sudah" ucap Eki akan tetapi berbohong karena hari ini dia bangun terlambat sehingga tidak sempat untuk sarapan.
kruyuuuk,,,,kruyuuk...
bunyi isi perut Eki yang terdengar oleh Rara.
"ayang bohong,katanya udah sarapan,tapi perutnya keroncongan" ucap Rara sambil mengambil sesuatu di tas nya.
.
.
"ini sayang buka mulutnya" ucap Rara sambil menyuapi Eki dari belakang.
tubuh Rara menempel ke punggung Eki,dan Eki merasakan ada sesuatu yang menyender dipunggungnya yang membuat dirinya menjadi berdebar.
"ehmmm enak sayang,kamu bawa roti lapis lagi ya" ucap Eki memecah suasana.
"iya,soalnya suka lapar waktu sore hari." ucap Rara.
"wah makanan kamu jadi dimakan habis sama kakak,maaf ya" ucap Eki.
"gak apa apa sayang,aku seneng kok ayang mau makan roti lapis buatan aku" ucap Rara sambil terus menyuapi Eki.
.
.
"sayang," panggil Eki.
"apa?" ucap Rara dengan lemah lembut.
"peluk kakak ya,jangan dilepas" ucap Eki sambil mengusap tangannya Rara yang sudah melingkar di pinggangnya.
"iya" ucap Rara sambil malu malu.
.
.
Rara merasa dekat sekali dengan Eki,saat memeluknya dari belakang. Rara tidak ingin kehilangan momen yang indah ini da di sia-sia kan begitu saja.
"sayang,aku beneran jatuh cinta sama kamu" ucap Eki.
"masa sih yang" ucap Rara tidak percaya.
"kamu buat aku hidup lagi." ucap Eki.
.
.
Rara masih tidak ingin percaya dengan kata kata Eki barusan. akan tetapi kata kata itu sunghuh membuat Rara bahagia.
.
.
__ADS_1
"kamu jangan pergi dari aku ya" ucap Eki pada Rara.
"iya sayang" ucap Rara sambil memejamkan matanya dan tangannya masih memeluk tubuh Eki.