
Disepanjang jam belajar pertama ini,Rara hanya bisa melamun membayangkan yang terjadi kemarin dengan Satrio. Mengapa daritadi dia hanya bisa membayangkan Satrio bukannya Eki.
.
.
Bel istirahat pun berbunyi,Rara dan Vita menuju kantin sekolah. Rara melihat Eki sedang menelepon seseorang dari kejauhan. lalu Eki datang menghampiri Rara.
"sayang,kamu sama Vita udah pesen makanan belum?"tanya Eki.
"belum ayang,aku baru beli minum aja" ucap Rara.
"cie..cie..cie,ayang ayangan nih,ayang mbeb akhu kemana ya?"tanya Vita sambil menggoda Eki dan Rara.
.
.
"hahahaha,kamu nih bisa aja ya godain kita berdua. ayang mbeb kamu lagi ngerjain remedial karena dia gak lulus ujian sekolah" ucap Eki.
"ih kasian,ayang mbeb aku ternyata gak bisa ngerjain tugasnya dengan baik"uca Vita merasa sedih.
"ah kamu juga gitu,belajar yang rajin."ucap Rara.
.
.
"iya deh ngaku kalah,kalau sama juara kelas." ucap Vita sambil menopang dagunya.
.
.
"sayang,aku udah pesen makanan nih. makan bareng ya"ucap Eki.
"oh udah pesen,ya udah"ucap Rara.
" hmmm gue jadi nyamuk nih. kalau gitu aku pergi aja deh gak mau liat yang lagi sayang sayangan."ucap Vita.
.
.
"sayang,ternyata kamu pintar juga ya. juara kelas"ucap Eki sambil mengusap kepala Rara.
"hehehe gak usah dibanggain. kan semuanya harus ada usaha"ucap Rara sambil tersenyum manis.
"makanannya udah nyampe sayang,ayo kita makan" ucap Eki sambil mengambil sendok kemudian menyuapi Rara.
"emmm,makasih sayang."ucap Rara sambil menyuapi Eki.
"emmm enak,kalau disuapi kamu jadi tambah enak sayang"ucap Eki.
"ayang lebay" ucap Rara sambil menunduk malu.
"hahahaha,jangan malu malu gitu dong sayang. bikin gemes deh " ucap Eki sambil mencubit pipi Rara dengan lembut.
"apaan sih kak,sakit tau"ucap Rara tidak senang pipinya dicubit Eki.
"maaf ya sayang kalau kakak terlalu kencang nyubitnya. habisnya pipi kamu kaya bakpau" ucap Eki sambil mengusap pipi Rara yang dicubit olehnya.
.
.
.
"iya gak apa apa,aku maafin. oh iya,tinggal 3 hari lagi ya kita bisa barengan. nanti kan ayang ujian"ucap Rara.
"iya Rara sayang.tapi nanti kakak gak bisa sering sering ketemu dulu,soalnya kakak harus belajar" ucap Eki.
"iya,ayang semangat ya"ucap Rara sambil memberi semangat kepada Eki.
.
.
.
waktu berlalu begitu cepat,tak terasa matahari sudah tenggelam. bel sekolah pun berbunyi,menandakan waktu pulang sekolah. siswa sekolah segera menggendong tasnya dan membubarkan diri dari sekolah.
Hari yang sangat melelahkan,karena begitu banyak materi belajar,membuat wajah para siswa menjadi kusam.
.
.
Rara berjalan dengan sangat lambat karena sudah terlalu lelah. selangkah demi selangkah Rara berjalan menusuri lorong sekolah. Tiba tiba Rara melihat seseorang seperti Satrio. mengapa Rara menjadi ingat dengan Satrio lagi. padahal dia sudah bersama Eki.
.
.
"sayang,"panggil Eki dari kejauhan.
Rara sedikit terkejut dalam lamunannya.
__ADS_1
"eh ayang,udah selesai ujiannya?" tanya Rara.
"sudah sayang,ayo kita pulang" ajak Eki.
.
.
mereka berdua menaiki motor bersama.
"sayang,kamu pernah dihubungin sama Satrio gak?"tanya Eki sambil memegang tangan Rara.
"belum pernah sih yang,kenapa memangnya?" tanya Rara kembali.899gfkxjzxjdkqqŕ¹q1q6
"gak apa apa sih yang.bagus aja dia gak hubungin kamu."ucap Eki sambil memegang tangan Rara dengan sangat erat.
Rara sangat senang Eki memegang tangannya. Rara tak ingin cepat sampai ke rumahnya.
.
.
tiba tiba Eki berhenti disebuah toko boneka yang tidak jauh dari sekolahnya.
"sayang kamu tunggu disini sebentar ya,"ucap Eki pada Rara.
lalu Eki memasuki toko tersebut dan membeli dua buah boneka. dia membeli satu boneka barbie dan satu lagi boneka beruang lucu.
Rara sudah terlalu senang dan menduga duga bahwa Eki membelikannya sebuah boneka.
.
.
"maaf buat kamu nunggu ya sayang,"ucap Eki.
"gak apa apa kok yang. oh iya kamu beli kado untuk siapa?" ucap Rara memancing.
"oh ini untuk keponakan aku hari ini dia ulang tahun" jawab Eki.
.
.
lalu mereka melanjutkan kembali perjalanan pulang mereka. sesampainya dirumah Rara,Eki pamit dan langsung berlalu begitu saja.
sedikit tersirat rasa kecewa di hati Rara. karena boneka yang dibelinya bukan untuk Rara. tapi Rara berusaha positif thinking saja.
.
.
ibunya Rara menyuruh membukakan pintu rumahnya.
Pada saat Rara membuka pintu rumahnya,ternyata Satrio datang mengunjunginya.
"hai Ra,kamu capek gak?" tanya Satrio langsung ke intinya.
"hari ini ada pertandingan breakdance,mau nonton gak? ajak Satrio.
"aku sedikit capek sih kak. tapi kalau ada pertandingan,aku mau jadi supporternya" ucap Rara.
"bagus kalau begitu ayo kita berangkat"ucap Satrio.
"ya udah aku mau mandi dulu aja,aku kan lagi kucel belum mandi sore."ucap Rara.
"gak usah,gitu aja udah cantik kok"ucap Satrio sambil tersenyum manis dan mengacungkan jempolnya.
"ya sudah aku pamit dulu ke ibu ya kak" ucap Rara.
.
.
tak lama kemudian Ibunya Rara datang menghampiri Satrio. "eh nak Satrio,ibu titip Rara ya.jangan malem malem pulangnya" pesan ibunya Rara.
"iya bu,Rara akan saya jagain bu. maaf ya bu dipinjem dulu Rara nya"ucap Satrio.
"iya,hati hati dijalan ya" ucap ibunya Rara.
.
.
sesampainya ditempat pertandingan,Rara melihat ada Eki sedang memberikan sesuatu kepasa Amanda. Rara terus memperhatikan benda yang sama saat Eki membeli di toko boneka saat bersamanya tadi.
.
.
Rara merasa dibohongi oleh Eki karena dia bilanv benda itu untuk keponakannya. padahal diberikan kepada Amanda. begitu kecewanya sehingga Rara terdiam tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.
.
.
"Ra,kamu kenapa?"tanya Satrio sedikit khawatir.
__ADS_1
"hari ini kak Amanda ulang tahun ya?" ucap Rara.
"kok kamu tahu sih,"jawab Satrio.
"cuma tebak aja" ucap Rara berusaha menutupi hatinya yang sedang kecewa.
.
.
kenapa Eki begitu tega membiarkannya mengetahui membeli barang yang disukainya untuk diberikan kepada orang lain.
.
.
" Ra,kamu sakit ya. maaf ya kita pulang aja. kakak anter kamu pulang aja ya" ucap Kak Satrio.
" ya udah,aku kok jadi nyusahin kakak ya" ucap Rara.
.
.
Satrio akhirnya mengantarkan Rara kembali ke rumahnya. Rara masuk ke rumahnya duluan lalu Sattio menyusulnya. Satrio mengambil dua kantong keresek,yang satu penuh berisi makanan ringan dan kue kesukaannya Rara. dan satu kantong lagi berisi kue tiramisu untuk ibunya Rara.
.
.
"Ra,ini untuk kamu ya"ucap Satrio sambil menyerahkan dua kantong keresek makanan tersebut.
"wah banyak banget kak Iyo,makasih banyak"ucap Rara.
"iya sama sama,makasih ya udah temenin kakak.salam ya buat ibu,,kakak pulang dulu soalnya pertandingan masih berlangsung"ucap Satrio.
.
.
setelah Satrio pamit,Rara masuk kedalam rumahnya. ibunya Rara terkejut karen anaknya sudah pulang lagi padahal baru saja kurang dari satu jam keluar rumah. apalagi dia membawa dua kantong berisi makanan.
"itu dari siapa Ra?"tanya ibunya Rara.
"dari kak Satrio,ini buat ibu"ucap Rara sambil menyerahkan kue tiramisu kesukaannya.
"lalu kemana Satrio nya?"tanya ibu Rara.
"sudah pulang bu,katanya masih mau lihat pertandingannya" jawab Rara.
"baik bener ya Satrio."ucap Ibunya Rara.
"Rara masuk kamar dulu ya bu."ucap Rara.
"kamu mandi dulu,bau asem tuh. hahahaha" ucap ibunya Rara sambil tertawa.
"iya,ibu suka ledekin aku melulu" ucap Rara sambil mengambil handuk mandinya.
.
.
setelah selesai mandi,Rara masuk ke kamarnya. Rara masih kecewa dengan sikap Eki yang membohonginya. ingin menangis tapi Rara tahu kalau kak Amanda adalah perempuan yang disukai Eki.
.
.
tak lama kemudian pintu pagar rumahnya Rara berbunyi. Ibunya Rara pergi membuka pintu rumahnya dan menghampiri orang yang akan masuk ke rumahnya. dan ternyata yang datang ke rumahnya adalah Eki.
.
.
sebenarnya Rara tak ingin menemui Eki akan tetapi dia tidak punya alasan untuk tak bertemu dengannya.
.
.
lalu Rara menghampiri kak Eki. ternyata kaka Eki membawa sesuatu ditangannya,dua benda,satu kecil dan besar.
"sayang maaf ya,kakak datang malam malam begini." ucap Eki.
"kenapa minta maaf?"tanya Rara sedikit ketus.
"kamu marah ya sama kakak"ucap Eki.
"enggak,buat apa aku marah"ucap Rara berusaha mengelak.
.
"kakak,sebenarnya ingin sekali berbuat romantis sama kamu. tapi momennya selalu tidak pas,jadi hari ini kakak cuma ingin memberikan ini buat kamu" ucap Eki sambil menyerahkan benda kecil kepada Rara.
pada saat dibuka ternyata sebuah jam tangan yang berinisial huruf mereka R dan E.
"ini kakak sengaja buat custom dan ingin mengukir nama kita disini" ucap Eki sambil memakaikannya kepada Rara.
__ADS_1
"makasih banyak kak,eh ayang maksudnya." ucap Rara.