MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Hari - hari menyakitkan


__ADS_3

Setelah pertemuan di malam itu dengan Satrio.Rara mulai untuk menutup diri dan berusaha untuk mendapatkan beasiswa yang ditawarkan oleh kak Max.


Sani yang pada awalnya memakai setelan rocker tiba tiba berubah menjadi feminim. Dalam sekejap Sani sudah menjadi primadona sekolah.Dengan bangganya dia memamerkan hubungannya dengan Satrio.


Rara hanya menatap mereka dari kejauhan,bagi Rara belum saatnya dia merebut kembali Satrio dari tangannya.


Sani yang kini berbeda saat bertemu pertama kali dengan Rara.Sibuk memperlihatkan fotonya dengan Satrio kepada Rara.


"hai Ra,coba lihat ini foto gue waktu liburan dengan Satrio ke pulau C" ucap Sani sambil memperlihatkan foto mesranya bersama Satrio.


Didalam foto tersebut Sani menggunakan bikini sexy yang sedang memeluk Satrio. Terlihat wajah Satrio yang tanpa senyum hanya seolah terpaksa mengikuti maunya Sani.


Rara bingung mengapa Sani harus membuatnya melihat kemesraan mereka berdua.


"maaf Sani aku harus belajar" ucap Rara sambil membuka buku pelajaran.


Sani tersenyum puas dengan melihat Rara yang sedang membaca buku.Rara merasa kasihan terhadap Satrio karena dia juga harus bersama Sani yang karakternya berubah drastis.


Setiap harinya Sani terus memamerkan betapa sekarang dia digilai oleh para siswa laki laki di sekolahnya.Sani membagikan benda yang diberikan oleh penggemarnya kepada Rara. Seolah Rara sebagai tempat sampahnya.


Hingga suatu hari Rara mendapatkan sepucuk surat tanpa nama.Rara membaca isi suratnya:


*Suratku,hanya dia yang mengerti


Suratku,hanya dia yang memahami isi hatiku


Suratku,aku sangat mencintainya


Suratku,saat ini aku menyadari kesalahanku


Suratku,diatas kertas putih terpahat goresan luka yang membekas di hati sang empunya.


Suratku,izinkanku meminta maaf padanya


Suratku,semoga dia bahagia selalu


Suratku,bukit tempatku terjatuh bersamanya menjadi saksi kalau aku benar menyayanginya*.


Rara teringat kalau surat itu sepertinya dibuat oleh Eki,karena hanya dia yang menolongnya saat terjatuh di bukit itu.


Sani ikut membaca surat itu dan langsung mencurigai kalau yang menulis surat itu adalah Satrio.


Sani mencegat Rara di koridor sekolah saat pulang sekolah.Rara yang saat itu akan ke perpustakaan langsung ditarik oleh Sani dan dibawa ke sudut sepi sekolah.

__ADS_1


"hei,gue tau cowok gue itu sayang sama lo,dan itu surat bukan buat lo tapi buat gue" ucap Sani sambil menahan tubuh Rara dengan tangannya.


"kamu yakin itu dari Satrio" tanya Rara berusaha tenang meskipun dia juga sedikit gemetar karena tangannya Sani benar benar mendorong dengan kuat sehingga sulit untuk bernafas.


"bukit,cuma gue yang tau dibukit itu terjadi apa.gue yang udah selametin Satrio,bukan lo!!!"ucap Sani sambil menatap tajam mata Rara.


"yang punya kenangan saat dibukit bukan kamu saja" ucap Rara berusaha melepaskan tangan Sani.


"jangan pernah lo coba coba deketin Satrio lagi.gue gak akan segan segan buat ancurin lo,keluarga lo dan semua yang deket sama lo" ucap Sani sambil melepaskan tangannya.


"itu surat bukan dari Satrio melainkan Eki.itu dari mantan aku" ungkap Rara.


Sani melangkahkan kakinya dan tak menoleh lagi kearah Rara karena dia telah salah sangka terhadap Rara.Sani pikir kalau Rara akan merebut Satrio dari dirinya.


Rara melanjutkan niatnya untuk ke perpustakaan sekolahnya.Dia memilih berbagai buku untuk dipinjamnya. Setelah dia selesai memilih,dia keluar dengan membawa setumpuk buku yang berhubungan dengan kedokteran.


Ya sekarang Rara memang sangat berminat untuk menjadi seorang dokter.Dia hanya ingin membanggakan orangtuanya.


Di gerbang sekolah,Rara melihat seorang laki laki sedang berdiri sendirian.badannya tinggi semampai, dengan setelan kasual santai dengan menggunakan sendal jepit biasa.


Perawakannya sangat mudah dikenali,dia seperti Eki.


dan pada saat Rara mendekat benar saja dia adalah Eki.


"hai Ra,apa kabar?" tanya Eki sambil melambaikan tangan kepada Rara.


"kakak mau ambil ijazah kakak.kamu belum pulang?"tanya Eki balik.


"aku habis dari perpustakaan,pinjem buku" jawab Rara simpel.


"hmmm coba kakak lihat,...oh ini buku tentang ilmu kedokteran.kamu mau masuk fakultas kedokteran?" tanya Eki antusias.


"Iya kak,aku ingin jadi dokter juga.kakak gimana kuliahnya"tanya Rara.


"sangat sibuk Ra,penuh dengan mata kuliah.kakak jadi banyak membaca buku.nanti kakak kasih referensi buku yang bagus supaya masuk jurusan kedokteran." ucap Eki.


"oh terima kasih kak,aku juga dibantu kak Max kok" ucap Rara.


"kak Max ya,gimana kaki kamu sekarang" tanya Eki.


"baik kak,"ucap Rara sambil menunjukkan bekas lukanya uang sudah sembuh.


"hmmm,kakak minta maaf ya. sudah sering menyakiti kamu." ucap Eki dengan menyesal.

__ADS_1


"kakak santai aja,yang udah berlalu gak usah dibahas lagi." ucap Rara sambil berjalan menjauhi Eki.


"kamu gak dijemput Satrio?"tanya Eki.


"mana mungkin aku dijemput olehnya.dia kan sekarang sudah mempunyai pacar baru" ucap Rara dengan nada sedih.


"siapa?" tanya Eki penasaran.


"namanya Sani murid baru dikelasku dan dia teman sebangku aku" ucap Rara.


"astaga,!!! benarkah itu?bukankah dia sangat menyayangi kamu?" tanya Eki sangat terkejut.


"iya dia mempunyai janji di masa lalunya bersama Sani itu.dan kini mereka berpacaran" jawab Rara.


"padahal waktu dulu aku memacari kamu karena kesal mengetahui Amanda bertunangan dengan dia. sedangkan yang aku tau dia menyukai kamu.Jadi aku ingin membuatnya kesal dengan memacarimu." ucap Eki dengan blak blakan.


"apa kak??? dia bertunangan dengan Amanda,bukankah kakak dengan Amanda saling menyukai?" tanya Rara.


"maaf ya Ra,sedari dulu kakak memang mempermainkan kamu.Kakak hanya menjadikanmu alat untuk menyakiti Satrio.tapi malah kamu semakin terjerat dengan Satrio.Satrio bertunangan dengan Amanda jauh sebelum kamu jadian dengan dia.Kakak sangat menyukai Amanda,dan Amanda juga menyukai kakak. Tapi Amanda tidak mau menolak perjodohannya dengan Satrio. Kakak marah dan memacari kamu dan juga terus mendekati Amanda. dan kini Amanda sudah lama tidak menghubungi kakak dan menghilang begitu saja" ungkap Eki.


"kalian semua ternyata jahat ya,cuma jadiin aku pelampiasan. salah aku apa sama kalian?" tanya Rara menahan amarahnya.


"kakak minta maaf ya,kakak salah.Tapi Satrio memang menyukai kamu.dia tidak berbohong karena dia kesepian.semenjak bersama kamu dia menjadi ceria.Kakak juga mengetahui itu.dan juga kak Eki benar benar menyukaimu.kakak tidak berbohong" ucap Eki sambil memegang tangan Rara.


"asli ya kalian itu mengerikan." ucap Rara sambil melepaskan tangan Eki dan pergi menjauh.


Tak jauh Rara melihat Satrio dan Sani sedang berada di parkiran.Satrio menoleh kearah Rara,melihat dengan begitu terkejut karena saat ini dia sedang bersama Sani.Rara yang terdiam sejenak terlihat oleh Sani. Mata Sani terlihat penuh marah kepada Rara.


Sani lalu menarik wajah Satrio kemudian menciumnya didepan Rara.Eki melihat kejadian itu kemudian memeluk Rara.Satrio terkejut karena Sani mencium dirinya didepan Rara.Dan Satrio melihat Rara sedang dipeluk Eki agar tak melihatnya berciuman dengan Sani.


Eki melihat kearah Satrio dengan pandangan penuh amarah dan kekecewaan.Ya Satrio kini tak bisa menolak Sani untuk kebaikan Rara.Dia tak mau Rara dicelakai oleh Sani walaupun dia harus merasa sakit hati kalau Rara melihatnya berdua dengan Sani.


Eki memeluk Rara dengan erat sampai Sani dan Satrio selesai melakukan itu.Sani merasa sangat puas bisa menyakiti Satrio dan Rara. Akan tetapi dia terkejut karena melihat Rara dipeluk oleh seseorang yang tak kalah ganteng dan keren seperti Satrio.


"Siapa dia?" gumam Sani didalam hatinya.


Eki pergi mengajak Rara untuk meninggalkan tempat ini.


"Ra,kamu tunggu disini ya.kakak akan bawa motor kakak dulu" ucap Eki.


"kenapa kakak menyuruhku menunggu kakak?aku bisa meminta Max menjemput aku" ucap Rara.


"Ra,kakak mohon kamu mau terima kakak mengantarkanmu pulang ya" ucap Eki dengan sepenuh hati meminta.

__ADS_1


"baiklah" ucap Rara sambil tersenyum manis pada Eki sambil bergegas mengambil motornya.


dari kejauhan Satrio melihat Rara yang sedang menunggu didepan.Rara tersenyum didepan Eki,dia menjadi sedikit tenang karena ada yang menghibur Rara saat ini meskipun bukan dirinya.


__ADS_2