MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Aku jawab


__ADS_3

Hari ini entah mengapa cuaca menjadi sangat dingin. Padahal sinar mentari masih menyoroti bumi dengan begitu indahnya.


Baru kali ini Rara mendapatkan pernyataan cinta secara langsung.Rara bingung apakah dia bisa memulai hal yang baru bersama Satrio. Tapi selama ini Satrio memang selalu baik kepadanya.Dia selalu ada disaat sedih maupun senang.


"Kak Iyo,harus janji ya gak akan sakitin Rara.Rara gak mau kejadian waktu bersama kak Eki,terjadi juga saat bersama kak Iyo.Kakak mau kan?" ucap Rara sambil mengacungkan janji jari kelingking.


"iya kakak janji" ucap Satrio sambil membuat janji jari kelingking.Satrio kemudian memasangkan cincin ke jari manis Rara.Rara tersenyum manis saat Satrio memasangkan cincinnya.


Hati Rara sungguh bahagia ketika Satrio memasangkan sebuah cincin di jari manisnya. Nafasnya menjadi tersengal sengal karena detak jantungnya kini berdetak sangat kencang. Seperti sedang berlari kencang.


Satrio kemudian memeluk Rara karena sangat bahagia. Dia tidak menyangka Rara akan menerimanya. Pelukan Satrio semakin erat,dia tak ingin kehilangan momen bersama Rara. Satrio mengelus rambut Rara dengan lembut.


"aku ingin menjadikanmu putri dan menjadi orang yang paling bahagia.dan kamu tidak harus berubah karena aku.aku ingin kamu apa adanya."


Rasa bahagia yang menyelimutinya membuat Rara semakin bersemangat.Meskipun Rara masih berada di tahap menyukai tapi kemungkinan dia akan pergi ke tahap Mencintai. Satrio selalu membuat warna cerah dihidupnya.


Satrio kemudian mengajak Rara pergi jalan jalan. Rara bingung karena dia tidak mengetahui Satrio membawanya kemana.


"kak iyo mau bawa aku kemana?" tanya Rara bingung.


"tenang ya,jangan khawatir tempatnya bagus kok. oh iya kakak sudah minta izin ke ibu kamu sama ayah. Max juga kakak sudah kabari" ucap Satrio.


Setelah beberapa lama kemudian,Rara dan Satrio sampai ditempat yang dituju. Sebuah Restoran di dataran tinggi yang memiliki pemandangan yang sangat indah.Rara kagum dengan pemandangan yang belum pernah dilihatnya. Kemudian Satrio meminta Rara untuk menutup matanya.


Setiap langkah kakinya Rara membuat hatinya berdebar,apa yang akan Satrio berikan padanya.


"Ra,kamu terus pegangan ya. kamu jangan lepasin tangan aku,atau kamu akan terjatuh"ucap Satrio sambil menuntun Rara hingga ke tempat yang dituju.


Sesampainya ditempat,Rara membuka matanya dan melihat pemandangan yang sangat cantik dipenuhi cahaya lilin dan bunga yang berwarna warni yang sangat menawan hati.


"Kak Iyo,ini cantik banget.kok aku merasa tempat ini lebih cantik dari penampilanku"ucap Rara sambil tersenyum manis.


"kamu itu yang paling cantik Ra. walaupun kamu baru bangun tidur pun aku tetep suka,karena kamu itu cantik apa adanya" ucap Satrio sambil mencium tangan Rara.


hmmm kenapa aku tidak melihat lelaki sebaik ini dari dulu.kenapa baru sekarang aku menyadari kebaikannya. gumam Rara didalam hatinya.


Satrio mengajaknya melihat pemandangan yang ada disekitar perbukitan.Satrio menunjuk matahari yang akan segera terbenam. Cahaya lilin dan aroma bunga yang semerbak membuat pikiran Rara menjadi damai.

__ADS_1


"Ra,tau gak?kakak paling senang melihat matahari terbenam" ucap Satrio yang berdiri disamping Rara.


"apa alasannya kak?" tanya Rara heran sambil menatap wajah Satrio.


"sebab disetiap moment indah kakak selalu terjadi disaat matahari terbenam.Dan kali ini pun Rara menemani kakak,sebagai orang yang kakak cintai" ucap Satrio sambil menatap Rara yang sedang memperhatikannya.


(Mengapa Satrio terlihat begitu tampan,pakaiannya sangat sesuai dengan wajahnya yang rupawan) gumam Rara didalam hatinya.Matanya tidak berkedip karena Rara tidak bisa memalingkan wajahnya dari Satrio.


"kamu kenapa cantik?memandangi terus wajah kakak" ucap Satrio sambil memegang pipi mulus Rara.


"hmmmm" ucap Rara yang masih menatap wajah Satrio.


"hayoooo,lagi mikirin siapa?aku jadi penasaran" ucap Satrio sambil mengusap pipi Rara.


"aku cuma mastiin kalau ini bukan mimpi" ucap Rara sambil tersenyum manis.


"hmmmm cantikku,,ini bukan mimpi,aku juga masih merasa ini mimpi. tapi ternyata ini sungguh nyata," ucap Satrio sambil memeluk Rara dengan erat.


"kakak,moment indah apa yang kakak miliki saat matahari terbenam?"tanya Rara sambil membalas pelukan erat Satrio.


"terus kakak pernah cari gak anak perempuan itu?" tanya Rara penasaran.


"hmmmm,pernah tapi kakak sekarang hanya ingat wajahnya saat kecil.pasti berbeda jika sudah dewasa" ucap Satrio.


"kalau kakak bertemu dia lagi kakak akan berkata apa?" tanya Rara.


"mau ucapkan terima kasih sudah tolong kakak" ucap Satrio singkat.


"kenapa gak ngajak pacaran?"tanya Rara.


Satrio langsung melepaskan pelukannya dan memegang pundak Rara sambil berkata "kakak sudah menemukan cinta yang sesungguhnya,yaitu kamu Ra" ucap Satrio.


"aku kan masih kecil kak,masa depan aku pun masih panjang.apakah kakak akan bersedia menunggu aku siap?" tanya Rara dengan wajah sedih.


"iya kakak akan selalu tunggu kamu Ra,tapi kamu janji jangan berpaling dari kakak" ucap Satrio dengan tatapan mendalam.


"iya aku janji" ucap Rara sambil sedikit tersenyum.

__ADS_1


muaach,,,terdengar bunyi kecupan hangat Satrio pada kening Rara.Seketika Rara langsung terperanjak atas apa yang telah terjadi barusan.


Satrio kemudian mengelus pipi Rara yang sudah kedinginan.dia mengusap wajah Rara dengan perlahan.tatapannya penuh kasih sayang,membuat detak jantung Rara berdetak lebih cepat dari biasanya.


Satrio kemudian mengusap lembut bibir Rara dengan jari-nya yang terasa halus dan hangat. tangan sebelahnya membelai rambut Rara.Tatapannya kini semakin dalam,semakin penuh penghayatan dan suasana di tempat ini pun terasa sangat sunyi.hanya ada suara jangkrik yang menemani sedari tadi.


Rara semakin terbuai dengan sentuhan lembut Satrio.


Satrio kini mendekatkan wajahnya ke wajah Rara.


"aku sangat mencintaimu Ra,kamu jangan khianati aku ya" ucap Satrio yang semakin mendekatkan wajahnya kepada Rara.


Rara hanya mengangguk dan tak bisa berkata apa-apa lagi karena saat ini wajah Satrio semakin dekat dengan wajahnya. Satrio mengecup bibir Rara secara perlahan.Begitu mendalam sehingga semua hawa dingin yang terasa menjadi semakin panas.


Detak jantung Rara berdebar semakin hebat.Hangatnya kecupan Satrio membuatnya melayang.Rara yang hanya bisa terdiam tak bereaksi apapun membuat Satrio mengambil inisiatif sendiri.


Kemudian Satrio menghentikan ciumannya lalu mengajak Rara untuk memakan makanan yang sudah disajikan. Memang suasana di restoran ini sangatlah sunyi dan private.bagi mereka yang bermesraan tidak akan terlihat oleh siapapun.


Rara yang sedari tadi malu untuk mengangkat wajahnya setelah Satrio menciumnya membuat Satrio tersenyum manis.


"kamu gak usah malu cantik,"ucap Satrio berusaha menenangkan Rara sambil mengusap pipinya Rara.


"iya kak" ucap Rara dengan wajah yang memerah merona terbiaskan cahaya lilin dan lampu yang temaram.


"nih,cobain makanannya enak loh" ucap Satrio sambil menyuapi Rara.


"hmmmm enaaak,ennaaak" ucap Rara berbicara dengan mulut penuh.


"hmmmm,jangan bicara kalau sedang mengunyah. nanti kegigit lidah kamu cantik" ucap Satrio.


"hmmmm iya. kakak juga makan,jangan aku saja. ini coba yang punya aku" ucap Rara sambil menyuapi Satrio dengan makanannya.


"makasih cantik"ucap Satrio sambil mengusap rambutnya Rara.


Mereka menghabiskan makanan yang tersaji. Setelah selesai makan mereka pun segera pulang. "kamu jangan kecewa ya sama cerita kakak tadi. kakak sayang sama kamu" ucap Satrio sambil menyetir mobilnya menuju rumah Rara.


"iya,aku biasa aja kok.aku juga sayang sama kakak" ucap Rara sambil memegang tangan Satrio.

__ADS_1


__ADS_2