
"mmmuuuaacchhh"terdengar suara kecupan dari bibir Satrio yang mendarat ke bibir Rara.
Begitu cepat dan berdebar rasanya. jantung Rara seketika berdebar dengan kencang. Rara hanya bisa terdiam terpaku seolah apa yang terjadi tadi hanya mimpi.
Akan tetapi ini bukan mimpi. ciuman pertamaku direbut olehnya,meskipun aku tidak membencinya tapi dia bukan kekasihku. bagaimana bisa ini terjadi,aku kan menginginkan ciuman pertama ini bersama Eki.
Tapi kenapa bibirnya begitu hangat menggetarkan hatiku. seolah aku tak ingin kehilangan momen ini.
ah ini tak bisa dibiarkan. begitulah isi pikiran yang berada di hati Rara.
"maaf ya kakak sudah berbuat hal yang tidak pantas" ucap Satrio sambil mengusap pipi Rara dengan lembut.
Mengapa?bahkan sentuhannya yang lembut pun aku menyukainya. STOP Rara!! kamu sekarang pacarnya kak Eki,kamu jangan menyukai kak Satrio.
.
.
"kamu masih marah ya. maafin kakak ya,lain kali kakak gak akan berbuat hal itu lagi." ucap Satrio sambil memegang tangannya Rara dengan lembut.
.
.
Mengapa sekarang wajah kak Iyo semakin tampan dan manis ya,mengapa jantung aku semakin berdebar ketika dia memegang tanganku dengan tangannya yang hangat itu. pikir Rara.
.
.
"aku udah maafin kakak,tapi kakak jangan seperti itu lagi ya" ucap Rara. tapi kenapa berat sekali,hatiku ingin lebih diperlakukan dengan manis oleh kak Satrio.didalam hati Rara.
.
.
"makasih ya Ra,kakak pulang ya"ucap kak Satrio sambil mengusap rambut Rara dengan lembut.
.
.
Setelah Satrio pulang mengendarai mobilnya,Rara langsung bergegas masuk kedalam rumahnya.
Perasaan apa ini?mengapa begitu berbunga-bunga seperti tak ingin hari ini berakhir. inilah yang dirasakan Rara saat ini.
.
.
"Ra,temen kamu udah pulang?" tanya ibu Rara memecah keheningan.
"ah (terkejut)..sudah bu" jawab Rara.
"temen kamu itu gebetan kamu ya" tanya ibu Rara.
"bukan bu,dia temen aku,dia keren sekali bu ikut klub breakdance." jawab Rara.
"tapi dia kasih kamu bunga cantik. diaganteng loh,ibu suka" ucap Ibunya Rara.
"ah ibu,emang sih dia ganteng,tinggi,keren,sebentar lagi jadi arsitek. tapi aku bukan pacarnya bu,aku sudah punya pacar namanya kak Eki" ucap Rara.
"dia ganteng juga gak?"tanya ibunya Rara penasaran.
"dia juga ganteng bu,tinggi juga"ucap Rara.
.
.
"ah,ibu gak percaya. seleramu kan aneh" ucap ibunya Rara sambil tertawa.
" ih ibu,ledekin aku" jawab Rara malu.
"ya sudah nanti juga ibu tau orangnya yang mana" ucap ibunya Rara.
"minggu depan dia mau main kesini kok bu"ucap Rara.
__ADS_1
"mandi dulu sana,kamu bau asem. gadis gadis jorok jam segini belum mandi"ucap ibunya Rara.
.
.
Setelah selesai mandi,Rara diam didalam kamarnya. menyentuh bibirnya yang telah terpagut oleh Satrio. mengapa dia tak bisa menolaknya. mengapa dia harus datang dan menggoyahkan hati Rara.
.
.
terdengar bunyi telepon di ponselnya Rara. nomor teleponnya tidak diketahui. lalu Rara menjawab teleponnya.
"halo,ini siapa?"tanya Rara.
"hai sayang,ini aku Eki" jawab Eki.
"oh kak Eki,ada apa?"tanya Rara.
"kok gak panggil ayang sih,kan sekarang kita sudah pacaran" ucap Eki.
"maaf yang,aku lupa. kamu lagi apa?"tanya Rara.
"lagi telepon kamu dong sayang. aku kangen" ucap Eki.
"ih ayang genit." jawab Rara.
"eh,masa pacar bilang kangen disebut genit. emangnya kamu gak kangen gitu sama kakak" ucap Eki.
"kangen,tapi besok kan kita ketemu" ucap Rara.
"besok ke sekolah aku jemput ya kerumah kamu"ucap Eki.
"kan rumahku lumayan jauh kak"ucap Rara.
"gak apa apa,kakak mau bawa motor biar cepat sampai. tuh bilang kakak lagi" ucap Eki dengan nada tidak senang.
"iya,maaf sayang. kan kebiasaan jadi lupa"ucap Rara.
"iya,ayang,love you to." ucap Rara.
kemudian mereka berdua menutup perbincangan mereka.
.
.
.
Keesokan harinya,Rara bangun lebih pagi dari biasanya. dia sibuk merias diri agar terlihat cantik didepan Eki. Rara mempercepat sarapannya dan terus mempercantik diri.
"aduh,anak ibu udah cantik. nah gini dong,kamu kan udah besar. udah suka sama lawan jenis harus merawat diri."ucap ibunya Rara.
"bu,aku emangnya cantik gitu?"tanya Rara merasa tidak percaya diri.
"anak ibu itu cantik,cuma kamu itu cuek gak peduli sama penampilan. kamu harus percaya diri,kamu kan cantik. terlebih lagi yang paling penting harus cantik hati,jadi nilai tambah kamu"ucap ibunya Rara.
"hari ini aku pacarku jemput bu."ucap Rara.
"oh gitu,ibu pengen lihat laki laki yang berani pacarin anak ibu"ucap Ibunya Rara.
.
.
tak lama kemudian Eki sudah sampai didepan pintu rumah Rara. dia membuka pagar
"permisi"ucap Eki.
mendengar ada suara permisi dari luar,ibu dan Rara bergegas menuju arah suara itu berasal.
"maaf tante,saya temannya Rara" ucap Eki berusaha terlihat sopan.
"oh iya silakan masuk dulu" ucap ibunya Rara mempersilakan Eki untuk duduk.
.
__ADS_1
Rara memakai sepatu sekolahnya,kemudian Rara sudah siap untuk pergi ke sekolah.
Eki dan Rara pamit untuk pergi ke sekolah bersama.
.
.
Untuk pertama kalinya Rara berangkat sekolah bersama dengan Eki. Perasaannya begitu senang karena bisa berdua di motor hang dikendarai oleh Eki.
wangi tubuh Eki menyeruak memanjakan indera penciumannya.
"ayang wangi sekali"ucap Rara.
"kan mau jemput sayangku harus wangi dong" ucap Eki.
"ayang,minggu depan ayang ujian negara ya?"tanya Rara.
"iya sayang,kenapa?"tanya Eki.
"sebentar lagi kita gak akan bisa ketemu setiap hari dong" ucap Rara.
"hmmm"Eki menghela nafas dan meraih tangan Rara yang hanya memegang sedikit bagian dari jaketnya.
"sayang,kan kita masih bisa ketemu nanti.disaat kakak ujian,kamu bantu doa supaya kakak bisa mengerjakan dengan mudah. dan kakak akan selalu berdoa supaya kita bisa terus bersama" ucap Eki dengan lemah lembut.
.
.
perkataan Eki sungguh menyejukkan hati. Rara sangat tersentuh dan sikap Eki sungguh manis ketika mengendarai motor.
.
dan akhirnya mereka sampai disekolah. terlihat Vita sedang tersenyum dari kejauhan.
Vita melihat tangan Rara digenggam oleh Eki. senyum manis tidak pernah lepas dari wajah Rara.
"makasih ya ayang,aku masuk kelas dulu ya"ucap Rara.
"iya sayang,met belajar ya"ucap Eki sambil mengusap kepalanya Rara.
.
.
Vita langsung menghampiri Rara dan berteriak histeris sambil loncat loncat.
"haiii," ucap Vita sambil memeluk Rara.
"Vit,aku mau cerita" ucap Rara sambil berjalan menuju kelasnya.
.
.
didalam kelas..
"iiihhh,,,,gimana kamu,,udah jadian ya sama Eki" tanya Vita.
"iya Vit,emang sih nembaknya gak so sweet tapi aku tetep suka" ucap Rara.
"padahal cowok yang jemput kamu pake mobil juga keren banget tuh,siapa namanya?" ucap Vita.
"Satrio" jawab Vita.
"iya dia,keren juga tuh. kalau aku sih pilih Satrio" ucap Vita.
"ih,kamu plin plan.kemaren aku diojok ojok supaya mau sama kak Eki."ucap Rara.
"iya sih. tapi Eki kan playboy,nanti kamu sakit hati."ucap Vita.
"gak apa apa,buat aku pernah jadi pacarnya pun udah buat hati aku bahagia."ucap Rara.
"kamu udah siap ya patah hati" ucap Vita.
"iya,mau bagaimana lagi kan itu udah konsekuensinya"ucap Rara.
__ADS_1