
Rara segera pulang setelah menerima tawaran menggiurkan dari Mario.Rara pergi tanpa pamit kepada pegawai rumah sakit yang bertugas di pantry.
Rara segera menaiki subway sambil tersenyum sendiri. Tiba tiba ada seseorang menyapa Rara.
"Rara?"sapa Eki.
"Kak Eki?Apa aku tak salah lihat sekarang apa aku sedang bermimpi?"ucap Rara sambil mengucek matanya.
"Kamu tidak bermimpi,Kakak memang ada disini.Kamu tinggal di Negara Y sekarang" ucap Eki.
"Iya,hari hariku disini sangat menyenangkan.Meskipun kemarin aku baru saja bertemu dengan mimpi burukku" ucap Rara.
"Sani ada disini?buat apa dia kesini" Tanya Eki heran.
"Sepertinya dia sedang berobat.Dia tidak bisa berjalan" ucap Rara.
"Iya,dia mengalami cedera punggung parah.Katanya berobat disini sangat bagus" ucap Eki.
"Kakak disini sedang apa?" tanya Rara.
"Kakak sedang pertukaran pelajar,ya buat tambah pengalaman bekerja di negeri orang." ucap Eki sambil tersenyum.
"Kakak mau kemana?mau mampir ke rumahku" ajak Rara.
"bolehkah?" tanya Eki.
"Tentu saja,kita kan temenan lama.Oh iya bagaimana hubungan kakak dengan kak Manda?" tanya Rara.
"Hubungan kita sudah usai Ra.Dia tega sudah mengkhianati kakak dengan berhubungan dengan orang lain" ucap Eki dengan mata yang berkaca kaca.
"Ya Tuhan,aku kira kalian bisa bersama selamanya. Ayo kita hibur diri di rumah kak Max." ucap Rara.
"Kamu tinggal bersama Max?serius" tanya Eki.
"Iya Kak,cuma dia satu satunya yang aku kenal" ucap Rara sambil tersenyum pahit kearah Eki.
"Kamu sekarang harus semangat,hidup jangan di sia-sia kan" ucap Eki.
"Ok Kakak,ayo turun kita naik bis dekat stasiun kak" ucap Rara sambil memegang tangan Eki.
Perasaan Rara pada Eki kini berubah sejak dia putus dengannya.Kini Rara hanya menganggap Eki sebagai kakaknya saja.Perasaan Rara yang sudah terpatri untuk Satrio kini harus bersabar.
Sesampainya di rumah Max.
Rara mengajak Eki untuk masuk kedalam rumahnya. Ibu Max keluar dan melihat Rara membawa Eki masuk kedalam rumah.
"Rara,who is he?" tanya ibu Max (Rara,siapa dia)
"His my friend from A Town.His name Eki" (Dia temanku dari kota A.Namanya Eki) ucap Rara mengenalkan Eki.
"Hello Madam,my name is Eki." (Halo nyonya nama saya Eki) ucap Eki memperkenalkan diri.
"oke,i'll leave you here"(baiklah,aku akan meninggalkan kalian disini )ucap Ibu Max.
Rara dan Eki asyik mengobrol bersama membahas masa sekolah dulu.Tak lama kemudian Max pulang ke rumah.Dia terkejut karena ada Eki dirumahnya.
"Hai Eki apa kabar?" ucap Max sambil berjabat tangan.
"baik,Kak Max bagaimana?" tanya Eki.
"Aku baik,kamu ke negara Y ada urusan apa?" tanya Max tanpa basa-basi.
"Aku sedang mengikuti program pertukaran pelajar" ucap Eki.
"Oh begitu rupanya.Ya sudah Kak Max tinggalkan kalian mengobrol disini.Kakak mau masuk kamar dulu" ucap Max sambil masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Tak terasa waktu sudah petang,Eki pamit kepada Rara untuk pulang ke asrama kampusnya. Dan Rara pergi menemui Max didalam kamarnya.
"Kak Max,apa kamu sedang tidur?" tanya Rara sambil membuka pintu kamar Max.
"Kakak sedang mandi,tunggu sebentar" ucap Max sambil menggunakan handuk.
"Ada apa Ra,kamu memanggil kakak?" tanya Max sambil keluar kamar mandi.
Oh my God,,perut sixpack nya seperti roti sobek...keren sekali..rambut basahnya kenapa begitu sangat menggoda.Kenapa dia begitu imut saat mengibaskan rambutnya yang basah?
Gumam Rara didalam hatinya.Dia begitu terpesona melihat Max yang sangat tampan di matanya.
Sejenak Rara terdiam karena terpesona oleh Max. Lalu dia meneruskan pembicaraan yang seharusnya dikatakan daritadi.
"Aku mau memberitahukan kakak sesuatu" ucap Rara.
"Memberitahu apa?ucap Max sambil mengenakan baju.
"Aku mau jadi perawat mengurus orang sakit Kak,bayarannya sangat besar tiga kali gaji aku dirumah sakit" ucap Rara.
"Apa kamu serius,siapa yang mau bayar sebanyak itu?" tanya Max.
"Dia sepertinya anak seorang pengusaha di kota A,dia sepertinya akan di Operasi dan tak ada yang menemani dia.Jadi dia meminta aku sebagai perawat yang menemani dia dua puluh empat jam" ucap Rara.
"Lalu kamu dikasih cuti atau libur tidak?" tanya Max.
"Iya Kak,jadi seminggu sekali aku pulang kesini" ucap Rara antusias.
"Mulai kapan kamu bekerja?" tanya Max.
"Besok,jadi aku akan membawa beberapa pakaian aku dan berangkat" ucap Rara.
"Kamu hati-hati ya disana,jangan sampai kamu dilecehkan olehnya" ucap Max mengkhawatirkan Rara.
"Baik kak,tenang saja.Aku akan meminta izin Ibu Kakak dulu ya" ucap Rara.
***
Keesokan harinya,
Setelah mendapatkan izin dari Kak Max dan Ibunya,Rara berangkat ke rumah sakit dan diantar oleh Max.
Max memberi ciuman di kening Rara sambil memeluknya dengan erat.
Rasanya aku tak ingin kehilangan dia kali ini.Apakah dia merasakan kegelisahan hatiku saat ini?Rara apakah kamu tidak merasakan kasih sayang yang aku berikan bukan hanya kasih sayang sebagai kakak.
Begitulah yang ada dipikiran Max saat melepas Rara untuk bekerja.
Entah mengapa Rara merasakan kalau Max berat untuk melepaskannya bekerja sebagai perawat. Akan tetapi ini adalah kesempatan dia untuk memiliki uang yang lebih banyak lagi.
Rara akhirnya memasuki kamar Mario.Didalam kamar dia sudah tersenyum manis ketika Rara masuk dengan membawa tas berisi baju.
"Akhirnya kamu datang juga,apa kamu sudah siap?" tanya Mario.
"Aku sudah siap,apa ada kontrak kerja?" tanya Rara.
"Kamu tidak punya kontrak kerja,kamu akan terus bekerja selama aku membutuhkammu meskipun aku sudah sembuh" ucap Mario.
"Lalu apa saja yang harus aku kerjakan" tanya Rara.
"Kamu hanya menemaniku setiap saat.Mengajakku mengobrol dan menjadi tangan kananku.Dan gajimu akan dibayar tiga bulan dibayar dimuka" ucap Mario kepada Rara.
"Apa?tiga bulan...wah Anda benar benar kaya" ucap Rara.
Mario mengeluarkan amplop berisi uang yang berada di koper kecilnya.Dia memberikan uang gaji kepada Rara.
__ADS_1
Melihat uang sebanyak itu Rara menjadi tercengang.
"Hei jangan sekali kali berniat mencuri tasku ya" ucap Mario sambil tersenyum menggoda.
"Memangnya aku pencuri.Oh iya aku memang pencuri,..tapi(sambil mendekat kearah Mario dan mendekatkan bibirnya ke telinga Mario) aku pencuri hati" ucap Rara sambil tersenyum puas sambil menghitung uang yang ada di tangannya.
Mario menjadi tersenyum dan wajahnya memerah karena salah paham.Dia mengira Rara mendekat karena akan menciumnya padahal cuma membisikkan kata kata itu padanya.
"Wah kamu pandai menggoda ya.Hati hati kamu akan jatuh cinta padaku" ucap Mario.
"Aduh bos,saya cuma pegawai rendahan saja.Jangan buat saya jatuh cinta pada anda." ucap Rara sambil bergaya seperti adegan yang sedang ditagih hutang.
"Hahaha,kamu ternyata tidak lucu ya.Pergi sana suapi aku dengan makanan yang ada di meja" ucap Mario dengan wajah serius.
Rara menyuapi Mario dengan sepenuh hati.Mario senang senang saja disuapi oleh Rara karena Rara cukup menyenangkan hatinya. Rara melap sisa makanan yang berada di bibir Mario.
Mario menjadi salah tingkah ketika Rara melap sisa makanan di bibirnya.
"Anda kenapa bos?" tanya Rara melihat wajah Mario menjadi memerah.
"Tidak," ucap Mario memalingkan wajahnya.
"Bos,..Bos sedang sakit apa?" tanya Rara.
"Ada tumor di kepalaku,makanya aku suka sakit kepala.Minggu ini dioperasi,makanya aku butuh seseorang untuk menguatkan aku" ucap Mario.
"Tenang bos,aku akan menemani bos dan menunggu bos yang banyak uangnya ini supaya cepat sembuh" ucap Rara sambil menepuk pundak Mario tanpa kenal basa basi.
Mario hanya tersenyum karena dia tidak salah pilih perawat.
"Ra,aku mau ke kamar mandi tolong bantu aku berjalan kesana" ucap Mario.
"Baiklah bos," ucap Rara sambil membopong Mario pergi ke kamar mandi.
Rara meninggalkan Mario didalam dan pergi keluar kamar mandi.Akan tetapi Mario meminta Rara menemaninya karena kepalanya sangat sakit.Dengan sangat terpaksa Rara menemaninya sambil menutup mata.
"Harusnya bos menyewa laki laki,jangan perempuan.Kan tidak baik kalau seperti ini" ucap Rara.
"Memangnya kamu perempuan?" tanya Mario.
"Yah,elah Bos.Masa aku harus pakai rok mini supaya bos tau kalau aku perempuan" ucap Rara.
"Hahahaha itu yang aku mau" ucap Mario puas.
"Huh,semua laki laki sama ya suka sama rok mini" ucap Rara mengeluh.
"Bukan cuma rok mini tapi bikini juga. Hahahaha" ucap Mario tertawa puas.
"Dasar mesum kalian para lelaki" ucap Rara sambil mendorong pelan Mario.
"Eehh,jangan seperti itu" ucap Mario langsung terjatuh ketika Rara mendorongnya walau pelan.
Rara langsung terjatuh menimpa Mario yang sedang tak berdaya karena tertimpa Rara.
"Bisa tidak kamu tidak berada diatasku?"ucap Mario sambil menyingkirkan badan Rara yang menimpanya.
Rara langsung bangun dan membantu Mario yang sudah tergeletak dibawah.
"Maaf bos" ucap Rara sambil tersipu malu.
Mario bangun kemudian membetulkan celananya.
"Kamu ya,kalau sudah tidak tahan bilang.Nanti aku akan membantumu melepaskannya" ucap Mario menggoda Rara.
"Bos,melepaskan apa?tidak tahan apa? aku tidak mengerti" ucap Rara bingung dengan apa yang dikatakan Mario.
__ADS_1
"Ah kamu,pura pura tidak mengerti ya.Atau kamu memang masih muda ya" ucap Mario sambil meminta diajak ke tempat tidurnya.
"Siap bos" ucap Rara sambil membantu Mario berjalan ke tempat tidurnya.