MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Bertemu Mantan


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu,


sekarang sudah memasuki awal tahun pelajaran. Tahun ini terasa sangat berbeda,dulu selalu ada Vita yang menemaninya berbincang tapi sekarang dia sudah tidak bersekolah lagi.


Keputusan yang sangat disayangkan,akan tetapi jika hasrat lebih menguasai akal sehat akan merubah dunia. Vita sudah memilih untuk membangun hidup mandiri bersama Tata yang kini akan menjadi pasangannya.


Ya...minggu lalu Rara bersama Satrio menghadiri pernikahan Vita dan Tata.Wajah pengantin begitu berseri seri. Rara yang semula kecewa dengan keputusan Vita akhirnya ikut bahagia karena mereka terlihat saling menyayangi.


Terbesit didalam pikiran Rara jikalau nanti dia bisa bersama Satrio sampai ke altar pernikahan. Betapa bahagianya dia bisa bersama Satrio yang sangat pengertian terhadapnya. Ketika menghadiri pernikahan Vita dan Tata pun,Satrio tidak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Rara.


Rara kini berjuang di sekolah sendirian,meskipun kini Eki sudah tidak ada lagi di sekolah ini sebagai penyemangat. Tapi sekarang tergantikan oleh Satrio yang selalu ada disaat saat terburuknya.


****


Bel sekolah pun berbunyi,murid murid semua belajar dengan tenang dan hening.Tiba tiba Kepala Sekolah datang dengan membawa seorang murid perempuan anak pindahan baru yang bernama Sani.


Penampilan Sani sangatlah tomboy,dia memakai tas yang bermotif duri duri ala rocker dan anak punk. Rambutnya pendek seperti laki laki dan dia sangat cuek.


Sani kemudian duduk disebelah Rara menggantikan posisi Vita.Rara berkenalan dengan Sani yang terlihat begitu dingin.


"hai Sani,kenalin aku Rara"Ucap Rara sambil mencoba berjabat tangan.


"iya gue Sani.lo jangan ganggu gue ya" ucap Sani yang langsung mengambil posisi tertidur di bangku kelasnya.


Rara bingung dengan sikap Sani yang sangat dingin terhadapnya.Tapi Rara merasa dia akan baik baik saja jika tidak membuat masalah dengannya.


selama jam pelajaran dimulai Sani tertidur didalam kelas. Dia tak peduli dengan guru yang tengah membangunkannya. Sampai sampai guru pun tak berani mengganggunya lagi.


* * * *


Bel pulang sekolah pun berbunyi,Rara mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pecinta alam sebelum pulang sekolah. Ketua ekskul mengajak untuk melakukan kegiatan amal sebelum akhir bulan. Ternyata waktunya sangat mendesak dan itu jatuh pada hari minggu ini.


Tak banyak persiapan yang dilakukan,Rara hanya akan mengikuti sebagian acaranya saja. Rara merasa saat ini mengingatkan Rara ketika dia ditolong oleh Eki saat mendaki tebing. sebenarnya Rara tidak mau mengingat Eki kembali,tapi kenangan itu masih ada dan membekas di hati.


* * *


Hari kegiatan amal pun datang.


Rara diantar Satrio ke tempat berkumpulnya para anggota ekskul. Satrio kemudian meninggalkan Rara bersama teman temannya.


Pada saat acara dimulai terlihat Eki datang ikut berkumpul.Dia sebagai pembina klub berusaha untuk terus mengingatkan para juniornya. Rara merasa saat ini Eki sudah berubah drastis. dia memakai kemeja safari dengan kaos putih didalamnya.memakai celana pendek seperti akan berburu. style Eki benar benar sangat keren di mata Rara. Mengapa dia menjadi tergoda kembali dengan pesona Eki,pikir Rara.


"hai Ra,kamu apa kabar?"tanya Eki sambil mencoba jabat tangan dengan Rara.


Pertemuan ini hadir kembali,saat aku sekarang akan belajar untuk jatuh cinta pada Satrio.


"eh kak Eki,apa kabar?" tanya Rara mencoba bersikap biasa saja.

__ADS_1


"kakak gak baik,kamu sendiri gimana?"tanya Eki mencoba bertanya lebih.


"aku baik baik saja.kakak rindu aku gak?" tanya Rara.


"kakak rindu,tapi kamu sekarang milik Satrio" ucap Eki sambil mengajak Rara untuk berjalan mengikuti rombongan.


"itu kan cuma rindu,bukan cinta.jadi santai saja kak." jawab Rara dengan nada tenang.


"kaki kamu gimana sekarang?" ucap Eki sambil melihat kaki Rara yang pernah terluka dulu.


"aku baik baik saja.jangan bahas lagi kak.oh iya sekarang kakak gimana sudah ospek belum?" tanya Rara membuka pembicaraan.


"udah dong,kakak akan jadi calon dokter.kakak ingin menjadi dokter bedah plastik dan ingin memperbaiki luka kaki kamu" ucap Eki.


"gak usah repot repot,itu masih lama kak.nanti juga hilang sendiri" ucap Rara mencoba menghibur Eki.


"kamu kapan jadian dengan Satrio?"tanya Eki.


"dua minggu lalu kak,kenapa memangnya kak?" tanya Rara.


"selamat ya,tapi satu hal yang harus kamu ingat. Jaga hati kamu supaya tidak terluka seperti kamu bersama kakak?" ucap Eki memberitahu Rara.


Haha tidak salah,penjahat menasehatiku supaya tidak kena penjahat lagi? begitulah yang ada didalam pikiran Rara.


Rara dan Eki akhirnya sampai ditempat yang dituju. Rara dan Eki memberi bantuan sosial kepada satu desa.


Rara hanya berusaha untuk tak terhipnotis dengan pesona Eki lagi.Rara kemudian beristirahat dan kemudian menelepon Satrio.


tut tut tut


"halo kakak,kamu gimana kabarnya?" ucap Rara.


"kakak baik cantikku,kamu gimana disana bakti sosialnya?"tanya Satrio dengan suara lembut.


"lancar...kaa...kak.." ucap Rara dengan manja.


"apa cantik,kamu mau makan sama apa?nanti kakak anterin"ucap Satrio dengan penuh perhatian.


"aku kangen nih sama kak Iyo,kak Iyo mau jemput aku gak ditempat ini?" tanya Rara masih denhan suara manja.


"iya nanyi kakak jemput cantikku ya.Sama kakak juga kangen sama kamu.kamu disana sama siapa aja?" tanya Satrio.


"sama anak anak aja kak,tapi aku bertemu sama kak Eki" cerita Rara.


"oh ada Eki,dia minta maaf atau berterima kasih gak sama kamu?" tanya Satrio masih dengan suara lembut.


"gak kak,oh iya kak,sebentar lagi aku selesai.kakak sayang udah dulu ya bye" ucap Rara berpamitan pada Satrio.

__ADS_1


Eki mendengarkan apa yang dikatakan Rara saat berbicara dengan Satrio tadi di telepon.Eki sedikit kesal karena Rara bicara dengan begitu manja kepada Satrio.


Sedangkan dirinya dengan Amanda masih jalan ditempat.Eki mencoba menghubungi Amanda,


tut...tut...tut....nomor yang anda tuju sedang sibuk,cobalah beberapa saat lagi.


Eki menjadi kesal karena setelah kejadian dia putus dengan Rara,Amanda malah menghilang tanpa kabar.


Sepertinya Amanda hanya tak ingin sendirian dan mempermainkan Eki saja.


Sesaat setelah mencoba menghubungi Amanda,Eki mencoba mencari Rara akan tetapi dia tidak ada di tempat tadi dia duduk.


Rara sedang pergi ke toilet warga sekitar. Eki terus mencari Rara karena takut dia tersesat. Lalu Eki melihat Satrio sedang memarkirkan mobilnya di pinggir jalan desa.


Satrio turun dari mobil kemudian menelepon Rara menanyakan posisi dia berada dimana.


Tak lama kemudian Rara datang menghampiri Satrio.


Mereka berpelukan dengan hangat seolah olah lama tak jumpa.


Eki yang melihat hal itu merasa sangat marah,Eki bergegas menghampiri Rara,akan tetapi ditahan oleh ketua ekskul supaya menemaninya untuk berdiskusi dengan perangkat desa setempat.


Rara sebenarnya memperhatikan Eki juga,akan tetapi dia memilih untuk mendekat dengan Satrio.itu akan lebih baik untuknya.


Biarlah perasaan dia dan Eki hanya menjadi kenangan cinta pertama.


Rara akhirnya meninggalkan tempat bakti sosialnya dan pulang bersama Satrio.


**


Di perjalanan,Rara dan Satrio mendengarkan musik bersama. Mereka bernyanyi nyanyi dengan sangat riang.tawa canda selalu menghiasi dan alunan musik yang upbeat membuat mereka tak bisa berhenti untuk bergerak.


"kakak ternyata menyukai lagu itu juga,,aku gak sangka" ucap Rara kagum.


"kakak kan anak breakdance cantikku.pasti kakak senang musik upbeat"ucap Satrio sambil mengusap rambutnya Rara.


"oh iya kakak,kakak sekarang kan sudah di wisuda. Kakak sudah jadi arsitek dong?"ucap Rara dengan semangat.


"iya dong cantikku,kan kakak sudah punya usaha jasa desain gedung atau rumah.tak perlu mengandalkan uang dari orangtua kakak." ucap Satrio.


"kakak keren deh,masih muda udah punya usaha sendiri,kalau aku juga pengeeen kak" ucap Rara dengan nada sedih.


"kamu jangan sedih cantikku.kamu ikut kakak aja belajar desain nanti kamu pasti bisa" ucap Satrio.


"ok deh kakakku sayang,makasih ya" ucap Rara sambil mengecup pipi Satrio.


Satrio langsung terkejut dan menoleh kearah Rara sambil tersenyum simpul.Satrio kemudian menggenggam tangan Rara dengan erat seolah takut terpisah.

__ADS_1


__ADS_2