MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Tanpa judul


__ADS_3

Hari itu berlalu sangat panjang,Rara merasa sangat hancur ketika semuanya berakhir kacau seperti ini.


Mario memeluk Rara hingga dia akhirnya bisa menenangkan dirinya dan tertidur dipelukan Mario.


Mario terus berdiam membiarkan Rara tertidur di pelukannya.Rara tertidur dengan mata sembab karena terlalu lama menangis.Mario ingin sekali memindahkan Rara ke tempat ridur,akan tetapi tangannya masih di infus.


Tapi semakin lama semakin dingin,Mario memaksakan dirinya untuk memindahkan Rara ke tempat tidurnya.Mario bersusah payah memangku Rara sampai tangan yang di infus mengeluarkan darah.


Mario menempatkan Rara ditempat tidurnya.Mario terlalu bekerja keras karena kondisinya sendiri sedang tidak baik.Mario akhirnya tak sadarkan diri dan pingsan disamping Rara.


Beberapa lama kemudian Rara akhirnya terbangun dan mendapati dirinya sudah berada di tempat tidurnya.Dan tubuhnya tak bisa bergerak karena ada sesuatu yang menindih tubuhnya.


Rara mulai duduk dan melihat siapa yang berada disampingnya.Ternyata Mario tertidur disampingnya dan kakinya menimpa tubuh Rara.Rara memindahkan kaki Mario lalu melihat selang infus Mario.Ternyata tangan Mario berdarah.Infusnya tak mengalir dan Rara langsung memanggil dokter untuk membetulkan infusannya.Dokter yang menjaga Mario dan Satrio sedang tertidur.


Rara tidak tega membangunkan Dokter.Untung saja Kak Max pernah mengajarkan memasangkan jarum infus kepada Rara. Rara mengambil jarum baru kemudian membersihkan luka yang berdarah.


Rara melihat wajah Mario yang seperti kesakitan.Dia selalu membantu Rara disaat terberatnya,padahal dia juga dalam kondisi berat.Dia sedang sakit keras dan membutuhkan pertolongan.


Rara memasangkan selimut kepada Mario kemudian pergi menjenguk Satrio.Akan tetapi dia ingin sekali membuka poselnya.


Rara mengambil ponsel didalam tas-nya.Dia mencoba menghubungi Kak Max,dan akhirnya tersambung.


Tut...tut...tut...tut..


"Halo Kak Max..." ucap Rara dengan perlahan.


"Halo Rara...Rara kamu dimana sekarang?" tanya Max seolah senang dan khawatir karena dapat mendengar suara Rara lagi.


"Aku baik-baik saja Kak,Kakak Bagaimana kabarnya?" tanya Rara.


"Kakak baik-baik saja.Kamu dimana sekarang?" tanya Max ingin tahu dimana Rara berada.


"Kakak,aku sedang di Negara X.Kami bertiga sedang bersembunyi dari kejaran Sani.Mario sengaja membawaku kesini agar Kakak tidak diincar oleh Sani.Dia bermaksud baik Kak" ucap Rara membela Mario.


"Tapi kenapa dia harus menculikku segala.Kan bisa dibicarakan baik-baik." ucap Max.


"Dia tak ingin Sani curiga dan Kakak akan tetap aman disana." ucap Rara.


"Kakak akan menyusulmu kesana" ucap Max.


"Aku belum mendapatkan alamat tempat aku tinggal.Kakak,aku sekarang sudah tau semuanya" ucap Rara kepada Max.


"Tau semuanya tentang apa?" tanya Max bingung.


"Maafkan aku ya,yang tidak bisa mengingat perasaan Kakak kepadaku.Aku telah membaca semua kejadian yang terjadi dari surat yang Kakakku buat.Ternyata Kakakku tidak menyukai Kakak melainkan orang lain.Dan bisa-bisanya Kakak berbohong kepadaku karena Kakak masih menyayangi Kakakku" ucap Rara.


"Kamu sudah tau.Ada alasannya kenapa Kakak selalu menutupi perasaan Kakak padamu.Dan sekarang kamu sudah tau" ucap Max sedikit bahagia karena perasaannya telah terungkapkan.


"Tapi maafkan aku juga yang sampai saat ini belum bisa mengingat perasaan kita dahulu.Kakak sangat penyabar sampai selama ini menungguku.Dan aku masih sangat menyayangi Kak Satrio" ucap Rara dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


"Tak apa Ra,Kakak akan selalu menunggumu sampai kamu siap menerima Kakak ataupun Kakak akan mendukung semua keputusanmu walau Kakak harus meninggalkanmu." ucap Max.


"Kakak,aku berharap kamu bahagia" ucap Rara sedih.


"Kakak juga mengharapkan kamu bahagia" ucap Max.


Rara menutup teleponnya dan kembali bersedih.Mengapa baru sekarang dia mengetahui kebenaran semua ini.Seharusnya dia juga bisa bersama Max dan bahagia bersamanya kini.Dan sekarang Rara sedang dan masih mencintai Satrio.


Satrio terbangun saat Rara sudah selesai menelepon Max.


"Hai cantikku,mengapa kamu bersedih" ucap Satrio sambil mengusap pipi Rara.


"Kakak,akhirnya Kakak bangun.Aku sangat bahagia Kakak masih hidup." ucap Rara sambil memeluk Satrio yang masih terbaring.


"Kamu baik-baik saja kan?wajah kamu pucat sekali dan matamu bengkak seperti habis menangis" ucap Satrio dengan perlahan.


"Aku baik-baik saja.Kakak lapar tidak?aku sudah buatkan makanan untuk Kakak,tapi sekarang menjadi dingin.Aku panaskan lagi ya" ucap Rara sambil beranjak pergi ke dapur.


Tak lama kemudian Rara datang dengan membawa bubur dan masakan pendampingnya.


"Hmmm sudah lama sekali aku tidak makan masakan kamu cantik" ucap Satrio sambil memakan makanan yang disuapi oleh Rara.


"Iya ya,sudah setahun lebih kita tidak seperti ini.Aku jadi rindu saat Kakak hampir setiap hari sarapan bersama keluargaku" ucap Rara.


"Iya,aku rindu Ayah dan Ibu mu.Kita harus mendoakan mereka supaya tenang di alam sana." ucap Satrio.


"Cantikku..." ucap Satrio sambil memegang lembut wajahnya Rara.


"Kakak sangat merindukanmu.Setiap hari rasanya sangat tersiksa.Saat Sani sengaja membuatmu sakit hati dengan menciumku.Aku sangat terluka tapi aku takut dia menyakitimu.Tapi akhirnya dia tetap menyakitimu.Sebagai laki-laki Kakak telah gagal melindungimu" ucap Satrio dengan mata yang berkaca kaca.


"Kakak,yang sudah berlalu ya sudahlah.Aku juga sudah melupakan masa sulit itu.Aku tak ingin mengungkitnya lagi." ucap Rara sambil memegang tangan Satrio yang memegang wajahnya.


Saat saat seperti ini sangat dirindukan,saat dia dan Satrio saling sayang menyayangi.Rara sangat merindukan pelukan hangat yang Satrio selalu berikan padanya.


"Aku sangat mencintaimu Ra,Aku ingin menikah denganmu" ucap Satrio sambil memeluk Rara dengan erat.


"Aku juga Kak" ucap Rara sambil memeluk Satrio dengan erat juga.


"Aaarggghhh...." teriak Satrio karena luka tusuknya sedikit tertekan


"Maaf Kak,aku tak sengaja" ucap Rara sambil melepaskan pelukannya.Akan tetapi Satrio menarik tubuh Rara kembali dan meneruskan memeluknya.


"Katanya sakit" ucap Rara sambil memeluk Satrio dengan hati hati.


"Aku tak sakit cuma sedikit perih saja.Tapi lebih sakit lagi saat kita berpisah" ucap Satrio.


"Iya,semoga kita tak akan terpisah lagi ya" ucap Rara sambil melepaskan pelukannya dan pergi untuk mengambil minum.


Satrio melepaskan pelukannya dan membiarkan Rara mengambilkan minum untuknya.Tak lama Rara datang membawa dua gelas air minum.

__ADS_1


Rara kemudian memberikan minum kepada Mario dan Rara pun meminum minumannya.Satrio menarik tangan Rara hingga terjatuh menimpa Satrio.Air tumpah ke lantai tubuh Rara kini sudah berada diatas tubuh Satrio.


Mereka saling pandang,tatapan penuh cinta yang sangat mendalam.Satrio memegang wajah Rara dengan lembut.Mengusap pipinya yang kemerahan,dan terus menyentuh seluruh wajah Rara.


Detak jantung mereka berdua berdetak sangat kencang.Rara merasakan perasaan yang sudah sangat lama tidak ia rasakan.Satrio menarik wajah Rara semakin mendekat.Kini hidungnya sudah saling menyentuh.Sesaat bibir Satrio mendarat di bibir Rara.


Terdengar suara dari arah pintu kamar "Kalian sedang apa?" ucap Mario merusak suasana yang sudah tercipta.


Satrio dan Rara menjadi salah tingkah karena Mario malah mendapati mereka sedang bermesraan.Rara kemudian berniat untuk mengambil kain pel untuk mengelap lantai yang basah karena air yang tumpah tadi.


ternyata sandal Rara licin dan akhirnya terjatuh menimpa Mario yang sedang duduk di kursi roda. Wajah Rara teramat dekat dengan Mario sampai-sampai matanya saling terbelalak.


Mengapa wajahnya begitu dekat seperti ini..Gumam Rara didalam hatinya.Mario yang tidak berekspresi apa-apa dengan sengaja memajukan bibirnya sehingga mengenai bibir Rara.Rara sangat terkejut karena dia menyangka bibirnya tak akan mengenai bibir Mario.Rara kemudian segera bangun dan berlari ke dapur.


Mengapa aku malah melakukannya dengan Mario bukan dengan Satrio.Rara kamu ini kenapa?ucap Rara memaki dirinya sendiri.


Bodoh...Bodoh...Bodoh...bagaimana kalau Satrio salah paham dan marah kepadaku.Aku harus bagaimana? pikir Rara.


***


Di Kamar perawatan..


Mario mengajak Satrio berbicara singkat.


"Kenapa kamu sengaja berbuat seperti itu?" tanya Satrio dengan kesalnya.


"Itu tidak disengaja,itu hanya kecelakaan yang mengasyikkan" ucap Mario sambil tersenyum puas.


"Kamu itu sebenarnya musuh atau sekutu?"tanya Satrio.


"Kita ini sekutu dalam menjauhi Sani.Dan kita ini menjadi musuh saat mengejar Rara" ucap Mario dengan penuh percaya diri.


"Oh ternyata seperti itu,tapi aku tak akan mengalah" ucap Satrio.


"Tenang saja karena bukan kita saja yang memperebutkan Rara" ucap Mario.


"Siapa lagi?" tanya Satrio semakin kesal.


"Dia Max,musuh yang paling berat diantara kita" ucap Mario.


"Bagaimana bisa,dia kan..." ucapan Satrio tidak diteruskan karena langsung dipotong oleh Mario.


"Dia mantan Kakak ipar..oh salah dia itu mantan kekasihnya Rara waktu masih kecil.Dia mengalami amnesia parsial jadi ingatannya hilang sebagian. Dan yang hilang itu adalah kenangan bersama Max" ucap Mario.


"Bagaimana kamu tau?" tanya Satrio menambah pikirannya.


"Dari surat yang dituliskan Kakaknya Rara,Vanesha Anjani.Betul kan itu nama Kakaknya" ucap Mario merasa menang informasi.


"Tapi aku yakin Max tidak akan seperti itu." ucap Satrio menyangkalnya.

__ADS_1


Mario pergi ke tempat tidurnya yang notabennya berada disebelah Satrio yang hanya diberi pembatas kaca tebal.


__ADS_2