
hari ini Rara dan keluarganya berlibur ke pulau C. semua wajah tegang anggota keluarga Rara,karena untuk pertama kalinya mereka naik pesawat.
Wajah pucat mereka terlihat jelas pada saat turun dari pesawat. rasa seperti mengalami gempa besar dan pusing.
begitu menginjakkan kakinya Rara bersujud berterima kasih karena akhirnya menapakkan kaki didarat.
Kelakuan norak Rara membuat Max tertawa terpingkal pingkal.
"aduh,adikku sampai seperti ini."ucap Max sambil menggendong Rara karena terlihat sangat lelah.
.
.
sesampainya di hotel,Rara tidur di kamarnya sendiri.
Max sendiri dan orangtua Rara berdua. begitu loyalnya Max mengajak Rara berlibur ke pulau C.
Max tidak memesan tour guide karena Max sudah hapal dengan pulau ini.
.
.
Rara diperiksa oleh Max karena Rara mengeluhkan mual dan sakit kepala.setelah beberapa jam,Rara akhirnya bisa keluar kamar.
"akhirnya aku bisa menikmati ini,kenapa harus mabuk udara sih. norak banget" ucap Rara mengeluhkan dirinya sendiri.
"emang norak,.hahahaha.ayo!!yah sama ibu sudah menunggu kamu dibawah,kita pergi ke pantai" ucap Max.
"asyik ke pantai"ucap Rara sambil bergandengan tangan dengan Max.
.
.
sesampainya di pantai,
Rara berlari dan langsung menghampiri deburan ombak yang menyapu bibir pantai. Sungguh kebahagiaan yang tak terkira menerima terjangan ombak yang rendah. air yang menyapu tubuhnya begitu terasa menyegarkan walaupun harus perih karena ada pasir yang masuk kedalam matanya.
.
.
orangtua Rara pun ikut serta berlarian mengejar ombak. pemandangan yang sangat langka ketika orangtua Rara menjadi sangat romantis. berlarian seperti remaja baru pacaran.
"ibu,ayah,norak ih udah kayak abg aja" ucap Rara.
"yeee biarin dong,kita selama ini kan hak pernah bulan madu.jadi ini bulan madu kita" ucap ibunya Rara.
"hayo Ra,kamu ajak kak Max supaya gabung dengan kita" ucap Ayahnya Rara.
"ayo kak,nyebur bareng kita" ucap Rara sambil menarik tangan Max.
dan mereka berempat bermain air bersama. tawa canda menghiasi mereka.
disaat seperti ini Max menjadi teringat Riri dan berhenti sejenak. Max duduk dipinggir pantai,melihat indahnya matahari tenggelam.
melihat Max yang menjadi pendiam,ayahnya Rara menghampiri Max.
"kamu kenapa?" tanya Ayah Rara.
"aku jadi ingat sama Riri yah.coba kalau Riri ada disini" ucap Max dengan mata yang berkaca kaca.
"Riri kan selalu ikut sama kita,dia ada disini" ucap Ayah Rara sambil menunjuk dada dan kepalanya.
"ayah,ayah sudah ikhlas dengan kematian Riri?" tanya Max.
__ADS_1
"Max,kita tidak boleh berada didalam kesedihan selalu. kita harus bahagia jadi Riri pun disana bahagia" ucap Ayahnya Rara.
.
.
"ayah," ucap Max.
"kamu jangan merasa bersalah terus,Riri meninggal karena takdir.walaupun ternyata dia meninggal sebabnya oleh kamu,tapi dia msmang harus meninggal.walaupun kamu gak seperti itu. kamu tetap jadi anak kami" ucap ayahnya Rara.
"terima kasih yah" ucap Max sambil memeluk Ayah Rara.
.
.
"kamu kejar aja cinta kamu yang tertunda" ucap Ayahnya Rara sambil mengejar ibunya Rara yang masih sibuk bermain air.
.
.
Rara dan keluarganya masuk hotel dan berganti pakaian. mereka bersiap untuk makan malam yang sudah disiapkan oleh Max.
.
.
Ternyata Max menyewa sebuah kapal kecil dan mereka menaiki kapal tersebut kemudian kapal itu berhenti disebuah pulau kecil.
.
.
Max menjamu mereka dengan baik dan suasana yang sangat romantis.
alunan permainan biola menambah suasana yang semakin romantis. seorang pria datang dengan membawa kue ulang tahun dan dihiasi lilin berangka 17 yang menandakan Rara saat ini sudah berumur 17 tahun.
.
.
Rara semakin bahagia karena Max menyiapkannya dengan begitu cantik. Rara sampai tidak bisa berkata apa apa.
.
.
"kak Max,terima kasih banyak ini indah banget" ucap Rara sambil memeluk Max.
orangtua Rara pun ikut bahagia karena Max mempersiapkan kejutan ini untuk anaknya.
"kan kamu adikku,ya ini kan ulang tahun spesial. makanya kita berfoto mumpung kembang apinya masih menyala" ucap Max sambil mengajak berfoto bersama.
.
.
setelah mereka merekam dan berfoto bersama,mereka menikmati makanan yang sudah tersaji.Rara sangat bahagia,meskipun bukan dari orang yang dia cintai,tapi Rara mendapatkan kado terindah.
.
.
setelah malam susah terasa semakin larut,Rara dan keluarganya pulang menaiki kapal kecil tadi. Meskipun jaraknya sangat dekat tapi masih harus naik kapal untuk menyebranginya.
.
__ADS_1
.
kondiai tubuh Rara sebetulnya belum sepenuhnya pulih.ombak yang mengombang ambing kapal membuat Rara menjadi sakit kepala. Dia merasa mual dan ingin muntah. pada saat dia hendak muntah tiba tiba ombak besar datang menerjang kapal.seketika Rara terlempar keluar kapal. Max yang terkejut segera menyelam untuk menyelamatkan Rara.
Kondisinya lemah bahkan tidak ada tenaga untuk berenang.disaat hampir tenggelam Max datang menyelamatkan Rara dan berenang menuju ketepian pantai.
Max memberikan pertolongan pertama kepada Rara.
Rara yang sudah tak sadarkan diri karena terlalu banyak meminum air laut. Max memberikan nafas buatan untuk menolong Rara.
perlahan kesadaran Rara kembali,dia melihat tangan besar Max sedang menekan jantungnya supaya berdetak kembali.tangannya hangat,nafasnya tersengal sengal tak ingin gadis dihadapannya tewas dengan begitu saja.
Max memberikan nafas buatan,dan entah mengapa Rara berpikiran ini adalah sebuah ciuman ya.
.
.
orangtua Rara panik dan segera berlari saat perahu yang dia naiki sampai di pelabuhan.
.
.
"Ra,bangun sayang ini ayah sama ibu" ucap Ayah Rara.
"iya yah,Rara sudah bangun" ucap Rara dengan lemah.
"ayo kita bawa ke rumah sakit" ucap Max.
.
Rara kemudian dibawa ke rumah sakit.dia datang dan langsung ditangani oleh dokter jaga.
.
beruntungnya Rara tidak mengalami hal serius dan sudah diperbolehkan pulang. Rara akhirnya dibawa pulang oleh Max dan orang tuanya.
.
.
Rara masuk ke kamar hotel dan dijaga langsung oleh Max.orangtua Rara mempercayakan Max akan menjaga Rara dengan baik.
.
.
Rara tertidur di kasurnya dan Max selalu memantaunya,memeriksa suhu tubuhnya. Max tak mengira Rara akan terjatuh dari kapal.
"Kak Max ini bukan salah kakak,emang sudah seharusnya saja" ucap Rara sambil memegang tangan Max.
.
.
entah mengapa Rara masih teringat saat Max melakukan pertolongan,wajahnya yang begitu putus asa seolah aku akan meninggal dan hangat bibirnya menyentuh kalbu Rara.
.
.
Rara bingung harus menamai apa perasaannya saat ini,yang pasti perasaannya kini lebih dari sekedar kagum.
Rara tak tau akan tetapi dirinya sangat senang ketika Max ada menjaganya. dan tak ingin Max menyayangi orang lain.
.
__ADS_1
.
Rara melihat Max tertidur di kursi hotel. Max terlihat begitu tampan bahkan saat tertidur. Rara terus memandanginya sambil tersenyum. tapi Rara kemudian sadar kalau Max itu adalah kakak iparnya. terlepas kakaknya sudah tiada atau belum,tapi rasa sukanya hanya harus sebatas kagum.